<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521</id><updated>2012-03-03T13:59:44.882-08:00</updated><category term='Pemimpin'/><category term='Kesejahteraan'/><category term='Ketentraman'/><category term='Production House'/><category term='Youtube'/><category term='Korupsi'/><category term='Koruptor'/><category term='Bom'/><category term='Tiada Hari Tanpa Bahasa Inggris'/><category term='Masyrakat'/><category term='Word Processor'/><category term='Pemerintah'/><category term='Kejahatan'/><category term='Agama'/><category term='Film'/><category term='Sutradara'/><category term='Citibank'/><category term='Peneliti'/><category term='Bom Bunuh Diri'/><category term='Ideologi'/><category term='Komunitas Pinggiran'/><category term='GoVlog'/><category term='Sombong'/><category term='Indonesia'/><category term='Jejaring Sosial'/><category term='Busuk'/><category term='Politik'/><category term='Materialis'/><category term='AustralianAID'/><category term='Kasus'/><category term='SBY'/><category term='Porno'/><category term='Demokrasi'/><category term='Alfred Riedl'/><category term='Matematika'/><category term='Cuci Otak'/><category term='Presiden'/><category term='Propaganda'/><category term='Jurusan'/><category term='Formus'/><category term='Sepak Bola'/><category term='Opini'/><category term='Vivanews'/><category term='Bisnis'/><category term='Teroris'/><category term='Hipnotis Blogging Contest'/><category term='KOPI'/><category term='Pelatih'/><category term='Aspirasi'/><category term='Wim Rijsbergen'/><category term='TIMNAS'/><category term='Beatbox'/><category term='Doktrin'/><category term='Piala Dunia'/><category term='Surabaya Beatbox'/><category term='Kisah'/><category term='NII'/><category term='Kejam'/><category term='Gayus'/><category term='Guitar Acoustic'/><category term='Keadilan'/><category term='Krisis'/><category term='Situs'/><category term='Investigasi'/><category term='Koran'/><category term='Polisi'/><category term='Ilmiyah'/><category term='Organisasi'/><category term='Karya'/><category term='Kepentingan'/><category term='Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger'/><category term='Ody Mulya Hidaya'/><category term='LaTex'/><category term='Mentri'/><category term='Pengembangan Diri'/><category term='Redaktur'/><category term='Blog'/><category term='Munir'/><category term='Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia'/><category term='Media'/><category term='Sukses'/><category term='SNMPTN'/><category term='Tilang'/><category term='Siswa'/><category term='Harta'/><category term='Kebencian'/><category term='Kemiskinan'/><category term='Renungan'/><category term='Kampus'/><category term='Korban'/><category term='Malinda Dee'/><category term='IT'/><category term='Bangsa'/><category term='Hukum'/><category term='Gila'/><category term='DPR'/><category term='Pendidikan'/><category term='Resensi'/><category term='Tutorial'/><category term='Pancasil'/><category term='Moral'/><category term='Rahmad Darmawan'/><category term='Kekerasan'/><category term='Rumus'/><category term='Bank'/><category term='Resolusi Juara'/><category term='Fenomena'/><category term='Tugas Kuliah'/><category term='Kemenangan'/><category term='Software'/><category term='Qatar'/><category term='PTN'/><category term='Tipu Daya'/><category term='Motivasi'/><category term='Semangat Juang'/><category term='Catatan Kecil'/><category term='PSSI'/><category term='Komunitas'/><category term='Hidup'/><category term='Impor'/><category term='Pembunuhan'/><category term='Marginal'/><category term='Internet'/><category term='Komputer'/><category term='Rakyat'/><category term='Politik Citra'/><category term='Mahasiswa'/><category term='Kritis'/><category term='Google'/><category term='Prestasi'/><category term='Reshufle'/><category term='Jabatan'/><category term='Kapitalisasi'/><category term='HAM'/><category term='Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI'/><category term='Sosial'/><category term='Teladan'/><title type='text'>Semacam Catatan Usang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-1879690887968222313</id><published>2012-03-01T06:34:00.002-08:00</published><updated>2012-03-01T06:39:47.118-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Kuliah'/><title type='text'>Idealime dan Eksploitasi Perusahaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--WLFSZDM1rk/T0-KJZUQ8kI/AAAAAAAAAPQ/tOL20yH3P_g/s1600/Antitrust.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--WLFSZDM1rk/T0-KJZUQ8kI/AAAAAAAAAPQ/tOL20yH3P_g/s320/Antitrust.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5714938346175787586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Ilmu pengetahuan tidak bisa eksploitasi oleh siapapun, inilah yang coba disampaikan oleh film ini. Pada hakikatnya ilmu pengetahuan adalah milik semua orang, bukan milik perorangan apalagi dikomersialkan. Ilmu pengetahuan untuk kita gunakan bersama dalm hal-hal yang sifatnya positif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau kita amati sekarang dilingkungan sekitar kita, sebenarnya hal-hal yang hampir mirip dengan film ini banyak mudah kita temukan seperti eksploitasi pebisnis telpon seluler. Eksploitasi yang mereka lakukan bermacam-macam, mulai dari menekan tarif tinggi kepada pelanggannya (untuk komunikasi telpon dan internet/paket data), hingga pelayanan yang tak memuaskan namun ketika dibawa ke hukum masyarakat bawah selalu kalah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita mungkin tak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita dipaksa membayar setiap kali kita mau belajar melalui internet, contohnya ketika kita pakai modem dengan tarif yang masih relatif tinggi ketimbang di negara-negara lainnya seperti Siangapura, dll. Masalah tarif internet bagi pengguna jaringan GSM dan CDMA sebenarnya tidak seimbang dengan harga yang ditetapkan perusahaan. Koneksi masih lambat, sementara kita masih harus membayar harga yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa perusahaan telpon seluler kita hanya memberikan harga murah ketika mareka promo, setelah pelanggan terjebak dalam promo itu maka secara diam-diam pihak perusahaan menaikkan tarifnya. Lain lagi masalah infrastruktur yang dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan dari perusahaan, ini salah satunya yang menyebabkan koneksi internet lambat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Desa-desa sekrang mulai banyak tertanam tower menjulang tinggi, tidak hanya satu tower perusahaan telpon seluler saja, tapi mereka belomba-lomba membangun tower disetiap titik yang dipandang strategis. Meski sebenarnya tower-tower itu cukup mengganggu, masyarakat desa tidak pernah menyadarinya. Ini bentuk eksploitasi secara tidak langsung namun cukup merugikan kedepannya, masyarakat jadi tidak punya lahan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perusahaan telpon seluler sampai saat ini masih arogan soal pembangunan tower, mereka mau membangun tower sendiri-sendiri. Tidak seperti di Negara-negara maju yang mau berbagai satu tower untuk semua perusahaan telpon seluler. Maka akibatnya ketika di kota-kota besar, tower-tower ini semakin menambah curat-marut dan sesaknya pembangunan di kota-kota besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengaca kepada film ini, perubahan-perubahan yang signifikan harus kita lakukan mulai dari sekarang, dan kitalah sebagai pemuda yang harus bergerak dalam menciptakan perubahan ini. Kita sudah tidak mungkin lagi mengandalkan petuah-petuah kita yang sudah mulai sibuk dengan urusan keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemuda sebagai poros perubahan haruslah mencontoh film ini, mereka yang tanpa pamrih rela meluangkan waktunya demi bebasnya ilmu pengetahuan dan teknologi —yang belakangan ini sudah mulai menjadi kebutuhan pokok manusia modern. Inilah film yang patut kita tonton, apalagi bagi mereka-mereka yang tertarik dengan teknologi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Film ini menjadi acuan bagi siapapun agar tidak gentar dalam memperjuangkan idealismenya. Jika kita tetap konsisten dan terus berusaha tanpa melihat ancaman sebagai hambatan, maka hasilnya akan selalu memuaskan dikemudian hari. Selain pembebasan teknologi, yang mau disampaikan lagi oleh film ini adalah konsistensi kepercayaan awal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-1879690887968222313?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/1879690887968222313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2012/03/idealime-dan-eksploitasi-perusahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1879690887968222313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1879690887968222313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2012/03/idealime-dan-eksploitasi-perusahaan.html' title='Idealime dan Eksploitasi Perusahaan'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--WLFSZDM1rk/T0-KJZUQ8kI/AAAAAAAAAPQ/tOL20yH3P_g/s72-c/Antitrust.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-476816319426397760</id><published>2012-01-08T06:21:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T07:55:42.251-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resolusi Juara'/><title type='text'>Proyek Masa Depanku di Mulai pada Tahun 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; "&gt;&lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;&lt;img src="http://telkomspeedy.com/gambar/blogcontestspeedy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; display: inline !important; "&gt;Orang-orang besar lahir dari mimpi-mimpi besar. Setiap orang mempunyai mimpi besar, meski kadang tidak tahu harus memulainya dari mana untuk merealisasikan mimpi itu. Tapi meski demikian sudah banyak orang di dunia ini yang melakukan perkara besar dimulai dari mimpi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mimpi tak sekedar angan tanpa realisasi dan usaha keras. Mimpi besar tanpa usaha adalah khayalan tingkat tinggi. Mimpi akan menuntun orang-orang yang mau bekerja keras dan tetap berusaha dalam garis-garis mimpi yang telah ditentukannya, yakni siap dengan segala konsekuensi ketika tantangan kelak menghadang di tengah jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita semua punya mimpi untuk menuju titik kesuksesan, ada yang sudah mencapai separuh dalam merealisasikan mimpi, ada pula yang baru sebatas angan tapi sudah memulai dari garis start. Ini pula yang telah saya lakukan dengan segala mimpi besarku. Ada yang masih saya mulai dari garis start, ada pula yang sudah sampai beberapa langkah meninggalkan garis start. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya adalah mahasiswa jurusan Sistem Informasi (fakultas komputer) di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, tepatnya di Universitas Pelita Harapan Surabaya. Mimpi terbesar menjadi seorang pebisnis online yang benar-benar menggeluti dunia maya, selain berangkat dari hobi hal ini juga sesuai dengan jurusan saya di kampus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari bisnis online ini yang paling utama adalah pandangan kedepan saya tentang masa depan desa saya di sebuah perkampungan kecil yang cukup terbelakang di pulau Madura, Kabupaten Sampang, Kecamatan Kedundung, Desa Pajeruan. Bisnis online bagi saya adalah bisnis orang-orang masa depan dengan target-target inovatif dalam merealisasikan gagasannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah-langkah awal sudah saya mulai dengan menghubungi dosen wali, kalau suatu ketika saya menemukan kendala-kendala dalam membangun website impian saya tersebut saya bisa langsung meminta bantuan dosen waliku. CMS &lt;i&gt;(Content Management System)&lt;/i&gt; saya akan menggunakan Joomla, sementara untuk hosting dan domain tentu saya menyewa hosting dan domain Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Website impian itu adalah website penyimpanan file, baik berupa teks, MP3, video, program, dll. Di website tersebut nantinya pengguna akan dibebaskan menyimpan file apa saja, kecuali hal-hal yang berbau pornografi. Penyensoran ini dilakukan guna mempersempit ruang gerak peredaran file pornografi yang semakin memprihatinkan belakangan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situs impian itu saya rancang untuk berbagi-pakai, siapapun boleh menyimpan file di situs tersebut dan siapapun boleh mendownloadnya, tanpa &lt;i&gt;embel-embel&lt;/i&gt; menunggu dan bebas mendownload berapa (file) saja tanpa ada batas download. Semua akan saya samaratakan, tidak ada istilah anggota premium atau anggota biasa, karena saya memang tidak akan membuka pendaftaran anggota premium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ide ini muncul karena seringnya saya mendownload file di situs-situs penyimpnan yang membatasi download dalam satu waktu dan selalu menunggu dengan batas yang telah ditentukan masing-masing admin situs tesebut. Selain itu masih ada pelainan anggota antara anggota premuim dan anggota biasa dalam mengakses ke situs tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberdayaan situs impian saya ini untuk langkah awal murni dari perolehan iklan, di situs impian itu saya akan membuka &lt;i&gt;space&lt;/i&gt; iklan. Dengan berbagai kebebasan yang saya tawarkan diatas, saya yakin situs impian saya ini akan menjadi situs penyimpanan favorit dikalangan pengguna&lt;a&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt;. Maka disitulah nilai jual situs impian saya semakin tinggi, dan untuk memberdayakannya tidak perlu membuka pendaftaran anggota premium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Akhir Kata&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali lagi ke desa terpencil saya. Sebenarnya ini adalah proyek masa depan saya. Kalau saya sukses dengan situs impian ini, saya akan melebarkan sayap untuk bisnis online lainnya yang sekiranya nanti bisa menghasilkan banyak uang dan mampu menghidupi keluarga (kalau saya sudah punya istri) di kampung. Karena saya merantau (menimba ilmu) ke Surabaya untuk kembali lagi ke kampung halaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya yakin, mimpi ini akan saya raih setelah lulus kuliah nanti. Setelah saya pulang ke kampung halaman saya dengan bekal yang cukup, saya akan mengajarkan &lt;a href="http://www.telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt; bagi anak-anak kampung di desa saya. Impian saya memang menjadikan kampung saya yang terpencil itu sebagai "kampung &lt;a href="http://www.telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk awal-awal membangun "kampung &lt;a href="http://www.telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt;" ini mungkin saya masih belum memakai &lt;a href="http://www.telkomspeedy.com/"&gt;internet&lt;/a&gt; kabel. Selain kampung saya masih terisolasi baik listrik (satu meteran untuk satu kampung), dan semacamnya, juga belum terjangkau oleh &lt;a href="http://store.telkomspeedy.com/"&gt;telkom speedy.&lt;/a&gt; Mungkin saya masih bergantung sama sinyal provider kartu GSM. Tapi saya tetap optimis, kelak kampung saya akan terjangkau &lt;a href="http://store.telkomspeedy.com/"&gt;telkom speedy.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai kampung saya, sekarang saya sudah punya prinsip; &lt;i&gt;kampung saya boleh tetinggal dari modernisasi dunia nyata, tapi tidak untuk medernisasi di dunia maya.&lt;/i&gt; Amien..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Artikel ini diikutsertakan dalam &lt;a href="http://telkomspeedy.com/node/440"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt; “Resolusi Juara” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;yang diselenggarakan oleh &lt;a href="http://telkomspeedy.com/"&gt;Telkom Speedy&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-476816319426397760?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/476816319426397760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2012/01/projek-masa-depanku-di-mulai-pada-tahun.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/476816319426397760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/476816319426397760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2012/01/projek-masa-depanku-di-mulai-pada-tahun.html' title='Proyek Masa Depanku di Mulai pada Tahun 2012'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6203928041208273686</id><published>2012-01-01T07:11:00.000-08:00</published><updated>2012-01-01T08:44:01.703-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger'/><title type='text'>AMDK Jangan Eksploitasi Sumber Mata Air</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vUf6GABchNc/TwB8Vupqs5I/AAAAAAAAAPE/SHCcEFEaQEo/s1600/online-banner-new-rev.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692686641738199954" src="http://3.bp.blogspot.com/-vUf6GABchNc/TwB8Vupqs5I/AAAAAAAAAPE/SHCcEFEaQEo/s320/online-banner-new-rev.jpg" style="float: left; height: 309px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; margin-top: 0px; width: 267px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Untuk Info Selengkapnya Klik &lt;a href="http://lestariairku.dagdigdug.com/"&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="http://lestariairku.dagdigdug.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita sepakat bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada air. Kehadirannya menjamin kehidupan dan pertumbuhan manusia dan seluruh makhluk hidup di muka bumi ini. Ketiadaannya menjadi pertanda bagi kematian dan kehancuran. Air adalah suatu realitas tak terbantahkan dalam keberlangsungan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mempunyai siklus perputaran sendiri yang berada di luar nalar kita. Hujan yang turun untuk semua orang, baik kaya maupun miskin, mengingatkan kita bahwa penciptaan adalah sebentuk karunia yang dipercayakan kepada kita untuk dijaga. Bukan milik perorangan atau atau milik suatu perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tertentu. Air dalah hadiah gratis dari Tuhan demi kebaikan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenyataannya sekarang berbanding terbalik dengan realita yang ada, air bersih seakan menjadi paten perusahaan AMDK yang seenaknya mengeksploitasi sumber mata air di pegunungan. Seperti kasus eksploitasi air bersih oleh perusahaan AMDK yang terjadi di Cianjur, catatan dari Balai Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Pertambangan dan Energi Wilayah Pelayanan I Cianjur, bahwa perusahaan-perusahaan  Air Minum Dalam Kemasan  (AMDK) itu mengambil air tanah dalam sebanyak 449.141 meter kubik per bulan atau 5,389 juta meter kubik per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah lagi, ketika musim kemarau tiba perusahaan AMDK semakin menggila merampas sumber penghidupan masyarakat Cianjur, karena semakin banyaknya permintaan konsumen. Pasalnya, pengambilan air pada musim kemarau semakin meningkat sesuai permintaan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak eksploitasi air bersih AMDK ternyata tidak hanya berdampak buruk pada keringnya sumber mata air. AMDK juga banyak menyumbang terhadap pengrusakan alam di pegunungan. Selain itu juga semakin menipisnya lahan mata pencaharian masyarakat kecil dengan cara alih fungsi lahan secara besar oleh AMDK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini (telah) benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa Caringin, Kabupaten Sukabumi. Lima perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)  yang terdapat di desa Caringin telah banyak “merampas” sawah milik warga desa Caringin, demi kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan keberadaan sumber air, sekaligus untuk memperluas skala usahanya di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional akhir tahun 2010, kebutuhan pihak perusahaan-perusahaan AMDK tersebut telah mendorong terjadinya pembelian lahan sawah milik warga desa Caringin. Hal ini berpotensi mendorong terjadinya alih fungsi lahan secara besar, yaitu total seluas 5,5 ha. (Endang Indirati, 23/12/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya air yang dieksploitasi adalah air permukaan. Tapi stelah itu eksploitasi terhadap sumber mata air akan merambat (dilakukan pengeboran) ke jalur air bawah tanah dilakukan menggunakan mesin bor tekanan tinggi. Sudah pasti, kualitas dan kuantitas sumberdaya air di wilayah itu akan menurun drastis, dan pada akhirnya akan mengalami kekeringan secara totol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeringan ini akan melanda dimana saja, dimana perusahaan AMDK berada. Hal ini bisa kita buktikan berdasarkan kasus di desa Caringin, yang menurut sebuah studi tentang sumber daya air tanah yang dilakukan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan, Departemen Energi dan Sumber daya Mineral pada tahun 1998, ternyata debit sumber air yang dieksploitasi oleh salah satu perusahaan AMDK di desa Caringin tersebut, mencapai 200 liter per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita banyangkan betapa kejamnya perusahaan AMDK tak bertanggung jawab ini terhadap keberlangsungan hidup masyarakat di suatu desa tersebut, dan keberlangsungan hidup manusia di muka bumi ini pada umumnya. Sementara kebutuhan air bersih, baik di Jakarta maupun di Jawa Timur, semakin hari semakin tinggi. Seperti di Jakarta, menurut Prof. Ir. Joni Hermana, MscES, Ph.D (dekan fakultas teknik sipil dan perencanaan, ITS), bahwa di ibu kota negara itu hanya mampun menyediakan air 2,2% di antara total populasi yang mencapai 8,8 juta orang. Sisanya, 97% memanfaatkan air tanah yang seharusnya tidak boleh karena bisa membuat tanah ambles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pulau Jawa, masih menurut Prof. Ir. Joni Hermana, MscES, Ph.D, sumber mata air semakin menipis. Sementara kebutuhan air bersih setiap penduduk Jawa rata-rata 4.500 meter kubik per tahun. Tapi yang terdipenuhi (karena saking banyaknya penduduk Jawa) hanya 1.700 meter kubik per orang per tahun. Dari perbandingan data tersebut, bisa dikatakan bahwa Pulau Jawa mengalami krisis air, karena &lt;i&gt;supply &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;demand &lt;/i&gt;tak seimbang. (Jawa Pos, 22/12/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak memiliki alternatif terhap air. Oleh Karena itu, penyediaan barang-barang pokok dengan tetap melestarikan hutan kita menjadi harga mati. Selain itu, masyarakat harus bersatu padu untuk tidak membiarkan begitu saja kepada kekuatan-kekuatan pasar AMDK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air tidak dapat diperlakukan sebagai sekadar komoditas di antara pelbagai komoditas yang lain. Dan seharusnya perusahaan AMDK menyadari hal itu, menyadari bahwa betapa penting mempertahankan dan memelihara harta milik umum seperti, sumber mata air, alam lingkungan, dan lingkungan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagi banyak orang, air tidak dapat dipikirkan sebagai sebuah “komoditas” semata yang harus dibeli dan dijual. Air itu berlandas pada kebutuhan-kebutuhan dasar manusia yang tidak terjangkau logika pasar.