Fenomena Bisnis Gigolo di Surabaya


Kepopuleran Gang Dolly membuat GM (General Manager) gigolo melirik Surabaya sebagai tempat bisnis potensial pemuas nafsu bagi perempuan haus seks. Surabaya yang merupakan “surga” bagi pria hidung belang, kini mulai merambah pada perempuan-perempuan haus sentuhan pria dengan mencari laki-laki macho.

Perempuan-perempuan “jablay” itu adalah para pengusaha muda, istri muda, atau istri simpanan para pejabat yang rela merogoh kocek Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta sekali kencan, dan bahkan tak jarang dari pengguna jasa gigolo ini adalah perempuan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Dunia gigolo makin menjadi industri meyakinkan. Mereka ada yang freelance, atau yang diatur oleh seorang koordinator atau sindikat. Cara mereka berpromosi pun juga semakin berani, mulai dari iklan di internet dan koran sampai melakukan peragaan busana. Profesi ini rupanya dianggap sebagai karier, buktinya ada yang menjadi pemain sinetron dan model.

Jika urusannya sudah menyinggung pemenuhan kebutuhan biologis, seks kian dianggap permisif oleh sebagian orang. Bahkan pelakunya, baik yang menjajakan maupun pelanggan, berasal dari usia menengah alias lebih dari 40-an tahun. Barangkali berangkat dari alasan tersebut membuat dunia gigolo makin eksis dan terus menjamur.

Berawal dari Jakarta, Ibukota negara yang menjadi pusat banyak bisnis mulai dari ekonomi, sampai hiburan, bahkan sampai bisnis birahi, dan inilah bisnis yang tidak pernah ada matinya. Tempatnya pun kini bukan hanya di Ibukota melainkan sudah bergeser ke kota-kota besar lainnya di Tanah Air, termasuk Surabaya.

Perluasan bisnis tersebut tak lain karena surabaya dalam bisnis birahi cukup potensial, selain Surabaya sebagai kota metropolitan besar juga mengingat suksesnya Gang Dolly Surabaya yang beromzet milyaran rupiah per hari ini membuat para gigolo merabah Surabaya

Tapi untunglah, satuan polisi dari Reserse Polresta Tanjung Perak Surabaya pun kemarin telah berhasil menggulung beberapa sindikat gigolo dengan cara menyamar. Target operasi polisi berhasil meringkus dua makelar atau broker para gigolo. Setelah diintrogasi, para makelar itu mengakui perbuatannya dan ternyata klien para gigolo kebanyakan bukanlah para wanita.

Namun tidak cukup sampai disitu, karena data-data yang diperoleh, memperlihatkan jika jaringan gigolo sudah banyak bermain di Surabaya. Masih banyak yang belum terungkap polisi. Gigolo kelas tinggi dengan tarif tinggi pula juga masih aktif “beroprasi” dengan tarif minimal 1 juta, dan bahkan tidak jarang gigolo Surabaya ada yang sudah menggeluti bisnis tersebut sejak di bangku sekolah menengah pertama.

Gigolo Cyber Media Makin Marak

Iklan vulgar dengan tawaran memuaskan dahaga “seks” para wanita kesepian dan kadang dengan tarif murah, mudah sekali ditemukan di internet. Karena memang dalam menjaring mangsanya, para gigolo tidak selalu terjun langsung ke tempat umum. Kemajuan teknologi informasi juga telah digunakan para gigolo.

Dunia maya yang menghilangkan sekat-sekat jarak dimanfaatkan para gigolo untuk lebih banyak mendapat order dengan membuat situs jejaring sosial seperti www.manjam.com yang khusus dibuat oleh para gigolo. Dan masih banyak ratusan situs tersebar, mulai ari home page pribadi sampai nebeng di home page lain dengan kedok samar-samar yang ujung-ujungnya tetap sarana jual beli kepuasan seks.

Banyak situs serupa semakin memanjakan perempuan haus seks yang membutuhkan gigolo, dimana jika kita menjelajah lebih jauh berisi daftar gigolo panggilan di seluruh Indonesia. Tempat pelacuran online tersebut selain menyajikan informasi data asli tentang para gigolo, juga menyebutkan nomor kontak yang bisa langsung dihubungi. Dibeberapa situs sudah terang-terangan mencatumkan tentang kondisi fisik hingga daerah dimana para gigolo itu tinggal.

Apalagi semakin dimeriahkan dengan situs-situs serupa yang menyajikan menu ‘istimewa’ yang tak sekedar mem-pulish data-data tentang ciri fisiknya, juga turut melengkapi tampilan di layar monitor dengan foto pose telanjang dengan tujuan lebih meyakinkan pelanggan. Ditambah lagi dengan “menu penyedap” dengan sajian cerita tentang gigolo hingga tempat mangkal dimana mereka berkiprah. Tidak hanya di Jakarta namun juga dikota-kota besar di Indonesia.

