Curhat Ampuh SBY

Sudah menjadi rahasia umum kalau presiden kita adalah raja tukang kibul, dan semua kibulannya sepertinya diterima oleh rakyatnya. Ini membuktikan kalau kibulan presiden kita terbilang cukup ampuh dalam mempengaruhi opini publik. Mulai Sabang sampai Maruke kini mengenal sosok SBY yang tukan bohong dan sering curhat hal-hal tidak penting.

Kabar teranyar dari istana kalau DPR mau menaikkan gaji SBY, setelah SBY curhat tentang gajinya yang tak naik selama tujuh tahun selama memimpin Indonesia, waktu menyampaikan pidatonya dihadapan polri. Padahal menurut majalah bergengsi asal Inggris, The Economist, gaji presiden di Indonesia adalah gaji dengan kesenjangan tertinggi ketiga dari 22 negara yang disurvei tahun lalu.

Entah karena SBY yang tamak memakan uang rakyat ataukah DPR yang menjadi bonek SBY, hanya dengan begitu saja sudah mau menaikkan gaji SBY. Ironis sekali, ditengah-tengah rakyatnya yang kelaparan, di gedung DPR malah sibuk mempersiapkan kenaikan SBY yang kehidupannya sudah terjamin dan hartanya tak habis tujuh turunan itu.

Menurut The Economist, gaji per tahun yang diterima Presiden SBY mencapai 124.171 dolar per tahun. Menurut catatan majalah itu, dengan angka tersebut berarti gaji SBY 28 kali lipat dari pendapatan per kapita rakyat Indonesia. (Republika - Jumat, 21 Januari 2011)

Bahkan gaji SBY melampui presiden negara-negara maju (dan rakyatnya sejahtera), seperti gaji Perdana Menteri Cina. Ternyata, di Cina gaji PM Cina sekitar 2,5 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya. Sementara India lebih kecil lagi, yaitu gaji PM India sekitar dua kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya.(Republika - Jumat, 21 Januari 2011).

Ternyata di akhir kepemimpinannya SBY mencoba manuver barunya agar kekayaannya semakin berlipat ganda. Berhubung di tahun 2014 dirinya sudah tidak lagi bisa mencalonkan diri menjadi presiden. Sebuah ending yang mengesankan dan manis sekali. Dan sebuah ending yang begitu pahit menyayat hati rakyat yang harus menerima tunggakan harga-haraga kebutuhan pokok demi kepentingan elit politik untuk membangun gedung DPR yang baru dan dami memperbesar perut SBY.

0 komentar:

Posting Komentar