&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6203928041208273686?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6203928041208273686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2012/01/amdk-jangan-eksploitasi-sumber-mata-air.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6203928041208273686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6203928041208273686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2012/01/amdk-jangan-eksploitasi-sumber-mata-air.html' title='AMDK Jangan Eksploitasi Sumber Mata Air'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vUf6GABchNc/TwB8Vupqs5I/AAAAAAAAAPE/SHCcEFEaQEo/s72-c/online-banner-new-rev.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8529154167358662255</id><published>2011-12-25T07:10:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T22:11:17.478-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI'/><title type='text'>Menyederhanakan Hedonisme Anggota DPD RI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LYxxmxFM4Ss/Tvc9Sn1kdSI/AAAAAAAAAOc/Y1PPu_9eLcw/s1600/Microsite%2BLomba%2BBlog%2Bdan%2BTwit%2BDPD%2BRI.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 60px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LYxxmxFM4Ss/Tvc9Sn1kdSI/AAAAAAAAAOc/Y1PPu_9eLcw/s400/Microsite%2BLomba%2BBlog%2Bdan%2BTwit%2BDPD%2BRI.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690084044346520866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI, hal pertama yang akan saya lakukan (selain memberi contoh) adalah memperbaiki gaya hidup pemerintah yang selalu hedonis, karena selama ini Anggota DPD RI lupa akan tugasnya dikarenaka pola pikir mereka yang selalu beorientasi pada materi semata. Sikap sederhana dalam diri Anggota DPD RI sekarang sudah tidak mempunyai bekas sama sekali, bahkan mereka seakan-akan sudah tidak lagi mengenal pahlawan yang bernama Mohammad Natsir atau pun Soekarno, yang selalu hidup sederhana selama memperjuangkan Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah keironisan ketika kita melihat tingkah laku pemerintah sekrang, dulu semasa menjadi aktvis selalu memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Tapi ketika menduduki kursi di pemerintahan, entah kenapa tiba-tiba jiwa aktivis mereka yang selalu sederhana itu menjadi hilang seketika dan berubah menjadi hedonis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semuanya total berubah, jam tangan rolex yang harganya puluhan juta, hingga jas yang harganya mencapai 15 juta, dasi, sepatu dan semua pernak pernik yang melekat di tubuhnya. Nongkrongnya pun tidak lagi di warung pinggir jalan kaki lima seperti ketika menjadi aktivis dulu. Sekarang tidak mau kalau bukan di hotel bintang lima.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka benar-benar mengucapkan “selamat tinggal” terhadap dunia aktivisnya dan definisi sederhana pun mereka punya persepsi sendiri. Kesederhanaan justru dianggap sebagai kebodohan, orang dengan pandangan seperti ini menjadikan hedonisme sebagai tolak ukur dari kapasitas seseorang dan capaian sebuah kesuksesan dalam hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan baru bernama hedonisme sudah menjalar ke sendi-sendi kehidupannya. Bisa dikatakan tak satu pun Anggota DPD RI sekarang hidup dalam kesederhanaan. Hidonesme sudah menjadi beban moral antar pejabat lainnya tanpa memperhatikan tolak ukur dalam persepektif masyarakat bawah. Inilah yang menjadi cikal bakal dari mental korupsi, tuli dan buta terhadap penderitaan rakayat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan hidup sederhana tak pernah menemukan tempat dalam hidup keseharian Anggota DPD RI. Mobil mewah, gelimang harta dan korupsi sudah menjadi tren di kalangan Anggota DPD RI. Inilah realita yang tak pernah terselesaikan secara tuntas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parahnya, selama ini tak ada pencegahan dari pihak pemerintah sendiri untuk menyederhanakan perilaku hedonis ini. Padahal cikal-bakal mental korupsi Anggota DPD RI berawal dari perilaku hedonis yang selalu ingin menumpuk kekayann atau malah mereka yang selalu terlilit hutang karena perilakunya yang hedonis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia yang tak kunjung sejahtera sudah seharusnya membentuk kode etik DPD RI yang disusun secara komprehensif-integral, menyangkut aturan-aturan baku dan tertulis mengenai perbuatan baik dan buruk, pantas tidak pantas, elok atau tidak elok, sopan atau tidak sopan serta apakah memenuhi nilai-nilai moral keagamaan atau adat istiadat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu budaya organisasi dalam sebuah partai harus memprioritaskan tauladan yang telah diberikan para pendiri bangsa agar menjadi acuan. Jika hal ini terlaksana, maka bisa dipastikan bahwa kode etik para pendiri bangsa ini akan menjadi tata aturan yang dapat digunakan oleh Anggota DPD RI agar berkehidupan sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intinya, ideologi pancasila adalah pemahaman paling utama dalam kehidupan Anggota DPD RI. Pancasila sebagai falsafah, kebudayaan, apalagi sebagai nilai-nilai &lt;i&gt;intrinsic&lt;/i&gt; dalam kehidupan pemerintah agar tidak terjebak kedalam lembah hedonisme, liberalisme dan kapitalisme apalagi materialisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;*) Artikel ini diikut sertakan dalam lomba penulisan blog &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;dan twit &lt;a href="http://lomba.dpd.go.id/?s=102"&gt;"Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8529154167358662255?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8529154167358662255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/12/menyederhanakan-hedonisme-anggota-dpd.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8529154167358662255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8529154167358662255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/12/menyederhanakan-hedonisme-anggota-dpd.html' title='Menyederhanakan Hedonisme Anggota DPD RI'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LYxxmxFM4Ss/Tvc9Sn1kdSI/AAAAAAAAAOc/Y1PPu_9eLcw/s72-c/Microsite%2BLomba%2BBlog%2Bdan%2BTwit%2BDPD%2BRI.png' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2618712335894128741</id><published>2011-12-06T04:33:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T04:44:29.967-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahmad Darmawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIMNAS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wim Rijsbergen'/><title type='text'>Saat Mengusir Wim Rijsbergen</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IVIGYjzZkZo/Tt4L8q67w1I/AAAAAAAAANs/al2_Dbhp-Vs/s1600/RAHMAD%2BDARMAWAN.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-IVIGYjzZkZo/Tt4L8q67w1I/AAAAAAAAANs/al2_Dbhp-Vs/s320/RAHMAD%2BDARMAWAN.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682992916729676626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat Mengusir Wim Rijsbergen dari dunia per-sepak bola-an nasional. SDM kita untuk melatih Bambang Pamungkas dkk sudah cukup mumpuni dari pada seorang Wim Rijsbergen yang tak pernah menyisihkan prestasi selama melatih TIMNAS (malah sebaliknya bikin pemain stress). Sudah berkali-kali rakayat Indonesia memberi kesempatan dan menaruh harapan besar kepada Wim Rijsbergen, tapi hasilnya tetap &lt;i&gt;nihil&lt;/i&gt; dan malah semakin menambah kekesalan terhadap sikap Wim Rijsbergen ketika di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah faktor tidak majunya per-sepak bola-an di negara kita, pemerintah kita tidak menghargai "bibit-bibit unggul" nusantara. Kita punya banyak pemain bertalenta tinggi, tapi PSSI malah &lt;i&gt;getol&lt;/i&gt; menaturalisasi pemain dari luar. Implikasinya, pemain yang kita punya dengan kualitas tinggi tidak terjamah sedikipun meski sebenarnya kemampuan mereka melebih pamain naturalisasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita kembali ke masalah Wim Rijsbergen. Soal pelatih PSSI juga buta (dibutakan uang) akan potensi yang dimiliki negeri ini. PSSI seakan tidak (mau) melihat kemampuan Rahmad Darmawan yang sudah mampu mengantarkan TIMNAS Junior menjadi juara II di SEA GAMES 2011 kemaren. Entah karena faktor apa PSSI tidak memilih Rahmad Darmawan sebagai palatih TIMNAS Senior.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan Rahmad Darmawan dalam mengatur strategi dilapangan hijau semakin tampak ketika TIMNAS menjamu klub elit Amerika LA Galaxy yang hanya mengungguli 0-1 atas pemain TIMAS kita. Pertandingan itu menyisakan banyak kekaguman terhadap seorang Rahmad Darmawan karena mampu mengoptimalkan permainan antara TIMNAS Junior dan TIMNAS Senior yang dikolaborasi dalam satu lapangan hijau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelatih kita (Rahmad Darmawan) lebih layak melatih TIMNAS dari pada Wim Rijsbergen. Karena pelatih lokal mampu menciptakan komunikasi yang baik dengan pemain, yang hal ini sangat berpengaruh terhadap performa pemain ketika di lapangan. Kesuksesan pemain dilapangan hijau kuncinya adalah komunikasi yang searah. Dengan satu bahasa saja akan mampu menciptakan komunikasi yang baik dan memungkinkan lahirnya pola hubungan emosional antara pelatih-pemain layaknya bapak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka tak ada alasan lagi untuk tidak menggantikan Wim Rijsbergen dengan Rahmad Darmawan. Petinggi-petinggi PSSI sudah terlalu berdosa terhadap rakyat Indonesia dan khususnya pemain sepak bola kita.&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2618712335894128741?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2618712335894128741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/12/saat-mengusir-wim-rijsbergen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2618712335894128741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2618712335894128741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/12/saat-mengusir-wim-rijsbergen.html' title='Saat Mengusir Wim Rijsbergen'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-IVIGYjzZkZo/Tt4L8q67w1I/AAAAAAAAANs/al2_Dbhp-Vs/s72-c/RAHMAD%2BDARMAWAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6574541446130519028</id><published>2011-11-30T00:44:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T01:43:00.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AustralianAID'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vivanews'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GoVlog'/><title type='text'>(GoVlog) Revitalisasi Pendampingan Terhadap Penderita HIV/AIDS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.vivanews.com/aids_govlog"&gt;&lt;img src="http://www.vivanews.com/appaux/images/aids_govlog/aids-govlog.jpg" height="300" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kompleksitas permasalahan HIV/AIDS di Indonesia erat kaitannya dengan kemiskinan. Sejak tahun 1997 sejalan dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia, pengidap HIV/AIDS terus menunjukkan peningkatan yang hingga saat ini belum teratasi dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewasa ini status Indonesia sudah berubah dari negara dengan kategori prevalensi HIV/AIDS  rendah menjadi negara dengan kategori epidemi terkonsentrasi, seperti di Papua, Bali, DKI Jakarta, Provinsi Riau, Jawa Timur dan Jawa Barat. Data epidemiologis dari Biro Perencanaan Kementrian Sosial RI menunjukkan bahwa penularan HIV di Indonesia sejak tahun 1995 semakin memprihatinkan. Kenaikan jumlah kasus-kasus baru yang tertular HIV meningkat sangat tajam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara data dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan oleh M. Subuh, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 25 November 2011 lalu memperkirakan sebanyak lebih dari 200.000 penduduk Indonesia menderita penyakit HIV/AIDS, dengan total populasi 240 juta, Indonesia memiliki prevalensi HIV 0,24 persen dengan estimasi ODHA 186.000. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data itu mungkin masih lebih besar dan bisa mencapai lebih dari 200.000. Parahnya, separuh dari penderita itu adalah anak-anak muda yang berusia diantara 15 – 24 tahun. Namun hanya satu dari lima yang berada dalam resiko tinggi mempunyai akses terhadap pencegahan serangan virus yang tidak ada obatnya itu. Perlakuan diskriminatif terhadap perempuan dan anak-anak muda yang menderita HIV/AIDS masih terdapat di mana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Data ini tentu menjadi tantangan serius dalam pemberantasan HIV/AIDS nasional, apalagi di tahun-tahun mendatang tantangan yang dihadapi dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS semakin besar dan rumit sehingga diperlukan strategi baru untuk menghadapinya. Selain itu juga diperlukan paradigma baru dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia dari upaya yang terfragmentasi menjadi upaya yang komprehensif dan terintegrasi diselenggarakan dengan harmonis oleh pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penanggulangan penyakit menular ini tidak cukup hanya dengan mengandalkan akserelasi upaya perawatan dan pengobatan saja. Tapi yang lebih penting adalah pendampingan dan dukungan kepada penderita HIV/AIDS itu sendiri, karena bagi mereka yang baru saja teridentifikasi virus HIV/AIDS akan mengalami depresi berat, sehingga butuh orang yang dapat memotivasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendampingan pasien HIV/AIDS yang paling efektif adalah melibatkan para ODHA lama yang secara psikologis sudah cukup kuat, selain mereka sudah berpengalaman, para ODHA dalam aspek sosial-psikologis juga lebih tegar dalam menerima kenyataan sosial selama mengidap penyakit HIV/AIDS. Semangat hidup yang dimilik ODHA inilah yang perlu ditularkan kepada para pasien HIV/AIDS lainnya yang masih rapuh, khususnya mereka yang baru saja teridentifikasi virus HIV/AIDS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus-kasus yang sering terjadi dilapangan, para penderita HIV/AIDS acapkali menghadapi stigma dan diskriminasi saat mengakses jasa-jasa perawatan kesehatan. Oleh karena itu, Revitalisasi Pendampingan Terhadap Penderita HIV/AIDS dipandang sangat perlu agar hak-hak asasi mereka atas perawatan kesehatan dapat terpenuhi dan dilindungi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melibatkan Orang-orang dengan HIV/AIDS dalam penanggulangan epidemi, perlu untuk memberikan pandangan yang lebih manusiawi terhadap HIV/AIDS di masyarakat umum, selain juga sebagai advokasi efektif dalam mengatasi stigma dan diskriminasi. Kita tidak selamanya bisa mengandalkan tindak nyata pemerintah, kesadaran masyarakat dan kerjasama yang baik dalam memperlakukan penderitan HIV/AIDS secara manusia adalah langkah paling efektif dalam memerangi penyakit menular HIV/AIDS ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerjasama yang baik haruslah bukan hanya pekerjaan ODHA dalam melakukan pendampingan, tapi juga keterlibatan masyarakat (normal) lainnya dalam memberikan perawatan dan dukungan/pendampingan bagi orang dengan HIV/AIDS positif, mengurangi diskriminasi dan stigma negatif, meningkatkan keterlibatan orang dengan HIV/AIDS dalam penanggulangan epidemi merupakan prioritas pemerintah, donor dan LSM, serta kelompok-kelompok pendukung orang HIV/AIDS positif dan masyarakat bawah pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika hal ini berjalan dengan baik, maka dengan mudah kita menjalankan akselerasi pencegahan baik dilingkungan sub-populasi berperilaku risiko tinggi maupun dilingkungan sub-populasi berperilaku risiko rendah dan masyarakat umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Catatan Akhir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;HIV/AIDS adalah permasalahan nyata, kita tidak bisa memungkirinya, yang perlu dilakukan adalah memperkecil penyebarannya. Setidaknya kita bisa memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang tertular HIV/AIDS agar tetap dapat hidup produktif serta mengurangi beban sosial-psikologis yang dialaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang positif HIV/AIDS cenderung tertutup dan takut untuk membuka jati dirinya termasuk kepada orang terdekat sekalipun. Jika si penderita HIV/AIDS mengatahui dirinya positif terjangkit HIV/AIDS, ada dua kemungkinan terbesar yang sering dilakukan oleh mereka, yaitu bunuh diri atau menularkan (bagi para PSK) kepada para pelanggannya sebanyak-banyaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka disinilah letak urgensi komunikasi yang harmonis dengan penderita HIV/AIDS untuk bisa membangkitkan semangat hidup mereka. Tujuan pendampingan terhadap mereka yang positif mengidap HIV/AIDS ini lebih mengacu pada motivasi hidup agar mereka tetap bersemangat melanjutkan hidup. Selain itu pendampingan yang efektif akan mampu melakukan perubahan mental dan perilaku, baik di kalangan pekerja seks komersial (PSK) maupun pengguna narkoba.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain pendampingan secara sosial, pendampingan secara hukum oleh pemerintah juga sangat pentinga bagi ODHA, agar masyarakat tidak mengucilkan keberadaan ODHA, karena selama ini hanya sebatas himbauan saja kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan para ODHA. Mengingat kondisi tersebut, maka setiap kabupaten/kota harus mengeluarkan peraturan daerah yang tegas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Daftar Bacaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. &lt;a href="http://www.tempo.co/read/news/2011/11/25/173368488/Pengidap-HIVAids-Indonesia-Mencapai-200-Ribu"&gt;http://www.tempo.co/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;a href="http://perencanaan.depsos.go.id/dtbs/slot/analisis/renstra_kl/06190513112007_Bab%203-6.pdf"&gt;http://perencanaan.depsos.go.id/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;*) artikel ini diikut sertakan dalam &lt;a href="http://www.vivanews.com/aids_govlog"&gt;"Lomba Blog Tentang Remaja dan HIV/AIDS"&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Oleh Vivanews.com (GoVlog) dan Australian AID&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nama    : Moh. Kholil Aziz SN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Domisili: Surabaya - Jawa Timur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Postingan di Twitter&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lTAC6DC8SrY/TtX1cvuggPI/AAAAAAAAANU/T0odrSIxLnI/s1600/Twitter%2B-%2BHome.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-lTAC6DC8SrY/TtX1cvuggPI/AAAAAAAAANU/T0odrSIxLnI/s320/Twitter%2B-%2BHome.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680716379194425586" style="cursor: pointer; width: 320px; height: 130px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Follow&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-AqxpIV7UOb8/TtX1z2UFiyI/AAAAAAAAANg/LgLgY3kQ2nc/s1600/Twitter%2B-%2BPeople%2B%2540Kholil_Aziz%2Bis%2Bfollowing..png" style="text-align: left; " onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-AqxpIV7UOb8/TtX1z2UFiyI/AAAAAAAAANg/LgLgY3kQ2nc/s320/Twitter%2B-%2BPeople%2B%2540Kholil_Aziz%2Bis%2Bfollowing..png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680716776099646242" style="cursor: pointer; width: 320px; height: 159px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6574541446130519028?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6574541446130519028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/11/revitalisasi-pendampingan-terhadap.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6574541446130519028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6574541446130519028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/11/revitalisasi-pendampingan-terhadap.html' title='(GoVlog) Revitalisasi Pendampingan Terhadap Penderita HIV/AIDS'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lTAC6DC8SrY/TtX1cvuggPI/AAAAAAAAANU/T0odrSIxLnI/s72-c/Twitter%2B-%2BHome.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-4912364479683757945</id><published>2011-11-17T22:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T22:44:31.497-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surabaya Beatbox'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beatbox'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guitar Acoustic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Youtube'/><title type='text'>Sukses Tidak Harus Kaya dan Berprestasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/hu4kzLXaATc" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah salah jurusan atau apalah istilahnya, yang terpenting dari semua ini adalah karya yang patut dihargai. Dalam video ini yang bersangkutan (Angelo, Paul, Sondang, Yudhi Patrick) mengkolaborasikan antara lagu Pop, BeatBot, Guitar Acoustic, dan Rap. Mereka mempunyai potensi masing-masing dengan ciri khas dalam bidang yang mereka kuasai. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Music yang dibawakan dalam video ini cukup komplek kedengarannya sehingga tidak membosankan karena ada campuran musik dengan gender yang sangat kentara, yaitu perpaduan Pop, BeatBot, Guitar Acoustic, dan Rap, namun tetap dalam perpaduan yang indah. Video ini memang amatiran, tapi jangan sini dengan hal-hal kecil seperti ini, karena karya yang besar bukan hanya karya yang menggemparkan, tapi karya yang senantiasa terus bertambah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya yang besar tidak sesempit dalam pemaknaan kemenangan sebagai makna sukses, bukan pula hanya berhasil melakukan sesuatu yang besar, tapi juga sesuatu yang kecil dan remeh, dan hal itu terus dikembangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selam ini kita sering salah menginterpretasikan makna sukses itu sendiri. Kita terjebak dengan doktrin bahwa sukses itu hanyalah mereka yang bergelimang harta dan meraka yang penuh prestasi. Soal prestasi, saya sendiri bukan mau menafikan, tapi kita seringkali menganggap mereka orang-orang yang tidak punya prestasi. Meski sebenarnya mereka punya potensi namun tidak tersalurkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita memang sulit mengubah pendefinisian yang sudah menjadi doktrin dan melekat di alam bawah sadar masing-masing, tapi setidaknya kita mulai membuka mata. Bahwa sukses dan kemenangan itu tidak seseimpit yang kita tahu selama ini. Banyak orang sukses, seperti halnya mereka yang sukses membwa hidupnya lebih santai dan tidak terbelenggu dengan berbagai hal tidak pentinga dan tidak terkekang dengan keberadaan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemenangan sebagai makna sukses tidak mensyaratkan adanya keberhasilan dalam melakukan sesuatu (seperti halnya dalam lagu dangan video amatiran ini). Apa pun yang kita alami jika kita anggap sebagai kemenangan, maka hal itu adalah kemenangan dalam berkarya. Kemenangan yang membawa kebahagiaan itu terletak pada perasaan subyektif kita masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan jika kemenangan yang kita persepsikan sebagai keberhasilan dalam melakukan sesuatu, maka kita perlu menganggap keberhasilan itu bukan dalam melakukan sesuatu yang besar. Tapi melakukan sesuatu yang kecil namun berkualitas dan terus difollow up secara terus menerus. Karena hal itu akan menjadi karya yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetaplah semangat kawan..