Modusnya, setelah si pemakai menemukan data diri dan memilih gigolo yang hendak dibidik, umumnya para perempuan haus seks akan mengontak via telepon. Apabila ada yang malu-malu untuk butuh layanan ranjang, biasanya para gigolo itu menyediakan email sebagai kontak awal dengan para pelangganya.

Langkah yang diambil para gigolo beriklan di internet tujuannya untuk menjaring pelanggan kalangan menengah keatas, karena rata-rata pengguna internet minimal dari kelas menengah keatas. Jadi cara itu dianggap lebih efektif ketimbang pasang iklan di koran yang juga isinya menawarkan jasa untuk keperluan penuntasan birahi.

Membendung Maraknya Bisnis Gigolo di Surabaya

Jumlah gigolo yang kian merebak tak lepas dari banyaknya pria-pria pemalas yang tak bermoral. Mereka yang hanya mau kerja gampang dan penghasilan cukup menjanjikan dengan memanfaatkan kebugaran tubuhnya dan perempuan-perempuan mandiri dan perembuan haus seks. Begitu rendahnya harga diri mereka (bahkan) yang tak jarang dari kalangan tukang becak yang men-double job sebagai gigolo mau dibayar Rp. 10.000,- per sekali kencan.

Peningkatan jumlah dan semakin terbukannya aksi para gigolo juga terjadi lantaran masyarakat kian permisif. Dan sudah dianggap biasa jika prempuan dan pria masuk hotel tanpa status nikah. Masyarakat kota cendrung apatis terhadap apa yang dilihatnya.

Ini semakin memantapkan anomali nilai-nilai di masyaraat Surabaya. Apa yang dulu dinilai tabu, kini sudah dianggap biasa. Masyarakat Surabaya kini cenderung tidak lagi peduli ketika tahu pria dan wanita bukan suami istri masuk hotel. Sejauh mereka tidak kenal, dianggap bukan urusan mereka. Ini jadi wilayah aman bagi orang-orang yang mau selingkuh dan tambang emas bagi gigolo.

Salah satunya. Untuk membendung maraknya bisnis gigolo ini ialah masyarakat segera mengambil tindakan jika sudah jelas-jelas diketahui mereka beroperasi lewat profesi pemijat (gigolo). Dan ironisnya bagi perempuan meski sudah jelas-jelas tahu mereka pemalas, tetap mau jadi korban rayuan gombal. Masyarakat Surabaya harus segera bertindak tegas jika Kota Pahlawan ini tak ingin jadi sarang mereka.

9 komentar:

  1. Wah..ane pernah dnger aj. Trxta ky gni ya cara kerjax. Trims infox yo

    BalasHapus
  2. wah...bahaya juga ya...mudah-mudahan masyarakat di sana cepat menyadari fenomena ini, dan mengambil tindakan terbaik...

    BalasHapus
  3. waaaaah... baru tau...
    thx for share
    padahal sering loh ke Sby ^^

    ijin link ^^

    BalasHapus
  4. Hduh.....trnyta kota tercnta skrang mnjdi sprti in....

    BalasHapus
  5. Smoga sj masyrakat surabaya bsa lbih proaktif menyikapi msalah ini...........

    BalasHapus

  6. obat pembesar penis alami rahasia para gigolo jawara

    Kami telah berhasil mengatasi problem orang-orang yang memiliki keluhan sama seperti anda.Guna mendapatkan solusi dari masalah ukuran kejantanan (penis) sesuai keinginan.Sejak tahun 1999 hingga sekarang di tahun 2014 dan menjadi solusi untuk mengatasi problem vitalitas terutama pada laki-laki dewasa.Kami telah menyempurnakan produk vimax canada (obat pembesar penis alami) agar mendapakan hasil sesuai keinginan dalam waktu singkat.Hasil dari survei kami lebih dari 99.946.000.000 konsumen telah berhasil mengatasi masalah mereka setelah mengikuti program kami dengan prosentase tingkat keberhasilan mencapai 99,8 % .Mengkonsumsi vimax canada sekarang menjadi program pembesar kejantanan (penis) terbaik dunia masalah ukuran serta stamina.Tinggalkan program pembesar penis dengan metode ALAT POMPA,ALAT PEMBERAT,PEMBEDAHAN atau OPERASI karena berpotensi memberikan efek negatif pada penis anda.Segera beralihlah menggunakan program pembesar penis vimax canada mulai dari sekarang.

    buktikan sekarang...!!!

    BalasHapus