&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-4912364479683757945?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/4912364479683757945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/11/sukse-tidak-harus-kaya-dan-berprestasi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4912364479683757945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4912364479683757945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/11/sukse-tidak-harus-kaya-dan-berprestasi.html' title='Sukses Tidak Harus Kaya dan Berprestasi'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/hu4kzLXaATc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-32398849180605163</id><published>2011-11-12T03:17:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T03:22:30.167-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIMNAS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qatar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wim Rijsbergen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krisis'/><title type='text'>Apa yang Bisa Kita [Indonesia] Banggakan?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wWgHJ97wuN8/Tr5WjUFIVyI/AAAAAAAAAM8/5MfkByGyEWE/s1600/wim-rijsbergen-_110905145340-456.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wWgHJ97wuN8/Tr5WjUFIVyI/AAAAAAAAAM8/5MfkByGyEWE/s320/wim-rijsbergen-_110905145340-456.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674067745219041058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh mengecewakan sekali permainan TIMNAS kita saat melawan Qatar. Indonesia kalah 4-0 kosoang tanpa ampun. Berbagai upaya pemain untuk (minimal) menyamakan scor pun tidak membuahkan hasil. Bahkan sang penjaga gawang Hendro Kartiko sampai emosi dan akhirnya diganjar dengan kartu kuning oleh wasit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun yang paling mengecewakan adalah sikap pelatih TIMNAS (Wim Rijsbergen) yang seakan tidak gairah memimpin TIMNAS saat melawan Qatar. Bisa kita bayangkan, sepanjang pertandingan Wim Rijsbergen hanya duduk manis memperhatikan penderitaan pemain TIMNAS yang berusaha mati-matian menyeimbangkan scor, dan akhirnya tidak membuahkan hasil sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Publik sangat kecewa dengan sikap Wim Rijsbergen yang sok dingin ini, bahkan sampai penyiar sepak bolanya sendiri sangat menyayangkan hal itu, sikap diamnya tanpa memberikan arahan satu kali pun kepada pemain TIMNAS sepanjang permainan berlangsung hingga permainan berakhir dengan scor yang sangat mengecewakan, yaitu 4-0.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tidak kecewa dengan Wim Rijsbergen disaat-saat seperti ini. TIMNAS jauh-jauh pergi ke Qatar dengan harapan membawa kemenangan, tapi kenyataannya sangat berbeda jauh dengan prediksi sebelumnya. Ternyata Wim Rijsbergen hanya jago memarahi dan mencela (bahkan mencela negara ini) pemain TIMNAS kita tanpa bisa memberikan strategi bagus dalam menaklukkan lawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia benar-benar dalam masa krisis, krisis pemimpin yang benar-benar ingin memajukan negara Indonesia tanpa embel-embel kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Pemimpin PSSI pun harus dirombak, agar dalam memilih pelatih tidak berdasarkan dorongan kelompok yang tidak memikirkan persepakbolaan Indonesia, yang akhirnya berakibat fatal seperti sekarang ini, karena telah memilih pelatih seperti Wim Rijsbergen.&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-32398849180605163?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/32398849180605163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/11/apa-yang-bisa-kita-indonesia-banggakan.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/32398849180605163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/32398849180605163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/11/apa-yang-bisa-kita-indonesia-banggakan.html' title='Apa yang Bisa Kita [Indonesia] Banggakan?'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wWgHJ97wuN8/Tr5WjUFIVyI/AAAAAAAAAM8/5MfkByGyEWE/s72-c/wim-rijsbergen-_110905145340-456.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-105969529444681053</id><published>2011-11-02T10:06:00.000-07:00</published><updated>2011-11-02T10:22:26.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejahatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tilang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyrakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembunuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sombong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Fenomena Kekerasan Polisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-c31DUzpatbI/TrF5C2dD3bI/AAAAAAAAAMw/E_aOhXbIDaQ/s1600/65905_karikatur_obama_chimp_di_new_york_post.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-c31DUzpatbI/TrF5C2dD3bI/AAAAAAAAAMw/E_aOhXbIDaQ/s320/65905_karikatur_obama_chimp_di_new_york_post.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670446495720267186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Polisi selalu identik dengan perangai egois dan semena-mena terhadap masyarakat. Aplagi mencuatnya kasus penembakan terhadap Solikin (seorang guru ngaji di Sidoarjo) hingga meninggal dunia. Polisi selalu menjadi bahan gunjingan masyarakat. Lebih mereka yang seringkali menggunakan jalan raya di perkotaan. Mulai dari asal tilang hingga asal gebuk tanpa pikir panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belakangan ini pihak kepolisian melalui media selalu menyatakan sikap akan berubah dan menjahui keburukan-keburukan dimasa lalu yang sudah kadung melekat dipikiran masyarakat. Tapi kenyataan dilapangan hal itu tidak berbanding lurus dengan apa yang digembar-gemborkan di media. Kekerasan demi kekeran yang melibatkan pihak kepolisian terus terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bergbagai kasus kekerasan yang telah terjadi sebelumnya seakan tak pernah membuat polisi berevaluasi untuk memperbaiki diri. Dimana-mana masih saja terus terjadi kekerasan yang melibatkan pihak kepolisian. Parahnya lagi, hal itu tidak pernah tersentuh hukum. Kasus kekerasan itu hanya dianggap angin lalu. Intinya, masyarakat selalu menjadi korban keangkuhan polisi dan ketidakadilan hukum yang berlaku di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus penimbakan yang dilakukan polisi terhadap guru ngaji (alm. Solikin) benar-benar diluar sifat kemanusiaan polisi yang selama ini berkampanye melindungi masayarakat. Selain tidak mengakui kesalahannya, pihak polisi juga menuduh almarhum melawan polisi dengan celurit. Lalu dimana sifat gentel sang polisi yang selalu membusungkan dada itu??? Tidak ada...!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk saat ini, pihak kepolisian (mungkin) akan bersikap dingin terhadap masyarakat. Tapi lihatlah setelah waktu berjalan lagi, satu bulan atau bulan lagi. Kekerasan terhadap masyarakat yang tidak bersalah (sekalipun) oleh pihak polisi akan terulang lagi. Ini mengaca pada kasus-kasus sebelumnya. Polisi selalu bicara akan mengubah sifat-sifat buruknya itu. Tapi kenyatannya apa yang terjadi. Kekerasan demi kekerasan itu terus terjadi, seakan sudah menjadi kebiasaan buruk polisi kita.&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-105969529444681053?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/105969529444681053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/11/fenomena-kekerasan-polisi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/105969529444681053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/105969529444681053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/11/fenomena-kekerasan-polisi.html' title='Fenomena Kekerasan Polisi'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-c31DUzpatbI/TrF5C2dD3bI/AAAAAAAAAMw/E_aOhXbIDaQ/s72-c/65905_karikatur_obama_chimp_di_new_york_post.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5695427701060128763</id><published>2011-10-31T01:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T01:54:22.513-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reshufle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mentri'/><title type='text'>Ketika Pemerintah Tidak Punya Kerjaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-aJcrtR4G3SM/Tq5iAZNKUeI/AAAAAAAAAMk/cHMEJjNN1Mw/s1600/kartun.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-aJcrtR4G3SM/Tq5iAZNKUeI/AAAAAAAAAMk/cHMEJjNN1Mw/s320/kartun.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669576739811643874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isu reshuffle dan impor pangan dipenghujung tahun 2011 ini seakan menjadi pekerjaan berat bagi pemerintah. Kebiasaan pemerintah kita dalam mengalihkan isu publik sudah menjadi hal biasa. Apalagi saat-saat nama baiknya terancam terpuruk oleh berbagai kebobrokan-kebobrokan yang disebabkan oleh dirinya sendiri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isu reshuffle dan impor pangan diangkat tidak lebih dari sekedar guyonan pemerintah saja. Lihat saja sistem reshuffle yang telah dilakukan pemerintah kita, hanya geser sana geser sini dan mencopot salah satu mentri yang tidak cocok secara pribadi meski secara kenegaraan kinerjanya cukup baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isu reshuffle dan impor pangan diangkat ketika pemerintah sudah tidak punya pekerjaan lagi. Dalam artian isu ini hanya sebagai tameng bahwa pemerintah selalu sibuk mengurusi negara ini. Dan yang terpenting agar masyarakat tidak punya kesempatan untuk menuntut kinerja pemerintah, karena nantinya juga akan disibukan dengan isu-isu kosong buatan pemerintah sendiri. Sungguh ironis negeri ini.!! &lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5695427701060128763?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5695427701060128763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/10/ketika-pemerintah-tidak-punya-kerjaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5695427701060128763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5695427701060128763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/10/ketika-pemerintah-tidak-punya-kerjaan.html' title='Ketika Pemerintah Tidak Punya Kerjaan'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-aJcrtR4G3SM/Tq5iAZNKUeI/AAAAAAAAAMk/cHMEJjNN1Mw/s72-c/kartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8116369868729579884</id><published>2011-10-05T12:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T13:01:22.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peneliti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ideologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doktrin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investigasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembunuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekerasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebencian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Situs'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Propaganda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blog'/><title type='text'>Blokir Situs Propaganda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rhbVEyreUfI/Toy21iI56II/AAAAAAAAAMU/64B6dOBndyY/s1600/website.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rhbVEyreUfI/Toy21iI56II/AAAAAAAAAMU/64B6dOBndyY/s320/website.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660099862511347842" /&gt;&lt;/a&gt;Investigasi yang dilakukan oleh banyak peneliti, bahka peneliti dari luar Indonesia menyimpulkan bahwa situs-situs yang mengatasnamakan sebagai jihad juga memiliki peran tersendiri dalam berbagai kasus bom bunuh diri yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs-situs tersebut banyak menebar propaganda kebencian dan anti keragaman agama. Selain itu juga ada segelintir situs yang memuat tutorial pembuatan bom, kisah-kisah heroik dan doktrin-doktrin kekerasan yang mengatasnamakan agama. Meski situs dan blog semacam itu diblokir satu tumbuh seribu, hendaknya pemerintah lebih giat lagi dalam memblokir/memberantasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memerangi teroris ini pemerintah tidak cukup mengandalkan kekuatan polisi saja, tapi juga mengandalkan para ahli IT dalam memblokir situ-situ dengan content menyesatkan tersebut. Juga situs-situs luar yang seringkali dibaca para teroris, yang notabene lebih extreme dalam penyebaran ideologi teroris.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8116369868729579884?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8116369868729579884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/10/blokir-situs-propaganda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8116369868729579884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8116369868729579884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/10/blokir-situs-propaganda.html' title='Blokir Situs Propaganda'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rhbVEyreUfI/Toy21iI56II/AAAAAAAAAMU/64B6dOBndyY/s72-c/website.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-1943908600583722393</id><published>2011-09-28T10:29:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T10:57:54.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Word Processor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LaTex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Google'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Formus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matematika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komputer'/><title type='text'>Mengenal Software LaTex Sang "Mathematical Formula Maker"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-oQ7QkcOcVoY/ToNfkyGvUUI/AAAAAAAAAMM/7uwAlig-sHQ/s1600/blog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oQ7QkcOcVoY/ToNfkyGvUUI/AAAAAAAAAMM/7uwAlig-sHQ/s320/blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657470642437443906" /&gt;&lt;/a&gt;Kesan pertama atau kementar pertama saat menyentuh program LaTex, program ini tidak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;friendly &lt;/span&gt;dan sepertinya program ini diperuntukkan untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;user &lt;/span&gt;menengah keatas. Bisa kita lihat cara menginstallnya saja sudah sangat susah bagi mereka yang tidak begitu mengenal komputer secara mendalam (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;new user&lt;/span&gt;), apalagi bagi mereka yang tidak pernah bersentuhan dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;comment prompt&lt;/span&gt; selama menggunakan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini terkesan mengabaikan kenyamanan penggunanya. Ini terbukati ketika saya mencoba menuliskan nama dan NPM saya untuk baris pertama dan baris kedua. Saya harus mencoba berulang-ulang kali untuk bisa menemukan caranya, itupun belum sempurna sampai sekarang. Selain itu juga dukungan menu yang tersedia masih sangat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya program ini cukup banyak manfaatnya, sepengetahuan saya yang sangat berperan program ini dibidang matematika dan rumus-rumus yang tidak bisa dikerjakan oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;word processor&lt;/span&gt; lainnya. Namun tetap sayang seribu sayang, program ini menu utamanya sangat sedikit. Ini memaksa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;user&lt;/span&gt; untuk bekerja keras menemukan caranya dengan sendirinya melalui coba-coba atau mencari tutorial yang sudah tertera di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika kita bicara tutorial software LaTex ini dan ketika kita google-ing di internet dengan kata kunci “menulis rumus matematika dengan software LaTex”, maka siap-siaplah si pengguna gigit jari karena sedikitnya (bahkan bisa dikatakan tidak) tutorial yang ada di internet, apalagi yang berbahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris pun kita akan jarang menemuinya kecuali kita berlabuh dan mengubek-ubek Wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik kesederhanaan dan kesulitan pengoprasian software LaTex ini, ternyata program &lt;span style="font-style:italic;"&gt;jadul &lt;/span&gt;ini lumayan bisa diandalkan lebih-lebih dalam menuliskan rumus-rumus matematika seperti yang saya sebutkan diatas tadi. Program ini cukup handal ketika diperintahkan untuk menulis rumus-rumus dengan kerangka-kerangka yang menurut saya selama ini hal itu (rumus matematika) hanya bisa ditulis dengan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan terakhir ketika memakai program ini saya baru menyadari bahwa rumus-rumus matematika yang menurut anggapan saya selama ini tidak mungkin bisa dikerjakan oleh komputer, ketika menggunkan software LaTex maka terjawablah sudah. LaTex memudahkan saya dalam menuliskan rumus-rumus matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, terima kasih Pak Budi yang telah mengenalkan saya dan teman-teman saya kepada software LaTex ini. Terima kasih juga atas tantangannya, meski saya dan teman-teman gagal dibabak pertama, yaitu tidak tahu cara menginstall software LaTex ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-1943908600583722393?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/1943908600583722393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/09/mengenal-software-latex-sang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1943908600583722393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1943908600583722393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/09/mengenal-software-latex-sang.html' title='Mengenal Software LaTex Sang &quot;Mathematical Formula Maker&quot;'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-oQ7QkcOcVoY/ToNfkyGvUUI/AAAAAAAAAMM/7uwAlig-sHQ/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3243922449269636628</id><published>2011-09-25T13:54:00.000-07:00</published><updated>2011-09-25T14:05:55.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ideologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepentingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Citra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korupsi'/><title type='text'>Bom Bunuh Diri dan Keterbelakangan Ideologi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-h9uUR6Q8-7A/Tn-XXf9rrQI/AAAAAAAAAL8/TLWcqFtvy4s/s1600/bomb.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-h9uUR6Q8-7A/Tn-XXf9rrQI/AAAAAAAAAL8/TLWcqFtvy4s/s320/bomb.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656406086973631746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Solo yang selama ini dikelan dengan kota damai harus menerima kenyataan pahit. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah menjadi sasaran setelah kebaktian jam 11 (25/09/11). Setelah media online menurunkan berita, pemuka agama hingga aparat negara mengutuk perbuatan sadis tidak berperikemanusiaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika Indonesia sekidit demi sedikit berusaha mengembalikan citra sebagai negara yang damai, dengan ini Indonesia harus menerima kenyataan pahit dan seakan upaya selama ini sia-sia dalam memperbaiki citra di mata dunia yang acap kali melabeli Indonesia sebagai negara "tidak aman".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenyataan ini adalah pil pahit yang harus kita telan. Indonesia masih belum aman, kendati petinggi-tinggi teroris di negeri tercinta ini sudah lama dilumpuhkan dengan usaha keras aparat kepolisian. Indonesia seakan tidak punya kemampuan dalam menumpas teroris hingga ke akarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Indonesia menjadi negara yang perlu diwaspadai bagi wisatawan asing yang mau berlibur ke Indonesia. Negara loh jinawi dengan keindahan alamnya harus rusak lagi namanya di mata dunia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keamanan dan ketentraman antar ras dan agama sepertinya akan kembali menyulut (tapi semoga saja tidak). Berbagai prasangka antar pemeluk agama sudah mulai terdengar kasak-kusuknya. Dan inilaha yang tidak pernah di harapkan selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Keterberlakangan Ideologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bom diri dengan segala motifnya tetap saja dicap sebagai tindakan tanpa pikir panjang yang selalu dibayangi utopia surgawi dengan segala isi dan bidadari-bidadari yang akan menemaninya setelah mati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bom bunuh diri semakin membuktikan ketidak berhasilan pemerintah dalam program pemerataan pendidikan. Keterbelakangan dan sulitnya akases ilmu pengetahuan oleh sebagian banyak rakyat Indonesia menjadikan rakyatnya dengan metal murahan yang maunya ingin mengambil jalan pintas dalam segala urusannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selebihnya dari doktrin tertentu. Bom bunuh diri adalah pelampiasan diri dari kefrustasian hidup yang tak pernah memberikan optimis dalam menjalani hari-hari penuh polemik para politikus kita. Mereka yang pernah memikirkan nasib rakyat dan membiarkan rakyat dalam kesengsaraan keputusasaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bom bunuh diri menjadi jalan satu-satunya untuk keluar dengan tenang dari semrawut kehidupan. Melakukan bom bunuh diri adalah mental hasil cetakan aparat negara yang tak pernah memberi kesempatan hidup lebih layak kepada mereka. Mereka frustasi dengan politik pencitraan dan perseteruan dalam mempertahankan kekuasaan hingga lupa akan nasib rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keterbelakangan ideologi yang pada akhirnya memunculkan sikap pemberontakan adalah hala lumrah ketika kita melihat kenyataan yang ada saat ini; persaingan hidup yang ketat ditengah krisis dan berbagai kebutuhan yang perlahan "membunuh" rakyat kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mental-mental yang memunculkan ideologi seperti ini sepertinya akan terus bertambah jika pemerintah kita tetap tidak mau mengubah sikapnya dalam memimpin negera ini. Pemerintah yang selalu mengandalkan kekuatan polisi akhirnya akan sia-sia saja dengan segala upaya dalam memberantas ideologi ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Lalu Apa yang Dapat Kita Lakukan?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masyarakat sudah tidak punya suara untuk memperingati pemerintah karena sudah habis teriak-teriak beberapa tahun terakhir ini tanpa mengasilkan apa-apa. Masyarakat sudah mulai acuh dengan segala tingkah pemerintah yang selalu menjadi headline news media.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun bagaimanapun kekerasan tetaplah musuh bersama. Berpegang teguh dalam satu suara harus menjadi modal utama kita dalam memerangi tindak kekerasan. Memulai dari keluarga adalah langkah kecil paling efektif dan berdampak besar dalam memerangi kekerasan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masyarakat boleh frustasi karena tingkah pemerintah yang tak pernah berpihak pada rakyat bawah. Tapi frustasi dalam memerangi kekerasan hukumnya haram. Dalam kondisi apapun kita, jika meyakini bahwa kekerasan berdampak buruk dan dapat menyebabkan ketidaktentraman antar sesama, maka dengan ini semangat memerangi kekerasan itu akan selalu berkobar.&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3243922449269636628?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3243922449269636628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/09/bom-bunuh-diri-dan-keterbelakangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3243922449269636628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3243922449269636628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/09/bom-bunuh-diri-dan-keterbelakangan.html' title='Bom Bunuh Diri dan Keterbelakangan Ideologi'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-h9uUR6Q8-7A/Tn-XXf9rrQI/AAAAAAAAAL8/TLWcqFtvy4s/s72-c/bomb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-271371106871190134</id><published>2011-09-11T10:04:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T10:14:23.048-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSSI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prestasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepak Bola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepentingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIMNAS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wim Rijsbergen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alfred Riedl'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Semacam Postingan Lambat</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3Ev8u2k6OVc/Tmzqq-kFKuI/AAAAAAAAAL0/XS-R2-AkFXA/s1600/wim%2Bvs%2Briedl.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 122px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3Ev8u2k6OVc/Tmzqq-kFKuI/AAAAAAAAAL0/XS-R2-AkFXA/s320/wim%2Bvs%2Briedl.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651149656512867042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya bukan itu masalahnya Pak. Indonesia adalah negara yang sepakboolanya sedang berkembang, ini terbukti dengan diraihnya runner up dalam piala AFF kemaren.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang paling bermasalah adalah PSSI, apalagi PSSI diisi orang-orang yang selalu mengedepankan kepentingan pribadi ketimbang masa depan TIMNAS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Negara ini terlalu banyak dihuni oleh orang-orang berkepentingan yang tak ada sangkut pautnya dengan kemajuan Indonesia. Ini sudah terbukti, Rlfred Riedl yang mampu membawa TIMNAS ke runner up di piala AFF malah dipecat dan digantikan dengan pelatih Wim Rijsbergen yang tidak jelas prestasinya itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekedar tambahan;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat Wim Rijsbergen baru-baru melatih TIMNAS Indonesia, publik sempat optimis kalau Wim Rijsbergen sehebat Alfred Riedl, apalagi saat Indonesia dapat mengalahkan Turkministan. Tapi ternyata keberhasilan itu bukanlah hasil sentuhan Wim Rijsbergen, melainkan sisa-sisa sentuhan pelatih sebelumnya, yaitu Alfred Riedl.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang paling menyakitkan bagi rakyat Indonesia saat Wim Rijsbergen diwawancarai media, Wim Rijsbergen tidak mengakui kegagalannya, dia malah menjelekkan TIMNAS, dia menyebuat bahwa timnas Indonesia tidak layak bermain di level dunia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu semua membuktikan bawah Wim Rijsbergen tidak pandai mengatur strategi sepak bola sebagai pelatih dan juga tidak bisa bicara dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-271371106871190134?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/271371106871190134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/09/semacam-postingan-lambat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/271371106871190134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/271371106871190134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/09/semacam-postingan-lambat.html' title='Semacam Postingan Lambat'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3Ev8u2k6OVc/Tmzqq-kFKuI/AAAAAAAAAL0/XS-R2-AkFXA/s72-c/wim%2Bvs%2Briedl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-4240072059853509963</id><published>2011-09-07T09:07:00.001-07:00</published><updated>2011-09-07T09:21:50.829-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Kuliah'/><title type='text'>Building a Knowledge Creating Company</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Member of Group 5&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman"&gt;&lt;em&gt;(page 60-61)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:red; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Muh. Kholil Azis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:#1f497d; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Alexs Santoso&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:#4f6228; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Erga Kandly Panginan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#e36c0a"&gt;Yohanes Pattinama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#c0504d"&gt;Sriwidarthy Minanga B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:black; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Hystory    :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:black"&gt;August, 20&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; 2011    : &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4f6228"&gt;Erga Kandly Panginan&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black"&gt;completed the translate of a part&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#4f6228"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:black"&gt;August, 20&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; 2011    : &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#e36c0a"&gt;Yohanes Pattinama&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black"&gt;complete the translate of a part&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:black"&gt;August, 22&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; 2011    : &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#c0504d"&gt;Sriwidarthy Minanga B&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black"&gt;complete the translate of a part&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;August, 27&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; 2011    : &lt;span style="color:#1f497d"&gt;Alexs Santoso&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black"&gt;complete the translate of a part&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#1f497d"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;September, 5&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; 2011    : &lt;span style="color:red"&gt;Moh. Kholil Azis&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black"&gt;complete the translate of a part&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#1f497d"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;September, 7&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; 2011    : &lt;span style="color:#4f6228"&gt;Erga Kandly Panginan&lt;/span&gt;  check the result translate of all part&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 18pt"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;English Version    :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;    &lt;span style="color:red"&gt;&lt;em&gt;In an economy where the only certainty is uncertainty, the one sure source of lasting competitive advantage is knowledge. When markets shift, technologies proliferate, competitors multiply, and products become obsolete almost overnight, successful companies are those that consistently create new knowledge, disseminate it widely throughout the organization, and quickly embody it in new technologies and products. These activities define the "knowledge-creating" company, whose sole business is continuous innovation&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:red; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;To many companies today, lasting competitive advantage can only be relized if they become knowledge-creating companies or learning organizations. That means consistently creating new business knowledge, disseminating it widely throughout the company, and quickly building the new knowledge into their products and services.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#1f497d"&gt;Knowledge – creating companies exploit to kinds of knowledge. One is explicit knowledge - data. Documents, and things written down or stored computers. The other kind is tacit knowledge – the " how – tos " of knowledge – wich resides in workers. Tacit Knowledge can often represent some of the most importan information within an organization. Often , longtime employees of a company " know " many things about how to manufacture a product , deliver the service , deal with a particular vendor , or operate an essential piece of equipment. This tacit knowledge is not recorded or codified anywhere because it has evolved in the employees mind trough years of experience. Furthermore, much of this tacit knowledge is never shared with anyone who might be in a position to record it in a more formal way because there is often little incentive to do so or simply , " Nobody ever asked ".&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:#1f497d; font-family:Times New Roman"&gt;&lt;strong&gt;As illustrated in Figure 2.15 , successful knowledge management creates techniques , technologies , systems , and rewards for getting employees to share what they know and make better use of accumulated workplace and enterprise knowledge. In that way , employees of a company are leveraging knowledge as they do their jobs&lt;span style="font-size:12pt"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 40pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(79, 98, 40); font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Making personal knowledge to others is the central activity of the knowledge-creating company. It takes place continuously and at all levels of the organization&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#4f6228"&gt;&lt;strong&gt;Know management has thus become one of the major strategic uses of information technology. Many companies are building knowledge management system (KMS)&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;to manage organizational learning and business know-how. The goal of such system is to help knowledge, whatever and whenever it's needed in an organization. This information includes processes, procedures, patents, reference works, formulas, "best practices,"forecast, and fixes. As you will see in Chapter 9, Internet and internet Web sites, groupware, data mining, knowledge bases, and online discussion groups are some of the key technologies that may be used by a KMS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:#e36c0a; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Knowledge Management system also facilitate organization learning and knowledge creation. They are designed to provide rapid feedback to knowledge workers, encourage behavior changes by employees, and significanty and its knowledge base expands, the knowledge-creating company works to integrate its knowledge into its business processes, products, and services. This integration helps the company become a more innovative and agile provider of high-quality products and costumer services, as well as a formidable competitor in the marketplace. Now let's close this chapter with an example of knowledge management strategies from the real word.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt"&gt;&lt;span style="color:#c0504d"&gt;&lt;strong&gt;It's elutive, complex, and strategically essential to every modern organization: the capture of the seemingly infinite amount of intellectual capital carried by tens of thousands of employees around the world and then using it to achive competitive advantage. London-based BAE System PLC, formerly British Aerospace, found its holy grain in its highly succeful knowledge management (KM) internet. The system is used by thousands of BAE engineers located in 110 offices across five continents to both search for vital information related to ongoing strategic initiatives and identify and the eliminate redundant project work.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt"&gt;&lt;span style="color:#c0504d"&gt;&lt;strong&gt;    In early 1999, BAE System invested roughly $150,000 to study its global operations to determine whether it had the right information to support decision-making processes and if BAE employess had the right learning system to help them support their daily activities. The results were remarkably revealing. The study showed that nearly two-thirds of BAE's top 120 decision makers didn't have the right information at key phases of the decision process. Furthermore, 80% of BAE employees were "wasting" an average of 30 minutes each day simply trying to locate the information they needed to do their job. Yet another 60% were spending…&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:black; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Indonesian Version    :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"&gt;&lt;span style="color:red; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dalam dunia perekonomian dimana kepastian hanya ketidak pastian, maka satu sumber pastidari keunggulan kompetitif abadi adalah pengetahuan. Ketika pasar mengalami pergeseran, perakembangan pesat teknologi, banyaknya persaingan, dan banyaknya produk yang tidak terpakai, kesuksesan perusahaan adalah perusahaan yang secara konsisten mengambangkan ilmu pengetahuan, &lt;span style="background-color:whitesmoke"&gt;menyebarkannya secara luas diseluruh organisasinya, dan dengan cepat mewujudkan hal ini kedalam teknologi guna menghasilkan produk yang murah. Cara ini disebut sebagai "penciptaan-pengetahuan" perusahaan, yang menjadikan bisnis dengan inovasi secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:red; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Perusahaan-perusahaan besar  yang mampu bertahan pada abad ini adalah perusahan yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai prioritas utama dalam perusahaannya atau sebgai pembelajaran organisasi. Itulah yang disebut sebgai ide baru dalam dunia bisnis ilmu pengetahuan secara konsisten, &lt;span style="background-color:whitesmoke"&gt;menyebarkan secara luas di seluruh perusahaan, d&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:red; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;an secara cepat mengembangkan produk-produk mereka pelayanan mereka melalui ilmu pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#1f497d"&gt;Pengetahuan – membuat perusahaan mengeksploitasi beberapa jenis pengetahuan.Salah satunya adalah pengetahuan eksplisit - data.Yaitu dokumen dan segala sesuatu yang ditulis atau disimpan di dalam komputer. Jenis lain adalah pengetahuan yang diketahui tanpa dikatakan – yaitu pengetahuan yang berada pada pekerja. Pengetahuan tersebut biasanya mewakili beberapa informasi yang paling penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan.Kebanyakan, karyawan lama dari sebuah perusahaan mengetahui banyak hal tentang cara-cara pembuatan sebuah produk, memberikan layanan, berurusan dengan penjual tertentu, atau mengoperasikan sebuah peralatan yang penting. Dengan kata lain karyawan tersebut telah berpengengalaman dalam suatu perusahaan. Pengetahuan ini tidak dicatat atau disusun di mana saja karena akan berkembang lambat laun dalam pikiran karyawan melalui pengalaman-pengalaman yang mereka dapatkan. Kemudian, banyak dari pengetahuan tersebut  yang mungkin dalam posisi itu sedang merekam pengetahuan atau hanya karena tidak pernah ada yang bertanya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:#1f497d; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Seperti diilustrasikan pada Gambar 2.15, manajemen pengetahuan yang berhasil akan menciptakan teknik, teknologi, sistem, dan penghargaan yang baru, untuk mendapatkan karyawan, untuk berbagi apa yang mereka ketahui dan membuat tempat kerja lebih baik digunakan untuk berkumpul dan bertukar pikiran dalam perusahaan. Dengan cara itu, karyawan perusahaan dapat memanfaatkan pengetahuan dan proses tukar pikiran mereka untuk melakukan pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#4f6228"&gt;&lt;em&gt;Pembelajaran pengetahuan pada orang lain adalah aktivitas utama dalam pembentukan pengetahuan perusahaan. Hal iniberlangsung terus menerusdan padasemua tingkatorganisasi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:#4f6228; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Manajemen telahmengetahui hal tersebut  menjadisalah satu strategi utamayang digunakan dalam teknologi informasi. Banyak perusahaan yangmembangunSistem Manajemenuntuk pembelajaran mengelolaorganisasidan bisnistentang mengapa dan bagaimana. (lihat gambar 2.15 di atas) Tujuan dari sistemtersebut adalah untukmembantupengetahuan,apapun dan kapanpunitu dibutuhkandalam suatu organisasi. Informasi inimencakup proses, prosedur, paten, karya referensi, formula, "praktik terbaik," perkiraan, dan perbaikan. Seperti yang akan Andapelajari dalamBab9, Internet dansitus internetweb, groupware, data mining, pengetahuan dasar, dan kelompokdiskusi onlineadalah beberapakunci teknologiyang mungkin digunakanolehSistem Manajemen Pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:#e36c0a; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Pengetahuan sistem manajemen juga memfasilitasi pembelajaran organisasi dan penciptaan pengetahuan.Kedua hal diatas dirancang untuk memberikan umpan balik yang cepat kepada pekerja pengetahuan, mendorong perubahan perilaku karyawan, dan secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis. Selama proses pembelajaran organisasi berlanjut dan pengetahuan berbasis mengembang, pengetahuan membuat perusahaan bekerja untuk mengintegrasikan pengetahuan ke dalam proses bisnis, produk, dan jasa. Integrasi ini membantu perusahaan menjadi penyedia yang inovatif dan tangkas, berkualitas tinggi produk dan layanan pelanggan, serta pesaing yang tangguh di pasar. Sekarang mari kita tutup bab ini dengan sebuah contoh strategi managemant pengetahuan dari dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"&gt;&lt;span style="color:#c0504d; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Sangatsulit, kompleks, dan strategis penting dalam setiap organisasi modern: penangkapan dari jumlah yang tampaknya tak terbatas modal intelektual yang dibawa oleh puluhan ribu karyawan di seluruh dunia dan kemudian menggunakannya untuk mencapai keunggulan kompetitif. Yang berbasis di London BAE Sistem PLC, Aerospace sebelumnya Inggris, menemukan biji-bijian yang kudus dalam manajemen pengetahuan yang sangat sukses (KM) internet. Sistem inidi gunakan oleh ribuan insinyur BAE terletak di 110 kantor di seluruh lima benua untuk kedua mencari informasi penting terkait dengan inisiatif strategis yang sedang berlangsung dan mengidentifikasi dan menghilangkan pekerjaan proyek berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"&gt;&lt;span style="color:#c0504d; font-family:Times New Roman; font-size:12pt"&gt;&lt;strong&gt;Pada awal 1999, BAE Sistem menginvestasikan sekitar $ 150.000 untuk mempelajari operasi global untuk menentukan apakah itu informasi yang tepat untuk mendukung proses pengambilan keputusan dan jika BAECPNS memiliki sistem belajar yang tepat untuk membantu mereka mendukung kegiatan sehari-hari. Hasilny asangat mengungkapkan. Penelitian menunjukkan bahwa hampir dua pertiga dari atas BAE yang 120 pengambil keputusan tidak memiliki informasi yang tepat pada fase utama dari proses keputusan. Selanjutnya, 80% dari karyawan BAE adalah "membuang" rata-rata 30 menit setiap harihanya mencoba untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka. Namun lain 60% menghabiskan…&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-4240072059853509963?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/4240072059853509963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/09/building-knowledge-creating-company.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4240072059853509963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4240072059853509963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/09/building-knowledge-creating-company.html' title='Building a Knowledge Creating Company'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-662093736828171693</id><published>2011-08-24T06:24:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T07:15:51.975-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Kuliah'/><title type='text'>Reposisi Jurusan Sistem Informasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-eOH2VK84NbA/TlUE2Zmo5WI/AAAAAAAAALk/7FXQDe8Vzzw/s1600/bluekeyboard.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-eOH2VK84NbA/TlUE2Zmo5WI/AAAAAAAAALk/7FXQDe8Vzzw/s320/bluekeyboard.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644423040611181922" com="" img="" giforder="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sumber Gambar; &lt;a href="http://asubabiceleng.files.wordpress.com/2011/04/bluekeyboard.jpg"&gt;asubabiceleng.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sistem adalah kumpulan elemen yang berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Davis, 1999).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak pendapat tentang jurusan Sistem Informasi. Dari beberapa informasi yang saya peroleh setelah masuk ke bebrapa forum dan salah satunya id.answers.yahoo.com, pendapat korespondensi disana cukup variatif ada yang berpendapat bahwa jurusan Sistem Informasi adalah cabang jurusan dari dari teknik elektro/matematika yang lebih banyak mempelajari masalah software komputer, yang nantinya akan banyak belajar belajar matematika, instrumentasi dan bahasa bahasa pemrograman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang berpendapat dalam sistem informasi akan banyak mempelajari logika pemrograman, basis data, dan rekayasa software. Bidang keahlian setelah lulus adalah informatika teori, basis data, grafic dan intelegence, app (application) software.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8591756883806821521#1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;   Jika kita amati basis dasar yang dipelajari orang-orang sistem informasi tentunya kita akan mudah membedakan antara jurusan teknik informatika dan jurusan sistem informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jelasnya, information systems atau yang lebih dikenal dengan sistem informasi adalah jurusan yang mempelajari tentang bagaimana membangun dan menerapkan teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada saat ini, sehingga suatu bisnis akan dapat dengan efektif mencapai tujuannya dengan menerapkan IT dalam bisnis.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8591756883806821521#1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Computer Science (Teknik Informatika) adalah jurusan yang mempelajari tentang bagaimana mengembangkan computer vision, robotica, intelligence system, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer di masa yang akan datang.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8591756883806821521#1"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya sistem informasi itu tidak lepas dari input-proses-output, data yang diproses oleh sistem sehingga menghasilkan suatu output (informasi) yang dapat menggambarkan kejadian nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber dari informasi tersebut adalah data yang dapat berbentuk huruf, simbol, alfabet dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apresiasi Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minat masyarakat terhadap jurusan sistem informasi tiap tahun semakin meningkat. Minat masyarakat ini ternyata direspon positif oleh pihak stakeholder universitas-universitas di negeri ini dengan membuka jurusan sistem informasi di universitasnya. Masyarakat sudah mulai menyadari bahwa abad ini adalah era informasi, dimana berbagai aspek perpenting dalam kehidupan ini sangat bergantung terhadap keberadaan teknologi infomasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia terus berbanah diri untuk menuju masyarakat digital, masyarakat kita juga sudah mulai update secara berkala informas-informasi global yang lagi hangat-hangatnya di suatu negara, lebih-lebih negara maju seperti Amerika, Jepang dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran jika perkembangan sistem informasi pun dari tahun ke tahun berkembang semakin cepat seiring dengan perkembangan teknologi juga tentunya. Perkembangan sistem informasi sudah mulai diaplikasikan dalam bentuk nyata oleh masyarak Indonesia seperti memanfaatkannya untuk bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam sistem informasi tidak hanya diajarkan tentang dunia teknologi informasi saja, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi informasi tersebut ke dalam dunia bisnis. Jurusan sistem informasi adalah jurusan yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang dapat menganalisa kebutuhan dan proses bisnis serta dapat mendesain sistem berdasarkan kebutuhan organisasi.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8591756883806821521#1"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan pesat sistem informasi merupakan bagian kecil yang membuat masyarakat Indonesia mengapresiasi keberadaan jurusan sistem informasi ini. Hal-hal semacam ini sebenarnya sudah menjadi hukum alam bagi orang-orang/negara yang mau berusaha memperbaikinya dan hal itu berbanding lurus dengan keberadaan Indonesia yang merupakan salah satu bagian penting dari masyarakat informasi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perestasi-prestasi Indonesia dibidang ilmu pengetahun belakangan ini merupakan tonggak utama respon positif masyarakat kita terhadap jurusan sistem informasi. Dalam bidang ilmu pengetahun Indonesia selalu berbenah diri untuk terus bisa bersejajar dengan negara-negara maju lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarkat Indonesia sudah mulai merasakan kemajuan-kemajuan dibidang teknologi informasi telah meningkatkan efisiensi ekonomi masyakat dan pemerintahan Indonesia, menghilangkan isolasi, mengantarkan Indonesia ke panggung dunia dan mampu bersaing secara global. Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia dalam percaturan teknologi informasi secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prospek Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi jurusan baru yang masih berkembang banyak mengundang tanya, lebih prospek kerja setelah lulus kuliah. Ada juga sebagian mahasiswa yang terjebak setelah masuk duduk di bangku kuliah, karena ternyata jurusan sistem informasi itu tidak seperti yang terpikirkan sebelum memutuskan memilih jurusan sistem informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasusu-kasus semacam ini biasanya sebagian besar melanda pelajar yang asal pilih jurusan tanpa mendalami dahulu jurusan tersebut sebelum benar-benar memilihnya. Kasus seperti ini banya terjadi saat tes SNMPTN, sebagian besar para pelajar yang melanjutkan di jurusan sistem informasi awalnya hanya sekedar pilih jurusan tersebut tanpa tahu tentang sistem informasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang menempatkan jurusan sistem informasi sebagai pilihan kedua saat seleksi SNMPTN. Karena lulus di pilihan kedua maka terpaksa harus menempuh kuliah di jurusan sistem informasi yang tidak tahu sebelumnya seperti apa bentuk dan konsep pendidikan dalam jurusan sistem informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mahasiswa yang sudah terlajur maupun yang benar-benar niat masuk sistem informasi jangan khawatir kalu masalah prospek kerja setelah kalian lulus kelak. Jurusan Sistem informasi memiliki prospek yang lebih cerah dibandingkan dengan jurusan-jurusan komputer lainya. Kini hampir setiap perusahan-perusahan membutuhakan suatu sistem informasi untuk mengatur kegiatan bisnis mereka agar dapat bersaing di pangsa bisnis global. Untuk lebih pahamnya kita dapat analogikan sistem informasi dengan jurusan-jurusan komputer lainnya sebagai sebuah komponen teknologi komputer.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8591756883806821521#1"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti tekinik informatika dan jurusan-jurusan komputer lainnya ibarat sebuah hardware, software, data, dan jaringan. Maka sistem informasi adalah brainwarenya, sistem infomasi merupakan pengendali dari semua komponen-komponen tersebut yang membentuk suatu sistem dimana berfungsi untuk memasukan, menyimpan, mengelola, dan menyampaikan informasi untuk menghasilkan suatu pendukung keputusan.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8591756883806821521#1"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Sistem Informasi menghasilkan manajer–manajer di bidang Teknologi Informasi (TI/IT) yang bertugas untuk mengkoordinasikan suatu sistem di perusahan. Namun, tidak hanya sekedar mencetak manajer–manajer perusahaan, sistem informasi sangatlah luas dalam bursa persaingan kerja di bidang teknologi–teknologi komputer lainnya.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8591756883806821521#1"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediki tambahan, prospek kerja yang paling dominan di jurusan sistem informasi ini berada di dunia pemrograman dan dunia bisnis-manajemen sekaligus. Para sarjana sistem informasi akan banyak bergelut dengan perusahaan-perusahaan besar berskala nasional bahkan internasionl. Apalagi saat ini lowongan untuk untuk programmer begitu lebar dengan kompetitor yang lumayan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi lowongan di bidang manajemen dan bisnis dan kebutuhan Sistem Analis di perusahaan-perusahaan besar. Sarjana sistem informasi mempunyai jaringan luas mengingat kebutuhan kebutuhan Indonesia dan negara lain untuk sarjana sistem informasi masih sangat tinggi dan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, buat teman-teman di sistem informasi maupun yang hendak melanjutkan pendidikan tingginya dibidang komputer, jangan ragu untuk bergabung di keluarga besar sistem informasi. Jadikan diri anda salah satu dari orang-orang yang menggerakkan Indonesia untuk lebih maju di bidang teknologi informasi, sehingga mampu bersaing dengan negara-negara maju yang telah lama meninggalkan kita. Semoga...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="footnote"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="1"&gt;[1]&lt;/a&gt;http://id.answers.yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;a name="2"&gt;[2]&lt;/a&gt;http://skullsmokers.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;a name="3"&gt;[3]&lt;/a&gt;Ibid,&lt;br /&gt;&lt;a name="3"&gt;[4]&lt;/a&gt;http://diagonalrain.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;a name="3"&gt;[5]&lt;/a&gt;http://noerma80.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;a name="3"&gt;[6]&lt;/a&gt;Ibid,&lt;br /&gt;&lt;a name="3"&gt;[7]&lt;/a&gt;Ibid,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071215061301AAONUtz&lt;/li&gt;&lt;li&gt;http://skullsmokers.wordpress.com/2010/07/31/perbedaan-jurusan-teknik-informatika-dengan-sistem-informasi-teknik-informatika-vs-sistem-informasi/&lt;/li&gt;&lt;li&gt;http://diagonalrain.blogspot.com/2009/10/perkembangan-sistem-informasi.html&lt;/li&gt;&lt;li&gt;http://noerma80.wordpress.com/2008/12/11/sistem-informasi-beda-dan-terdepan/&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-662093736828171693?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/662093736828171693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/08/sistem-adalah-kumpulan-elemen-yang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/662093736828171693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/662093736828171693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/08/sistem-adalah-kumpulan-elemen-yang.html' title='Reposisi Jurusan Sistem Informasi'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eOH2VK84NbA/TlUE2Zmo5WI/AAAAAAAAALk/7FXQDe8Vzzw/s72-c/bluekeyboard.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3078658532754069892</id><published>2011-08-09T06:23:00.001-07:00</published><updated>2011-08-09T06:31:29.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tipu Daya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesejahteraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketentraman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jabatan'/><title type='text'>Reorientasi Falsafah Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3dftWYfzams/TkE0_Ql1DJI/AAAAAAAAALU/dU1LEcHe01E/s1600/s-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3dftWYfzams/TkE0_Ql1DJI/AAAAAAAAALU/dU1LEcHe01E/s320/s-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638846469834607762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Orientasi dan eksistensi falsafah kempimpinan di negeri ini sudah semakin jauh dari makna yang telah digariskan. Sosok pemimpin di negeri ini tak lagi mencerminkana sikap dan jiwa kepemimpinannya yang selalu mementingkan kepentingan pribadi dan kolompoko kecilnya. Sosok kepemimpinan negara Indonesia tidak pernah mengalami titik terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun, masyarakat selalu mendambakan pemimpin yang ideal di negeri tercinta ini. Bahkan sudah berkali-kali pesta demokrasi digelar di negeri tercinta, menghabiskan uang rakyat hingga mencapai triliunan rupiah. Tapi hasilnya tetap dan malah tambah parah dari pemimpin sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat tak kunjung menemukan sosok pemimpin yang dapat membawa pada ketenangan, ketentraman, kekeluargaan, kesejahteraan, kemakmuran, dan menjadi teladanan bagi rakyat. Yang ada hanya penggantian pemimpin yang diwarnai dengan saling tidak percaya satu sama lain, kekerasan, suap-menyuap, dan sikap ketidakdewasaan dalam berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era reformasi yang diarapkan mampu memperbaiki tatanan kenegaraan pasca runtuhnya tangan besi orde baru tak kunjung menemukan titik terang hingga sekarang. Reformasi besar-besaran itu tak lebih dari sekedar perayaan tak bermakan yang telah banyak merenggut banyak nyawa mahasiswa kita di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kran dekokrasi terbuka lebar para negarawan seperti lepas kendali dengan berbagai pola politiknya yang tak masuk akal dan menghalalkan segala cara demi tujuan pribadi dan partainya dan mengesampingkan kepentingan rakyat yang telah menjadi tugasnya dalam sumpah terima jabatan. Karena rakyat adalah pemilik kedaulatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andai Saya Jadi Pemimpin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut M. Salyahya soerang pemimpin (leader) adalah gambaran manusia yang senantiasa berada ditengah komunitas masyarakat, tiada henti-hentinya berfikir, berusaha memahami situasi dan kondisi serta berbagai permasalahan  yang dihadapi masyarakat merupakan manisfestasi dari aspirasi – aspirasi individu  yang kemudian menjadi cita-cita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin juga  tidak  pernah mengenal kata-kata lelah, tetap optimis  dan penuh  semangat untuk berjuang dan terus berjuang demi terwujudnya cita-cita masyarakat. Oleh karena itu, bisa ditarik kesimpulan betapa berat beban dan tantangan seorang pemimpin. Bahwa modal seorang pemimpin bukan sekedar tumpukan harta untu kampanye lalu menebar janji-janji manis yang tidak mau dijalaninya setelah terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya rakyatlah yang menjadi korban dari keganasan berpolitik negarawan kita. Karena rakyat Indonesia masih gampang tertipu dengan hal-hal yang bersifat iming-iming janji-janji palsu dan pemberian cendra mata yang bersifat sesaat. Inilah potret politik pemimpin kita selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin bukan sekedar menduduki jabatan tertinggi disuatu organisasi, tapi bagaimana mampu memberikan —seperti yang disebutkan diatas tadi— ketenangan, ketentraman, kekeluargaan, kesejahteraan, kemakmuran, dan menjadi teladanan bagi orang-orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagaimanapun masyarakat (sebagai orang yang dipimpin) mselalu menginginkan seorang pemimpin yang tangguh dan jujur, memiliki intelektualitas, dedikasi, keberanian, kearifan, dan adil dan bertanggung jawab untuk memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pemimpin modal pintar saja belum cukup apabila tidak dibarengi dengan kejujuran dan  keadilan. Kemudian Keberanian untuk  berlaku jujur dan adil serta mampu memperlakukan sama dalam pandangan hukum, sosial dan  politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Artikel ini adalah tugas di &lt;a href="http://festival.uphsurabaya.ac.id/"&gt;Festival 04&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.uphsurabaya.ac.id/"&gt;Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3078658532754069892?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3078658532754069892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/08/reorientasi-falsafah-kepemimpinan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3078658532754069892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3078658532754069892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/08/reorientasi-falsafah-kepemimpinan.html' title='Reorientasi Falsafah Kepemimpinan'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3dftWYfzams/TkE0_Ql1DJI/AAAAAAAAALU/dU1LEcHe01E/s72-c/s-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5901547840979716869</id><published>2011-07-07T20:09:00.000-07:00</published><updated>2011-07-07T20:19:08.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ody Mulya Hidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sutradara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Porno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moral'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materialis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Production House'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyrakat'/><title type='text'>Jadi Contoh Buruk Ko Bangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-u0cpmu3LsEY/ThZ2GdM9OQI/AAAAAAAAALM/0a8-JbQ_gxo/s1600/superstock_1538r-46023.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 257px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-u0cpmu3LsEY/ThZ2GdM9OQI/AAAAAAAAALM/0a8-JbQ_gxo/s320/superstock_1538r-46023.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626814637736278274" /&gt;&lt;/a&gt;Saya cukup miris membaca pernyataan Ody Mulya Hidaya di Jawa Pos kemaren (25/5). “Saya bangga bisa mendatangkan artis-artis (porno) Jepang ke Indonesia. Buktinya, sekarang muncul production house lainnya yang juga mengundang artis (porno) asing”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat disayangkan sekali, dia bukan bangga dengan kualitas filmnya yang mendidik. Inilah potret sutradara tanah air. Saya tidak habis pikir, kenapa dengan bangganya dia bilang ke media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah sutradara yang tidak memikirkan moral bangsa. Sudah tahu moral pemerintahnya semakin gila, mereka malah mau merusak moral masyarakatnya juga. Sekiranya penderitaan negeri ini sudah cukup, untuk memperbaikinya hendaknya para sutradara “yang punya hati” membuat film yang benar-benar mendidik masyarakat Indonesia. Kalau perlu bisa menggugah perasaan pemerintah untuk bertanggung jawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5901547840979716869?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5901547840979716869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/07/jadi-contoh-buruk-ko-bangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5901547840979716869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5901547840979716869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/07/jadi-contoh-buruk-ko-bangga.html' title='Jadi Contoh Buruk Ko Bangga'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-u0cpmu3LsEY/ThZ2GdM9OQI/AAAAAAAAALM/0a8-JbQ_gxo/s72-c/superstock_1538r-46023.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6549497685395280006</id><published>2011-06-30T07:25:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T07:29:35.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marginal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KOPI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunitas Pinggiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat Juang'/><title type='text'>Kerja yang Sangat Melelahkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kM9blBdkHn8/TgyIIsPgVYI/AAAAAAAAALE/DHJ29UI3KqU/s1600/perjuangan1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kM9blBdkHn8/TgyIIsPgVYI/AAAAAAAAALE/DHJ29UI3KqU/s320/perjuangan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624019717575431554" /&gt;&lt;/a&gt;Mempertahankan sesuatu yang telah menjadi cita positif di banyak kalangan menjadi tantangan tersendiri. Kualitas tinggi dan orang-orang berkemampuan rata-rata dari kebanyakan (dalam anggapan mereka) selalu menjadi beban tersendiri yang mesti dipertahankan. Dan mempertahan bukanlah hal yang mudah. Sulit bukan main, adalah kata yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga terseok-seok sekalipun, hingga tidak dihargai, menajadi jalan terjal yang pada hakikatnya memperlajaran kedewasaan bagi kami dan mereka yang merasakannya. Kita tak mesti berpikir mulu'-mulu' dengan segala ambisi yang besar ingin mengubah secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOPI (Komunitas Pinggiran) memang bukan komunitas besar, tapi bukan pula komunitas kecil yang bisa dipandang sebelah mata, karena arah pemikirannya yang selalu terbalik dengan kebanyak komunitas yang ada. Inilah yang kadang menjadi tantangan berat kami dalam mempertahankan segala yang sudah berjalan dari senior-senior kami sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berebnah, tambal sulam, regenerasi selalu menjadi masalah di dibanyak kalangan komunitas-komunitas bersar manapun. Karena ini menyangkut kualitas setelahnya. KOPI juga tidak lepas dari semua. Regenerasi sampai penyaringan kader untuk melanjutkan tongkat estafet kedepannya telah (benar-benar) memakan banyak waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan niat untuk mengecewakan pembaca, tapi kami tidak mau mengecewakan pembaca dengan kerja serampangan tanpa memperhatikan kualitas kami yang telah menjadi kepercayaan pembaca. Kedati harus menelan pil pahit sekalipun, dengan banyaknya berbagai pandangan sinis yang ditujukan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lagi-lagi hal itu selalu kami jadikan pelajaran untuk lebih dewasa lagi. Khususnya perkembangan KOPI kedepan, dengan harapan bisa menghasilkan terbitan (baik majalah maupun buku) yang lebih berkualitas lagi dan benar-benar tidak mengecewakan pembaca, yakni setelah membaca hasil dari karya kami benar-benar ada manfaat yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi penerus adalah mereka yang mau berbenah diri dan memperbaiki kualitas pendahulunya dengan selalu mempertimbangkan pekembangan baru yang senantiasa selalu menghampiri sebuah komunitas yang mempunyai prinip inovatis, progresif, dinamis, dengan segala “kegilaan” yang ada; Nakal Tapi Masuk Akal, Liar Asal Nggak Melanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, kami akan menyampaikan kabar gembira kepada pembaca KOPI, bahwa sekarang Pem. Red. Majalah kesayangan kita ini sudah di emban oleh Ach. Syaiful Bahri (nama pena; Ipunk Amez). Tentu, akan ada spirit baru untuk memajukan KOPI kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat baru ini diharapkan bisa menumbuh-kembangkan inovasi-inovasi yang lebih inovatif, variatif, dan komprehensif. Harapan besar itu, lebih-lebih teman-teman redaksi yang sudah pada mau boyogn, menaruh kepercayaan besar kepada Ipunk Amez untuk bisa membawa KOPI kepan lebih baik. Amien...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6549497685395280006?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6549497685395280006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/06/kerja-yang-sangat-melelahkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6549497685395280006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6549497685395280006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/06/kerja-yang-sangat-melelahkan.html' title='Kerja yang Sangat Melelahkan'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kM9blBdkHn8/TgyIIsPgVYI/AAAAAAAAALE/DHJ29UI3KqU/s72-c/perjuangan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6309676200641053649</id><published>2011-06-24T11:08:00.000-07:00</published><updated>2011-06-24T11:14:41.109-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemiskinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siswa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SNMPTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PTN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurusan'/><title type='text'>Jangan Asal Pilih Jurusan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-d9wyhW6uOyM/TgTS6NDgcWI/AAAAAAAAAK8/ZnNgFSjFOKY/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-d9wyhW6uOyM/TgTS6NDgcWI/AAAAAAAAAK8/ZnNgFSjFOKY/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5621850132243837282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mahalnya pendidikan di perguruan tinggi kadang membuat banyak siswa kelas akhir mengambil jalan terakhir dengan target kampus-kampus yang kurang kompeten. Motivasi utamanya adalah “yang penting kuliah”. Meski tidak sesuai dengan bakatnya. Ini masih beruntung dari pada siswa yang tidak punya keinginan kuliah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus seperti ini dari tahun ke tahun terus meningkat karena semakin melambungnya biaya pendidikan yang tidak bisa dijangkau kalang bawah. Jangankan untuk hal itu, untuk biaya tes saja seperti SNMPTN yang sebesar 150 ribu masih banyak yang kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah sebagai faktor utama dalam kemajuan pendidikan di Indonesia hendaknya lebih jeli lagi melihat bakat-bakat anak bangsa ini. Pemerintah harus menampung para siswa berbakat ini di PTN tertentu yang bisa mengembangkan bakatnya demi kemajuan Indonesia kedepan. Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6309676200641053649?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6309676200641053649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/06/mahalnya-pendidikan-di-perguruan-tinggi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6309676200641053649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6309676200641053649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/06/mahalnya-pendidikan-di-perguruan-tinggi.html' title='Jangan Asal Pilih Jurusan'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-d9wyhW6uOyM/TgTS6NDgcWI/AAAAAAAAAK8/ZnNgFSjFOKY/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2401501647695878039</id><published>2011-06-19T21:08:00.000-07:00</published><updated>2011-06-24T11:11:35.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembunuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><title type='text'>Mengusut [Kembali] Penegakan HAM di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-iTxWOTuxHPk/Tf13z0KfheI/AAAAAAAAAK0/fvGztHuQU28/s1600/tshirt-munir-3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-iTxWOTuxHPk/Tf13z0KfheI/AAAAAAAAAK0/fvGztHuQU28/s320/tshirt-munir-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619779642087933410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu kebanggaan Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB untuk periode 2011-2014, pada Sidang Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, 20 Mei 2011, pukul 12.00 waktu setempat. Setidaknya menjadi pelipur lara dari berbagai masalah dan perseteruan pejabat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini juga ironis, karena Indonesia sendiri tak pernah selesai soal urusan pelanggaran HAM di negaranya sendiri. Lihat saja pelanggaran HAM di Aceh, Papua, Trisakti, juga kasus Munir aktivis HAM yang hingga sekarang tidak diketahui rimbanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya amanah PBB ini dijadikan cerminan bagi negeri ini untuk mengungkap kasus-kasus pelanggaran HAM yang telah lalu. Setidaknya mencegah pelanggaran-pelanggaran HAM serupa terjadi lagi. Barulah setelah itu Indonesia berbangga diri dengan predikat Dewan HAM PBB 2011-2014.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2401501647695878039?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2401501647695878039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/06/mengusut-kembali-penegakan-ham-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2401501647695878039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2401501647695878039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/06/mengusut-kembali-penegakan-ham-di.html' title='Mengusut [Kembali] Penegakan HAM di Indonesia'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iTxWOTuxHPk/Tf13z0KfheI/AAAAAAAAAK0/fvGztHuQU28/s72-c/tshirt-munir-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-7790085051066457545</id><published>2011-06-18T10:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T10:35:44.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasil'/><title type='text'>Memilih Presiden Berjiwa Pancasila</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-oQ2bnRTb3aU/TfzhngATbII/AAAAAAAAAKs/OceJErO_jUw/s1600/garuda-pancasila.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 272px; height: 297px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oQ2bnRTb3aU/TfzhngATbII/AAAAAAAAAKs/OceJErO_jUw/s320/garuda-pancasila.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619614503773891714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemimpin adalah cerminan bagi rakyatnya, dan pancasila akan tertanam di dalam jiwa rakyatnya apabila pemimpinnya mampu memberi contoh dengan sikap pancasilais dan jiwa pancasila yang benar-benar bisa dibuktikan. Pancasila menjadi penting saat seluruh masyarakat Indonesia mulai melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila akan terus menjadi asas Indonesia apabila presiden dan segenap jajarannya mampu menjaganya dan diaplikasikannya dalm tampuk kepemimpinannya. Jangan hanya memperingati di hari kelahiran pancasila saja, yang itu hanyalah sebuah sremonial belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah masyarakat dalam mempertahankan asas pancsila ini harus dimulai dengan kesadaran diri dalam memilih presiden di pilpres mendatang. Rakyat harus memilih calon presiden yang benar-benar pancasilais dan sudah terbukti secara nyata. Ini langkah kecil, namun berdampak besar begi eksistensi pancasila.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-7790085051066457545?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/7790085051066457545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/06/memilih-presiden-berjiwa-pancasila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7790085051066457545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7790085051066457545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/06/memilih-presiden-berjiwa-pancasila.html' title='Memilih Presiden Berjiwa Pancasila'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-oQ2bnRTb3aU/TfzhngATbII/AAAAAAAAAKs/OceJErO_jUw/s72-c/garuda-pancasila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2980661596609522097</id><published>2011-05-28T01:56:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T02:25:54.232-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hipnotis Blogging Contest'/><title type='text'>Video Klip HIPNOTIS Sebagai Pembuktian Eksistensi IDP di Dunia Musik</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/2011/05/02/indah-dewi-pertiwi-hipnotis-blogger-dengan-ipad/" target="_Blank"&gt;&lt;img src="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/files/2011/05/banner-idp.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menjadi celah besar dari makin pesatnya perkembangan industri musik tahan air, yaitu ketidak seriusan pihak terkait, baik dari kalangan anak band, boy band atau yang berkarir solo, mereka cendrung asal-asalan. Mereka terus “tunduk” pada permintaan pasar dan tanpa memperhatikan kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep mereka yang asal jadi akan menjadi bukti bagi eksistensi pelaku musik (musisi) itu sendiri. Kita lihat saja, musisi yang hanya mengandalkan tampang tanpa memperhatikan esensi dari sebuah lagu yang ciptakan, mereka akan hilang ditengah jalan dan tidak diketahui rimbanya dari belantika musik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak band-band Indonesia yang bisa menjadi contoh, setelah bebrapa bulan mencicipi ketenarannya di dunia musik, mereka tiba-tiba hilang karena tidak bisa mempertahankan kualitas musiknya. Bahkan tak jarang mereka tidak muncul kembali karena makin ketatnya persaingan di industri musik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan kualitas memang tidak semudah yang dibayangkan. Ketika kepercayaan masyarakat mulai terbangun, maka mempetahankan dan kemudian menindak lanjuti dari hal tersebut yang jarang sekali diperhatikan oleh musisi tanah air belakangan ini. Kadang mereka membuat lagu hanya untuk meraup keuntungan dari hasil penjualan RBT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang, yang kita lihat sekarang, di televisi-televisi tanah air dari berbagai nama band, gender musik, dan gaya panggung mereka cendrung monoton dan terkesan yang itu-itu saja. Bahkan kadang hanya meniru dari band-band sebelumnya dan band luar negeri yang kemudian sedikit dipoles tampilan baru agar tidak terlalu tampak menjiplaknya. Inilah wajah musik tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi kasus-kasus dalam pembuatan video klip yang hanya mengandalkan kecantikan model dan artis-artis terkenal demi meraup keuntungan besar dari sedikit modal yang mereka keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;IDP&lt;/a&gt; dan Musisi Tanah Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Video klip Hipnotis &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;IDP&lt;/a&gt;) menjadi pembuktian keseriusan &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi &lt;/a&gt;terjun ke dunia tarik suara. Kalau musisi lainnya sibuk bagaimana caranya agar perolehan uang dari hasil penjualan RBT mereka makin meningkat, &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt; malah sebaliknya,  &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt; terus berbenah diri dan terus meningkatkan kualitas musiknya, baik dari segi isi, pesan yang dibawa ke dalam lagu-lagunya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dance&lt;/span&gt; sebagai bagian dari dunia musiknya. Bahkah &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt; belajar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dance&lt;/span&gt; sampai ke Amerika Serikat untuk memaksimalkan penampilannya, serta menangani kesulitan saat harus bernyanyi sambil menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Indah Dewi Pertiwi pendatang baru di belantika musik Indonesia, tapi beberapa kali dia telah membuat gebrakan baru bersama Keci Music tempat bernaung Indah Dewi Pertiwi, rumah rekaman yang dikelola musisi Beby Romeo. Salah satu contohnya dalam pembuatan video klip Hipnotis ini yang tak tanggung-tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah Dewi Pertiwi tak mau main-main dengan karir musiknya. Dan hasilnya pun luar biasa, ditengah lesunya pasar musik dan bermunculannya band-band baru, Indah Dewi Pertiwi justru makin melambung tinggi, hanya dalam hitungan bulan saja. Hukum alam memang berlaku dimana sana saja dan pada siapa saja termasuk pada Indah Dewi Pertiwi, siapa yang bersungguh-sungguh dengan dunianya, maka terimalah hasil manis dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah Dewi Pertiwi menjadi cerminan bagi musisi lainnya (lebih-lebih pendatang baru) untuk terus berbanah diri dari ketenaran yang diperoleh. Ini akan menjadi babak baru di industri musik tanah air. Setalah lama pecinta musik bosan dengan band-band yang hanya membawakan lagu dan lirik yang itu-itu saja. Indah Dewi Pertiwi membawa angin segar yang benar-benar baru di industri musik Indonesia. Ini akan menginspirasi musisi-musisi lainnya di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Video Klip Hipnotis Bukti Keseriusan &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;IDP&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak dari pelaku industri musik di tanah air yang berani mengeluarkan dana banyak hanya untuk membuat sebuah video klip. Kita tahu kebanyakan orang Indonesia sudah semakin pelit dan maunya meraup keuntungan berlipat-lipat dari modal yang sesedikit mungkin itu. Sekalipun merusak moral generasi bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya Indah Dewi Pertiwi dengan managemennya Keci Music. Lihat saja di video klip Hipnotis ini, kualitas tinggi, biaya mahal, kualitas musik, pesan moral, sudah cukup mewakili dari sekian banyak keinginan Indah Dewi Pertiwi dan managemennya demi memajukan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan positif pasar terhadap album Hipnotis &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt; ternyata tak membuat &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt; dan pihak managemen lupa daratan. Saat merilis album Hipnotis dulu. Bebi tidak setengah-setengah. Dalam album tersebut pihak managemen melibatkan sepuluh komposer kondang, mulai dari Dewiq/Pay, Ahmad Dhani, Charly STI 2, Yovie Widianto, Opick, Sandy Canester, Melly Goeslow, hingga Sandhy Sondoro. Dan sekarang dalam penggarapan video klip Hipnotis ini menggunakan teknologi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;interactive augmented reality&lt;/span&gt; yang baru pertama kali dipakai di Indonesia (bataviaseco.id, 29/11/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan besar pihak managemen dan masyarakat benar-benar memacu semangat Indah Dewi Pertiwi, bahkan Indah Dewi Pertiwi sampai jatuh sakit karena harus menyelesaikan syuting video klip Hipnotis ini, yang memadukan kekayaan alam Indonesia dengan konsep modern digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam video klip Hipnotis ini, menurut Anggi Umbara selaku sutradara klip tersebut, mengatakan, bahwa ide adegan dan pengambilan gambar video klipnya setara dengan film-film Hollywood, seperti dalam film The Day After Tomorrow, Terminator, Armageddon bahkan Transformers. Sungguh sebuah inovasi yang tak pernah ditemui di industri musik Indonesia selama ini, bahkan tidak mungkin dilakukan bagi musisi-musisi pendatang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video klip Hipnotis ini juga dibuat versi 3D dengan melibatkan teknologi canggih. Dalam konsep video klipnya, penyanyi cantik penyanyi asal Bogor ini menari di beberapa tempat eksotis yang berbeda yakni, Lombok, Jakarta, Bali, dan Pulau Seribu. Bahkan Indah Dewi Pertiwi harus berpindah-pindah disembilan tempat di Indonesia selama 11 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan heran kalau video klip ini kabarnya sampai menelan biaya hingga Rp 10 miliar untuk biaya pembuatan satu klip saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terakhir dari tulisan ini, penulis mencoba sedikit mereview video klip Hipnotis yang menggemparkan Indonesia karena video klip ini sampai mendapt penghargaan rekor MURI. Dalam tulisan ini (seperti yang telah diuraikan diatas), penulis tidak terlalu melebih-lebihkan, karena memang itu kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, langsung ke review video klip Hipnotis ini. Pembukaan dalam video klip ini seperti dalam sebuah film biasa, dengan latar keindahan laut kemudian pegunungan Indonesia yang indah dan hijau lengkap dengan air terjunnya. Lalu disusul dengan jatuhnya benda langit yang ternyata pesawat luar angkasa alien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian penonton dibawa masuk ke dalam pesawat luar angkasa itu, dan di mulailah lagu yang diawali dengan tertawanya &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt;. Setelah itu sebuah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;loud speaker&lt;/span&gt; berubah menjadi robot putih dan sedikit warna hitam dibagian ruas-ruas tubuh, lalu robot yang manari-nari itu berubah wujud lagi menjadi Indah Dewi Pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dimulailah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dance&lt;/span&gt; menawan &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt;, selain itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;special effect&lt;/span&gt; yang menjadi “ruh” dari klip Hipnotis ini benar-benar memanjakan mata penonton untuk terus memlototinya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Special effect&lt;/span&gt;-nya pun tak kalah menawannya dengan adegan-adegan dalam film-film Hollywood. Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Video klip ini ditutup dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;special effect&lt;/span&gt; bencana alam yang mau meluluh lantakkan bangunan-bangunan pencakar langit, tapi &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt; buru-buru memencet remot kontrol yang membuat bencana alam itu urung terjadi. Dan yang paling akhir, &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/"&gt;Indah Dewi Pertiwi&lt;/a&gt; memandangi matahari kemerah-merahan yang sudah hampir tenggelam hingga berakhirnya dari video klik Hipnotis (versi II).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;*) Artikel ini diikut sertakan dalam &lt;a href="http://indahdewipertiwi.blogdetik.com/2011/05/02/indah-dewi-pertiwi-hipnotis-blogger-dengan-ipad/"&gt;Hipnotis Blogging Contest&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2980661596609522097?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2980661596609522097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/05/video-klip-hipnotis-sebagai-pembuktian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2980661596609522097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2980661596609522097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/05/video-klip-hipnotis-sebagai-pembuktian.html' title='Video Klip HIPNOTIS Sebagai Pembuktian Eksistensi IDP di Dunia Musik'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3932571557652176602</id><published>2011-05-17T11:48:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T11:56:54.277-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cuci Otak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NII'/><title type='text'>Cuci Otak Anggota DPR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2PELzbqFHks/TdLE4WQTdvI/AAAAAAAAAKg/CKrIMOoIqf0/s1600/b%252863%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2PELzbqFHks/TdLE4WQTdvI/AAAAAAAAAKg/CKrIMOoIqf0/s320/b%252863%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607760958355371762" /&gt;&lt;/a&gt;Kita selalu dibikin resah oleh tingkah wakil kita, anggota DPR, yang sudah keterlaluan. Orang-orang terhormat itu tingkah lakunya sudah tidak lagi terhormat, mulai dari kasus konten porno, plesiran ke luar negeri berdalih kunjungan kerja, tidur saat rapat paripurna, dan yang terbaru mabuk-mabukan dan foto hotnya terseber di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya berbagai usaha rakyat kecil menghentikan kegilaan anggota DPR sudah tidak mempan lagi, dari demo dan berbagai upaya lainnya tidak membuahkan hasil. Dan alternatif terakhir menurut hemat penulis adalah dengan mencuci otak anggota DPR kita. Cuci otak yang menimpa banyak mahasiswa kita sepertinya akan berhasil juga jika diterapkan kepada anggota DPR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan cuci otak ini agar para anggota DPR itu benar-benar menajalankan amanat sebagai wakil rakyat dan benar-benar bertanggung jawab atas jabatannya sebagai wakil yang memperjuangkan hak-hak rakyat kecil utamanya. Seharusnya ini menjadi target utama aktivis NII jika tujuannya mengumpulkan banyak uang, karena DPR gajinya cukup besar, di sisi lain keberadaan NII juga akan membawa manfaat bagi negeri ini, meluruskan pikiran anggota DPR yang semakin sakit parah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3932571557652176602?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3932571557652176602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/05/cuci-otak-anggota-dpr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3932571557652176602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3932571557652176602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/05/cuci-otak-anggota-dpr.html' title='Cuci Otak Anggota DPR'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2PELzbqFHks/TdLE4WQTdvI/AAAAAAAAAKg/CKrIMOoIqf0/s72-c/b%252863%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-7130689638338822666</id><published>2011-04-28T12:37:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T12:42:48.609-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Citra'/><title type='text'>Trompet Politik SBY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QnHpQfgjPQs/TbnDAYt0bhI/AAAAAAAAAKQ/Dmt6EAQZsC4/s1600/karikatur-sby.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QnHpQfgjPQs/TbnDAYt0bhI/AAAAAAAAAKQ/Dmt6EAQZsC4/s320/karikatur-sby.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600722023013969426" /&gt;&lt;/a&gt;Presiden kita SBY memang begitu lihai dalam memainkan “trompet politiknya”, beliau selalu bisa membaca peluang kapan harus memposisikan sebagai korban dan kapan harus memposisikan layaknya pahlawan. Melalui anteknya-anteknya di jajaran atas, beliau berkali-kali bersandiwara untuk bisa menutupi kebobrokannya dalam mengurus negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mudah bisa kita lihat manuver-manuver politik beliau dalam mengalihkan (mengamnisiakan) opini publik, dan sepertinya hal itu cukup ampuh, mulai dari isu kudeta penggulingan presiden hingga reshuffle kabinet yang ternyata hanyalah omong kosong belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, hendaknya masyarakat, kebelakangnya, jangan terlalu berlebihan ketika sebuah isu bergulir dan mencoba dimunculkan kepermukaan. Dunia politik di negeri ini sudah terlalu busuk untuk bisa kita percaya dalam setiap pencitraan dan segala atribut-atributnya yang tak pernah memihak kepada rakyat kecil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-7130689638338822666?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/7130689638338822666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/04/trompet-politik-sby.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7130689638338822666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7130689638338822666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/04/trompet-politik-sby.html' title='Trompet Politik SBY'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QnHpQfgjPQs/TbnDAYt0bhI/AAAAAAAAAKQ/Dmt6EAQZsC4/s72-c/karikatur-sby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5813154523763531416</id><published>2011-04-21T22:16:00.000-07:00</published><updated>2011-04-21T22:45:32.598-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejaring Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kritis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Redaktur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapitalisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa'/><title type='text'>Dilema Mahasiswa Dalam Beropini</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://mahasiswastan.com/wp/?page_id=332" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i449.photobucket.com/albums/qq213/saidialhady/bannerconfessblogcompetition-1.jpg" border="0" alt="Photobucket" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejatinya tidak semua &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; mampu beropini di koran, hal ini karena keterbatasan SDM &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; yang masih jauh dari budaya membaca. Sudah menjadi hukum alam bahwa untuk menghasilkan sebuah karya, baik dalam bentuk opini atau pun dalam bentuk karya lainnya selalu mengharuskan penulis gemar membaca dan peka terhadap keadaan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi opini koran yang memang menuntut penulisnya selalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;up to date&lt;/span&gt; dalam berbagai informasi aktual. Sementara &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; kita masih lebih banyak mengutamakan hal-hal tidak penting, seperti menghabiskan waktu di pinggir jalan untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nongkrong&lt;/span&gt; dan semacamnya. Inilah yang menjadi celah, kenapa opini-opini di koran dari kalangan &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; sangat minim sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuangkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;uneg-uneg&lt;/span&gt; dalam bentuk opini di kalangan &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; semakin menemukan jalan terjal yang tak mudah bagi mahsiswa untuk meninggalkannya, yaitu virus jejaring sosial. &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;Mahasiswa&lt;/a&gt; lebih memilih jejaring sosial untuk menumpahkan segala aspirasi ke jejaring sosial, karena memang tidak membutuhkan gaya penulisan yang ilmiyah dan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejaring sosial yang siapa saja boleh mengeluarkan apa yang ada di benaknya, juga membolehkan berkata apa saja, kendati tidak sopan sekalipun. Menurut penulis sendiri, jejaring sosial perannya sangat penting dalam membunuh krakter ilmiyah seorang &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;, yang selama ini dikenal kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu hal lagi yang membuat &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; tidak bisa beropini di koran, yaitu koran harian itu sendiri. Koran yang selalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;money oriented&lt;/span&gt; terhadap opini yang dimuatnya, membuat &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; tidak bisa berbuat apa-apa. Ada sebagian teman-teman penulis yang mengatakan kalau koran itu lebih mengutamakan (memuat) opini-opini orang “penting” ketimbang opininya &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;. Meski pun pada kenyataannya banyak ditemuai opini-opini &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; lebih kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita lihat, setiap hari opini yang menghiasi koran harian kita, mulai dari koran lokal hingga koran nasional, jarang sekali ditemui opini &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; yang mampu menembus redaktur opini koran. Kendati ada opini &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;, itu pun hanya dikhususkan untuk &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;, yakni “rubrik untuk &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya memang tendensi sekali dari pihak koran harian, tapi begitulah, negara kita masih selalu mengutamakan hal-hal yang menurut pasar dianggapnya penting, tapi kosong manfaat dengan apa yang dibacanya. Ini ironi negara kita dalam membentuk kekritisan generasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, ternyata masih ada &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; yang memaksakan diri untuk bisa menembus “benteng pertahanan” redaktur opini sebuah koran, dengan cara menyembunyikan identitasnya sebagai &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;. Dengan cara berpura-pura menjadi pengurus penting sebuah LSM yang memang ada kaitannya dengan tulisan yang sedang diusungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; kita yang kritis namun tidak mampu beropini di koran, hanya saja tidak pernah diberi kesempatan oleh media harian yang merupakan peran utama dalam menyampaikan opini &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;. Maka bukanlah sesuatu yang salah jika &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; lebih memilih jejaring sosial sebagai media penyaluran aspirasinya yang terpendam —yang berakhir pada pembunuhan krakter kritis &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; itu sendiri. Dan sifat-sifat ilmiyah &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; juga ikut terpendam dan menghilang tanpa bekas, karena seperti yang dikatakan diatas, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;update status&lt;/span&gt; di jejaring sosial memang tidak membutuhkan atribut-atribut yang mengatur dunia kepenulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; dan semua peserta dalam kompetisi ini, penulis yakin semuanya juga ingin sekali bisa menyuarakan aspirasi dan isi hatinya (dalam bentuk opini) di koran harian, yang masih cukup efektif untuk saat ini. Dan harapan penulis kedepannya, media harian tidak lagi mengeksploitasi opini yang bersumber dari &lt;a href="http://mahasiswastan.com"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis juga memaklumi atas segala kemungkinan kecurang &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; dalam membuat opini dengan cara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;copas&lt;/span&gt; dan mengatasnamakan dirinya. Tapi bukankah itu adalah tugas redaktur opini sebuah koran harian untuk lebih jeli lagi dalam memilih opini-opini yang masuk ke redaksinya. Bukan tidak mungkin penulis-penulis yang sudah punya nama itu juga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;copas&lt;/span&gt; sana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;copas&lt;/span&gt; sini karena tuntutan redaksi media yang antri meminta tulisannya untuk dimuat di medianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Indonesia masih punya banyak stok &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; kritis dengan segala teori-teorinya yang mungkin bisa membantu negara melalui analisis mendalam lewat opini yang ditulisnya. Selain itu yang harus diperhatikan oleh media yaitu pembagian honor dengan cara mencairkan tepat waktu. Karena sebagian kecil motivasi dari &lt;a href="http://mahasiswastan.com/"&gt;mahasiswa&lt;/a&gt; untuk selalu mengasah kekritisannya beropini di koran adalah honor tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5813154523763531416?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5813154523763531416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/04/dilema-mahasiswa-dalam-beropini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5813154523763531416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5813154523763531416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/04/dilema-mahasiswa-dalam-beropini.html' title='Dilema Mahasiswa Dalam Beropini'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-7760233546791468489</id><published>2011-04-09T05:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T05:41:01.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Target</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8S_ILRVwfkA/TaBTc8cCvnI/AAAAAAAAAKI/3V3MozK7p80/s1600/Target.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8S_ILRVwfkA/TaBTc8cCvnI/AAAAAAAAAKI/3V3MozK7p80/s320/Target.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593562493919346290" /&gt;&lt;/a&gt;Apapun jika dikonsep (setidaknya dicatat di buku harian) kemudian dijadikan target, maka hasil dikemudian hari pasti tidak akan mengecewakan. Asalkan dijalankan sungguh-sungguh, kemudian dipertahankan dalam satu kometmen yang tak mudah goyah oleh bermacam godaan, niscaya itulah yang kelak menungguh kita di "pelabuhan" kesuksesan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasang target memang semudah mengucapkan apa yang terlintas didalam pikiran kita, tapi untuk menjalankan satu target yang cukup ringan saja kadang harus rela mengorbankan banyak hal --ini dalam tinjau sesuatu yang sifatnya kurang penting dibandingkan target kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang terpenting dari pencapaian target adalah istiqomah dalam menjalaninya, baik setelah mencapai target itu sendiri atau sebelum target tercapai, yakni tidak mudah menyerah sebelum target kita tercapai dengan baik. Tapi setelah tercapai hendaknya dijalani secara terus menerus tanpa melupakan perjuangan sebelum mencapai target tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-7760233546791468489?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/7760233546791468489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/04/target.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7760233546791468489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7760233546791468489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/04/target.html' title='Target'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8S_ILRVwfkA/TaBTc8cCvnI/AAAAAAAAAKI/3V3MozK7p80/s72-c/Target.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6271719469304099522</id><published>2011-04-05T11:46:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T11:50:18.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejahatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Citibank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malinda Dee'/><title type='text'>Prioritas Spiritual Pegawai Bank</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-jskJmSXEAWI/TZtj7GGHkSI/AAAAAAAAAKA/GyY1_1RbSKs/s1600/1388122.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 237px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jskJmSXEAWI/TZtj7GGHkSI/AAAAAAAAAKA/GyY1_1RbSKs/s320/1388122.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592173229210308898" /&gt;&lt;/a&gt;Perbankan adalah bisnis kepercayaan untuk merebut hati nasabah. Namun, apa jadinya jika kepercayaan itu malah dinodai oleh pihak bank sendiri? Tentu saja akan menciptakan phobia bagi calon nasabah bank untuk menyimpang uangnya di bank-bank tertentu. Bahkan citra bank yang selama ini jauh dari kesan buruk penyalahgunaan jabatan pegawainya juga ikut tercemar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya penyalahgunaan wewenang pegawai (seperti menilap uang nasabah) ini salah satunya dikarenakan minimnya optimalisasi peningkatan mekanisme kontrol di perusahaan perbankan. Oleh karena itu, pihak bank perlu memberi pelatihan-pelatihan khusus kepada para pegawainya untuk meningkatkan kinerja dan perbaikan mental mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang paling penting dari itu adalah pelatihan-pelatihan agama (memberi pendalaman agama kepada pegawai) akan lebih efektif, karena dengan agama yang taat pegawai bank akan selalu merasa diawasi oleh Tuhannya saat ada keinginan untuk menyalahgunakan wewenangnnya atau menilap uang nasabah. Dan hendaknya pihak bank tidak selalu mencari pegawai-pegawai yang cuma mengandalkan ke-seksi-annya saja, tanpa memprioritaskan ketaatan agamanya. Biar kasus Melinda Dee ini tidak terulang lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6271719469304099522?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6271719469304099522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/04/prioritas-spiritual-pegawai-bank.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6271719469304099522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6271719469304099522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/04/prioritas-spiritual-pegawai-bank.html' title='Prioritas Spiritual Pegawai Bank'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-jskJmSXEAWI/TZtj7GGHkSI/AAAAAAAAAKA/GyY1_1RbSKs/s72-c/1388122.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-7246246895755281832</id><published>2011-02-05T21:51:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T22:04:48.126-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>DUIT; Doa, Usaha, Istiqomah, Tawakal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TU44YX-HmdI/AAAAAAAAAJ4/4jxEeZqFjso/s1600/koper.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TU44YX-HmdI/AAAAAAAAAJ4/4jxEeZqFjso/s320/koper.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570451780506458578" /&gt;&lt;/a&gt;Judul  : 20 Mantra Cepat Kaya&lt;br /&gt;Penulis  : Joni Lis Efendi&lt;br /&gt;Penerbit : Leutika, Yogyakarta &lt;br /&gt;Cetakan         : Pertama, Desember 2010&lt;br /&gt;Gendre  : Motivasi Bisnis &lt;br /&gt;Halaman  : xviii + 126&lt;br /&gt;ISBN   : 978-602-8597-57-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tampak judul buku ini seperti buku-buku bisnis lainnya yang menjanjikan kekayaan secara instan. Tapi tidak. Buku ini sesekali diisi jeritan hati sang penulis ketika membangun bisnisnya dari nol. Bahwa seperti apapun pencapai suatu usaha tetap dimulai dari perjuangan yang “berdarah-darah”. Butuh ketekunan, keberanian, percaya diri, dan pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis, kematangan diri dan fokus pada satu titik pencapain adalah kunci utama. Dan itu semua dibangun dengan jalan penuh terjal tanpa kenal lelah, seperti kisah sukses Soetjipto Sosrodjojo, yang terangkum dalam buku ini, dia berkeliling dengan mobil, memutar musik untuk menarik perhatian penonton dan memdemokan cara menyeduh teh Cap Botol yang akan dibagikan gratis pada penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasanya dulu banyak orang tidak percaya dengan ide langka Soetjipto Sosrodjojo ini, bahwa kelak (sekarang) akan tercipta perusahaan berkelas bernama Teh Botol Sosro. Teh Botol Sosro yang dulu diperjuangkan tanpa kenal lelah dan selalu berusaha membuat inovasi baru telah menjelma Teh Botol Sosro seperti sekarang. Teh Botol Sosro berhasil mengungguli popularitas Coca-Cola dan Pepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, esensi dari sikap kewirausahaan (entrepreneurship) itu adalah kemandirian dan pada sikap mandiri itu ada aspek keberanian, percaya diri, tidak gampang menyerah, dan kreativitas yang sudah membuktikan menjadi kunci para entrepreneur yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara universal bahwa sikap entrepreneur handal dan sukses terletak pada kemandirian. Sikap mandiri bisa dimiliki oleh siapapun kendati kalangan bawah asal ada keinginan yang kuat. Sebaliknya, betapapun tinggi dan hebat latar belakang pendidikan dan lingkungan yang membesarkannya, maka sikap mandiri itu tidak akan diperoleh dan tak akan pernah menjadi entrepreneur sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, orang yang tidak mandiri tidak akan pernah menjadi entrepreneur yang handal dan sukses. Sudah menjadi rahasia umum, kebanyakan orang-orang sukses adalah mereka yang bersal dari keluarga kurang mampu. Kenapa? Karena mereka selalu berusaha untuk mandiri, tidak tergantung sama orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak terlalu berlebihan jika penulis mengapresiasi buku ini dan layak jadi pegangan para entrepreneur pemula maupun menengah. Buku ini akan membuka pikiran pembacanya untuk memahami definisi kaya yang sesungguhnya, membuka mata pembacanya untuk melihat peluang-peluang usaha, dan meletupkan motivasi luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam buku ini juga banyak kata-kata mutiara penggugah jiwa untuk tetap terus berjuang memperbaiki nasib, seperti; “Orang yang berhasil dan sukses dalam hidupnya selalu memberikan nilai tambah untuk keluarga, orang lain, masyarakat, lingkungan, bangsa, dan negara”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau melihat latar belakang penulisnya, buku 20 Mantra Cepat Kaya ini pun cukup meyakinkan, penulisnya Joni Lis Efendi adalah mantan orang miskin yang sekrang berhasil mendirikan Brain Writing School (BWS) dan Sekolah Pengusaha Indonesia (SPI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joni Lis Efendi sendiri sejak remaja sudah mandiri, karena lingkungan yang menuntutnya untuk hidup mandiri. Dia lahir dari lingkungan keluarga yang sederhana, bisa kuliah pun karena bantuan beasiswa. Namun, apalah daya, beasiswa itu putus di tengah jalan, kuliah terbengkalai, dan dia harus berjuang agar bisa bertahan hidup di Kota Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat dia tidak pernah melupakan masa lalunya adalah masalah urusan perut, soal makan kadang dia harus rajin-rajin puasa di luar puasa Senin-Kamis karena memang tidak ada uang sepeser pun walau hanya untuk sekedar membeli sebungkus roti seharga seribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, pangalaman-pengalaman pahit di masa lalu itu menjadi cambuk bagi diri Joni Lis Efendi untuk mengubah nasibnya. Dan itu terbukti pada diri Joni Lis Efendi sekarang. Joni Lis Efendi pun semakin yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum jika dia (sendiri) tidak mau pada prubahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dinamis dan berpandangan luas dimasa yang akan datang menjadi kunci kesuksesan Joni Lis Efendi. Ini membuktikan (sekali lagi) bahwa kendala utama dalam usaha kita selama ini bukan terletak pada finansial semata, tapi terletak pada motivasi diri bagaimana agar tidak pantang menyerah pada keadaan-keadaan tersulit sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan penulis kemudian dituangkan dalam buku ini, penulis banyak mengaca pada perjuangan entrepreneur-entrepreneur sejati sebelumnya, selain ada Soetjipto Sosrodjojo dengan Teh Botol Sosro-nya. Dalam buku banyak menceritakan kisah-kisah entrepreneur sejati sebagai cerminan, seperti Tirto Utomo, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Mantra Cepat Kaya banyak mengusung kisah-kisah nyata para pengusaha sukses Indonesia. Dimulai dari cerita Tirto Utomo yang selalu berusaha keras menjual air putih dalam kemasan. Meski pada awalnya dicibir oleh masyarakat, sekarang produk Aqua menjadi produk air kemasan yang paling dipercaya konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dalam hal apapun termasuk dalam hal finansial memang tidak pernah diraih dengan instan. DUIT: Doa, Usaha, Istiqomah, Tawakal, itulah rumus paling jitu bagi orang yang mau atau yang sudah sukses menggeluti bidang usaha. Motivasi diri yang terus berkesinambungan juga dihasilkan dari rumus tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sekali apa yang dikatakan front leader FPI Habib Riziq, “usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha itu omong kosong”. Bahwa petuah sukses yang selama ini kita dengar semua mengacu pada kerja keras dan pantangn menyerah. Jika semua itu bisa terbangun, maka yakinlah dikemudian hari akan memetik manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dimuat di koran harian Bhirawa (28/01/11)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-7246246895755281832?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/7246246895755281832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/02/judul-20-mantra-cepat-kaya-penulis-joni.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7246246895755281832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7246246895755281832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/02/judul-20-mantra-cepat-kaya-penulis-joni.html' title='DUIT; Doa, Usaha, Istiqomah, Tawakal'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TU44YX-HmdI/AAAAAAAAAJ4/4jxEeZqFjso/s72-c/koper.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-4944995361795148487</id><published>2011-01-29T10:46:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T11:26:24.893-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia'/><title type='text'>Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Dari Kampung Untuk Toyota&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.toyota.astra.co.id/" target="_&amp;quot;blank&amp;quot;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.toyota.astra.co.id/seoaward2010/wp-content/uploads/2010/09/logo-Toyota-SEO-Award-2010.png" alt="Logo Toyota SEO Award 2010" style="border: medium none;" width="231" align="middle" height="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;Bukan maksud melebih-lebihkan sesuatu yang telah menjadi pengakuan masyarakat umum. Disini saya hanya ingin menceritakan pengalaman saya bersama toyota. Mungkin kalau peserta lainnya dalam kontes &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;Toyota SEO Award 2010&lt;/a&gt; ini pernah merasakan kenyamanan (bahkan mempunyai mobil &lt;a href="http:///"&gt;toyota&lt;/a&gt; sendiri) dengan segala fasilitas nyaman yang ada dalam &lt;a href="http:///"&gt;mobil toyota&lt;/a&gt; tersebut. Lain halnya dengan saya yang cuma remaja kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini bermula ketika tetangga saya mudik dari Jakarta bulan puasa kemarin dengan memakai &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyota&lt;/a&gt; sebagai kendaraan ber-mudik ria-nya ke Madura, kampung halamannya. Saya tidak bisa menyebutkan spesifikasi mobilnya, karena saya sendiri tidak pernah bersentuhan dengan mobil, kecuali dengan &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyota&lt;/a&gt; milik tetangga saya itu (itu pun cuma satu kali pas waktu itu saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya pas waktu lebaran setelah sholat idul fitri, tetangga saya yang punya &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyota&lt;/a&gt; tersebut mengajak tetangga dekatnya termasuk saya untuk ikut berekreasi ke pantai Camplong, tempat wisata pantai di kawan kecematan Camplong, kabupaten Sampang, Madura. Tetangga saya itu memang sengaja tidak mengajak keluarga besarnya, karena niatan (syukuran) ini sudah ada sejak baru membeli&lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt; mobil toyota&lt;/a&gt; di Jakarta, mau mengajak tetangganya (jika dirinya mampu membeli mobil) ke tempat wisata dengan memakai mobil yang baru dibelinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, saya pun menikmati selama perjalanan menuju pantai Camplong, dan mungkin tidak terlalu berlebihan bahwa selama saya ada dalam &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyota&lt;/a&gt; itu begitu menikmatinya, selain karena ruangannya lebar, pas untuk &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil keluarga,&lt;/a&gt; juga suasana berada di dalam mobil toyota begitu terasa nyaman dan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;Mobil toyota&lt;/a&gt; ini saya acungi dua jempol karena handal meski di pegunungan, maklum tempat tinggal saya kan agak kedalam dan masih belum diaspal. Tapi dengan &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyota&lt;/a&gt; semua terasa nyaman, aman, dan tetap santai sambil bercengkrama dengan teman sejawatku. Ini adalah pengalaman paling mengesankan bagiku, selain mobil toyota dengan segala kenyamanannya masih ditambah dengan keindahan panorama pantai Camplong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dirasa sudah cukup puas bermain-main di pantai Camplong akhirnya kami pun pulang dengan kesenangan hati yang tak mungkin terlupakan. Dengan &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyota &lt;/a&gt;lagi rombongan saya meluncur menuju kampung halaman. Sungguh indah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tetanggaku kembali lagi ke Jakarta, teman-teman saya khususnya saya sendiri begitu berharap tetanggaku itu secepatnya mudik kembali ke Madura dengan tetap membawa &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyotanya&lt;/a&gt; dan sudi memebawaku jalan-jalan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi sebagian pembaca, pengalaman ini hanyalah bual belaka dan sangat tidak menarik. Tapi yang jelas bagi penulis sendiri ini sangat berarti. Trus, mengenai keikut sertaan dalam ajang &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;Toyota SEO Award 2010&lt;/a&gt; ini memang bukanlah sebuah kebetulan, atau mungkin sudah "jodoh". Saya punya pengalaman (kesan) dengan mobil toyota kemudian saya menceritakannya. Sangat sederhana sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari semua itu, saya hanya ingin menyampaikan sesungguhnya yang dirasakan saya sendiri sebagai penggunan (meski cuma nebeng) &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyota&lt;/a&gt; ke publik bahwa seperti itulah kenyataannya. Dan juga mungkin sebagai saran bagi pihak perusahaan toyota, juga bisa dijadikan referensi bagi calon pemebeli mobil sebelum memutuskan untuk membeli mobil yang sesuai dengan keadaan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, semoga tulisan ini bisa memberi manfaat bagi pembaca, calon pembeli mobil (khususnya yang akan membeli &lt;a href="http://www.blogger.com/www.toyota.astra.co.id/"&gt;mobil toyota&lt;/a&gt;), dan pihak-pihak yang bekerjasama dengan toyota. Semoa toyota tetap bisa menjaga keprofesionalannya, seperti yang saya rasakan seperti yang terurai dalam cerita saya diatas. Amien...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tulisan ini diikut sertakan dalam kontes &lt;a href="http://www.toyota.astra.co.id/seoaward2010/peraturan"&gt;SEO Toyota Award 2010&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-4944995361795148487?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/4944995361795148487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/mobil-keluarga-ideal-terbaik-indonesia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4944995361795148487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4944995361795148487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/mobil-keluarga-ideal-terbaik-indonesia.html' title='Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3064339590625305547</id><published>2011-01-27T08:30:00.001-08:00</published><updated>2011-01-27T08:34:09.079-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SBY'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gayus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koruptor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korupsi'/><title type='text'>Jangan Takut Korupsi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TUGd1FM-0aI/AAAAAAAAAJk/Br-qgNvZeLM/s1600/korupsi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TUGd1FM-0aI/AAAAAAAAAJk/Br-qgNvZeLM/s320/korupsi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566904149661897122" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak bergulirnya kasus Gayus, semakin membuktikan ketidak becusan kinerja aparat di bnegeri ini. Gembar-gembor sebelumnya akan memberangus koruptor nyatanya tak pernah kesampaian. Apalagi dengan hukuman yang terbilang cukup ringan untuk terdakwa kasus korupsi. Koruptor sekelas Gayus hanya dihukum tujuh tahun. Setelah itu akan diremisi ini itu, jadinya masa hukuman akan menjadi lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia menjadi ladang subur koruptor untuk menumpuk uang sebanyak-banyaknya. Selain aparat yang tidak tegas dan kerdil ketika dibentak, juga makin menyuburkan praktek korupsi karena hukuman yang cukup ringan bagi maling negara ini. Kita akan membuktikan setelah kasus Gayus yang tak selesai mungkin ini akan muncul kasus-kasus serupa dengan hukuman ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa korupsi besar-besaran di negara ini tidak akan diusut tuntutas. Karena kalau diusut tuntas akan menyeret orang-orang istana yang sesungguhnya pelaku korupsi selama ini adalah mereka-mereka yang bertampang adem ayem dengan segala manuver pencintaraannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3064339590625305547?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3064339590625305547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/jangan-takut-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3064339590625305547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3064339590625305547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/jangan-takut-korupsi.html' title='Jangan Takut Korupsi'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TUGd1FM-0aI/AAAAAAAAAJk/Br-qgNvZeLM/s72-c/korupsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-1215980628283497630</id><published>2011-01-23T02:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T02:48:45.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busuk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SBY'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden'/><title type='text'>Curhat Ampuh SBY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TTwGmNUKg-I/AAAAAAAAAJc/rEOa1KbOjgI/s1600/Karikatur-Curhat-SBY.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TTwGmNUKg-I/AAAAAAAAAJc/rEOa1KbOjgI/s320/Karikatur-Curhat-SBY.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565330493002122210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah menjadi rahasia umum kalau presiden kita adalah raja tukang kibul, dan semua kibulannya sepertinya diterima oleh rakyatnya. Ini membuktikan kalau kibulan presiden kita terbilang cukup ampuh dalam mempengaruhi opini publik. Mulai Sabang sampai Maruke kini mengenal sosok SBY yang tukan bohong dan sering curhat hal-hal tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar teranyar dari istana kalau DPR mau menaikkan gaji SBY, setelah SBY curhat tentang gajinya yang tak naik selama tujuh tahun selama memimpin Indonesia, waktu menyampaikan pidatonya dihadapan polri. Padahal menurut majalah bergengsi asal Inggris, The Economist, gaji presiden di Indonesia adalah gaji dengan kesenjangan tertinggi ketiga dari 22 negara yang disurvei tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah karena SBY yang tamak memakan uang rakyat ataukah DPR yang menjadi bonek SBY, hanya dengan begitu saja sudah mau menaikkan gaji SBY. Ironis sekali, ditengah-tengah rakyatnya yang kelaparan, di gedung DPR malah sibuk mempersiapkan kenaikan SBY yang kehidupannya sudah terjamin dan hartanya tak habis tujuh turunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut The Economist, gaji per tahun yang diterima Presiden SBY mencapai 124.171 dolar per tahun. Menurut catatan majalah itu, dengan angka tersebut berarti gaji SBY 28 kali lipat dari pendapatan per kapita rakyat Indonesia. (Republika - Jumat, 21 Januari 2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan gaji SBY melampui presiden negara-negara maju (dan rakyatnya sejahtera), seperti gaji Perdana Menteri Cina. Ternyata, di Cina gaji PM Cina sekitar 2,5 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya. Sementara India lebih kecil lagi, yaitu gaji PM India sekitar dua kali lipat dari pendapatan per kapita penduduknya.(Republika - Jumat, 21 Januari 2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di akhir kepemimpinannya SBY mencoba manuver barunya agar kekayaannya semakin berlipat ganda. Berhubung di tahun 2014 dirinya sudah tidak lagi bisa mencalonkan diri menjadi presiden. Sebuah ending yang mengesankan dan manis sekali. Dan sebuah ending yang begitu pahit menyayat hati rakyat yang harus menerima tunggakan harga-haraga kebutuhan pokok demi kepentingan elit politik untuk membangun gedung DPR yang baru dan dami memperbesar perut SBY.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-1215980628283497630?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/1215980628283497630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/curhat-ampuh-sby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1215980628283497630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1215980628283497630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/curhat-ampuh-sby.html' title='Curhat Ampuh SBY'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TTwGmNUKg-I/AAAAAAAAAJc/rEOa1KbOjgI/s72-c/Karikatur-Curhat-SBY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-9081785135214961880</id><published>2011-01-18T10:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T11:18:17.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiada Hari Tanpa Bahasa Inggris'/><title type='text'>Geliat Pesantren Dalam Mempelajari Bahasa Inggris</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.belajaringgris.net/lomba-menulis-blog-2010.html"&gt;&lt;img src="http://www.belajaringgris.net/wp-content/uploads/2010/12/lombablog300x2501.gif" alt="Lomba Blog 2010 Berhadiah Jutaan Rupiah | belajaringgris.net" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;Revolusi pesantren dari gaya klasik yang selalu mengandalkan kitab kuning dan gundul kini mulai menemukan titik temunya. Ini terbukti dengan banyaknya pesantren-pesantren yang mulai banyak menerapkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bilingual system&lt;/span&gt; dalam kumunikasi sehari-harinya, dalam artian tidak hanya bahasa Arab yang menjadi patokan pesantren sekarang, tapi juga &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran penguasaan &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt; di pesantren kini mulai tumbuh, kesadaran untuk mempelajarinya mulai berjalan secara linear, lebih-lebih pesantren yang mempunyai basis modern. Tidak hanya itu, bahkan kondisi serupa juga ditemukan pada lembaga pesantren yang kental dengan ke-salaf-annya, yang diidentifikasi sebagai pesantren tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Indonesia bahwa pesantren selalu identik dengan ”ketradisionalan” dalam arti yang negatif (tertinggal, kolot dan sebagainya). Selama ini di masyarakat terdapat pandangan yang ambigu terhadap pesantren. Lebih-lebih oknum-oknum tertentu yang selalu berusaha menjatuhkan nama baik pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebagian kalangan yang lain memandang bahwa pesantren adalah sebuah entitas tersendiri dengan ciri khasnya yang tidak dimiliki institusi lain, termasuk di dalamnya sistem pendidikan yang dijalankan. Kontradiksi seperti itulah yang pada gilirannya justru menjadi daya magnit pesantren yang dapat memikat berbagai kalangan untuk menyelaminya lebih jauh dengan mengadakan penelitian-penelitian ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke intensitas pesantren dalam mempelajari &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris,&lt;/a&gt; sejatinya sistem pendidikan pesantren telah memiliki akar yang cukup kuat dalam pembelajaran &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris.&lt;/a&gt; Mulai dari pihak guru yang disucikan dan selalu dituruti/diteladani oleh santrinya, hingga intruksi guru (dalam istilah pesantren adalah "Ustadz") yang selalu dianggapnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penguasaan &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt; kini menjadi salah satu ciri khas bahkan tolok ukur bagi tingkat keberhasilan pembelajaran yang dijalankan pesantren sekarang. Maka, sudah menjadi lumrah bagi kebanyakan pesantren ketika mendelegasikan santrinya ke berbagai even berbau &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris,&lt;/a&gt; seperti lomba debat &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris,&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;story telling,&lt;/span&gt; lomba pidato &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris,&lt;/a&gt; dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, anggapan akan pentingnya &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt; di kalangan pesantren menjadi sebuah keniscayaan yang kemudian muncul sebagai akibat dari sistem pendidikan yang sudah mengakar dan menyejarah di pesantren sebagai bagian dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dakwah islamiyah.&lt;/span&gt; Yang mana sejak semula keberadaan pesantren memang mengemban misi utama dalam penyebaran dan pengajaran ilmu-ilmu agama dari tingkat dasar sampai tingkat tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren mempelajari &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris,&lt;/a&gt; tentu hal ini demi memperkaya khazana keilmuan di pesantren yang tak terbatas pada pemebelajaran literatur bahasa Arab saja, tapi juga memperkaya dinamika keilmuan pesantren (maupun santrinya) dengan banyak mempelajari aneka keilmuan yang bersumber dari &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempelajari &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris,&lt;/a&gt; sedikitnya diperlukan beberapa faktor untuk menunjang penguasaan &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt; dengan baik. Faktor pertama, lingkungan yang mendukung, tempat yang asri akan mempermudah penerapan dalam mempelajari &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris,&lt;/a&gt; seseorang dapat dengan mudah menangkap apa yang di pelajarinya jika tempatnya mendukung dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Kedua, interaksi sosial, kita bisa berbicara dengan lancar karena adanya interaksi satu sama lain, yang lebih memungkinkan penekanan pada satu komunitas bahasa asing begitu pula dalam mempelajari &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesemua faktor yang disebutkan diatas, pesantren lebih punya peran sebagai tempat pembelajaran &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris,&lt;/a&gt; daripada lembaga &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;kursus Inggris&lt;/a&gt; dan institusi-institusi lain yang hanya menerapkan pembelajaran secara instan tanpa pembekalan yang mempuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seperti ini pesantren akan semakin eksis dengan eksistensi dirinya sebagai wadah dan penyanggah kemajuan bangsa. Karena kebelakangnnya tantangan modern merupakan keniscayaan yang tidak mungkin kita hindarkan perkembangannya, iptek, ekonomi juga ilmu-ilmu sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pesantren sudah bisa menguasai beberapa jenis bahasa, maka “teluran” pesantren akan banyak mendulang kesuksesan. Contohnya adalah Gus Dur, beliau mampu menduduki kursi kepresidenan dengan membawa bekal dari pesantren seperti agama, iptek dan berbagai macam bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukanlah sesuatu yang aneh jika ada sebagian pesantren sekarang yang membiasakan diri dan bergelut dengan&lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt; bahasa Inggris.&lt;/a&gt; Seperti pesantren modern Nurul Jadid, Probolinggo. Pesantren ini seringkali mendatangkan guru &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt; dari manca negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang demam &lt;a href="http://www.belajaringgris.net/"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt; cukup merajalela di berbagai pesantren di seluruh nusantra, banyak sekali pesantren lebih-lebih santrinya yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan tingginya ke negara bagian eropa, lebih-lebih Amerika. Bukan mustahil lagi bila hubungan pesantren, Indonesia pada umumnya dengan negara-negara maju seperti Amerika akan semakin erat. Karena Indonesia sendiri sebenarnya lebih baik dari negara-negara maju di Asia seperti Cina asalkan pemerintah peduli terhadap generasi mudanya, santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artikel Ini Didukung Oleh &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.pakarhipnotis.com/"&gt;Belajar Hipnotis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-9081785135214961880?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/9081785135214961880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/geliat-pesantren-dalam-mempelajari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/9081785135214961880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/9081785135214961880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/geliat-pesantren-dalam-mempelajari.html' title='Geliat Pesantren Dalam Mempelajari Bahasa Inggris'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5805423697007020650</id><published>2011-01-16T09:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T09:58:51.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gayus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koruptor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keadilan'/><title type='text'>(Jangan) Bicara Kebenaran di Negeri Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TTMwoXIY_EI/AAAAAAAAAJM/EJ4GcILYB7w/s1600/gyu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TTMwoXIY_EI/AAAAAAAAAJM/EJ4GcILYB7w/s320/gyu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562843434694802498" /&gt;&lt;/a&gt;Ironi sekali negeri ini, menangkap jaringan teroris yang mempunyai jaringan internasional dengan mudahnya menumpas hingga ke akar-akarnya. Tapi menangkap Gayus seorang diri saja tidak bisa, padahal sudah jelas-jelas ada di depan mata dengan berbagai bukti-bukti sudah sangat jelas pula, sepak terjangnya dalam penggelapan pajak hingga keliahaiannya dalam menyuap orang-orang lapas tempatnya dipenjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita baru tahu bahwa kasus-kasus yang bersangkutan dengan pemerintahan di negeri ini sulit sekali mencapai titik final. Dalam ingatan ingatan kita masih sangat jelas, kasus Munir aktivis HAM yang meninggal dunia karena diracun, hingga sekrang penyelesaian kasusnya tidak diketahui rimbanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya negara ini selama SBY memimpin tidak akan pernah bisa tegas. Pejabat dengan pikirin kritis dan berupaya tegas terhadap apa yang menjadi tugasnya akan diserang ramai-ramai oleh pejabata lainnya, seperti kasus (percobaan) disfungsi KPK kemarin. Begitu langka kebenaran ditegakkan di negeri tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pakar dengan segala teorinya untuk memperbaiki negeri sudah tidak berguna lagi, setiap teori-teori yang diutarakan layaknya ucapan-ucapan sampah yang tak layak dibawa ke istana dan gedung DPR. Dan orang-orang pencari kebenaran tak ada tempat di parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penghuni istana dan gedung DPR bukan lagi bekerja untuk rakyat, tapi bekerja untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Segala upaya dilakukan untuk mengekalkan kekuasaan. Dan mungkin kebanyakan masyarakat bawah masih belum sadar bahwa kepemimpinan sekrang sudah kembali lagi ke era orde baru, tapi dengan gaya baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5805423697007020650?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5805423697007020650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/jangan-bicara-kebenaran-di-negeri-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5805423697007020650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5805423697007020650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/jangan-bicara-kebenaran-di-negeri-ini.html' title='(Jangan) Bicara Kebenaran di Negeri Ini'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TTMwoXIY_EI/AAAAAAAAAJM/EJ4GcILYB7w/s72-c/gyu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3189237195715079389</id><published>2011-01-11T10:12:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T10:23:59.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Kembali Mengawasi Kasus-Kasus Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TSyf0fcTwQI/AAAAAAAAAJE/yYvLXvB8Yxk/s1600/gayus-tambunan-dari-blog-gombal.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TSyf0fcTwQI/AAAAAAAAAJE/yYvLXvB8Yxk/s320/gayus-tambunan-dari-blog-gombal.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560995364037968130" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah kegagal TIMNAS Indonesia mengangkat trofi piala AFF 2010, kita kembali kepada rutinitas negara yang membosankan Century, Gayus, Susno dan semacamnya. Selama piala AFF 2010 bergulir masyarakat beduyun-duyun ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, secara langsung ataupun tidak langsung, menyaksikan lewat televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula Indonesia seakan tak ada masalah, semua masyarakat amnesia dengan segala hiruk pikuk panggung politik yang bikin geram. Century, Gayus, Susno semua lenyap oleh gol-gol cantik Irfan Bachdim, Firman Utina, dkk. Media pun seolah tak mau ketinggalan dengan meliput secara eksklusif. Ini semakin menambah amnesia masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, para politikus yang awalnya dikejar-kejar wartawan untuk dimintai keterangan menyangkut kasus-kasus akutnya berubah Irfan Bachdim, Firman Utina, dkk yang selalu menjadi sorotan kamera para wartatan. Setidaknya orang-orang bermasalah selama rentan waktu 2010 bisa bernafas lega, karena selama piala AFF bergulir tak lagi main kucing-kucingan dengan wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ariel pun selama piala AFF tidak perlu lagi mengunci pintu kamar penjaranya rapat-rapat, Ariel bebas, bebas dari jepretan kamera wartawan. Cut Tari? Selama sebulan tak perlu lagi menangis sesegukan dihadapan banyak wartawan. Tak terkeculai Luna Maya, begitu menikmati masa libur berjibaku dengan wartawan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luna Maya merdeka, sebagai ekspresi kemerdekaannya dia dengan bebasnya keluar–masuk SUGBK. Tak ada lagi pengawal dan bodyguard yang siap menyikut para wartawan, tak perlu lagi menghindar dari wartawatan. Malah bersama-sama ke SUGBK untuk euforia bersama mendukung tim merah putih sambil sesakali mendengungkan lagunya band Netal, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;garuda di dadaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang??? Piala AFF telah usai. Mulai Luna Maya hingga Gayus harus siap lagi menjadi “buronan” nomor wahid para wartawan. Pikiran masyarakat sudah mulai menerima kalau kekalahan TIMNAS Indonesia karena adzab Tuhan yang disebabkan kesombongan trio tebal muka: SBY, Nurdin Halid, dan Abu Rizal Bakrie.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3189237195715079389?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3189237195715079389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/kembali-mengawasi-kasus-kasus-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3189237195715079389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3189237195715079389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2011/01/kembali-mengawasi-kasus-kasus-negara.html' title='Kembali Mengawasi Kasus-Kasus Negara'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TSyf0fcTwQI/AAAAAAAAAJE/yYvLXvB8Yxk/s72-c/gayus-tambunan-dari-blog-gombal.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2361218093956504513</id><published>2010-12-27T11:13:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T13:11:27.146-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>SMS Iklan; Tanggung Jawab Siapa?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRjox4LdD8I/AAAAAAAAAI8/tkWRs6HYXBU/s1600/logo_xl_biru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRjox4LdD8I/AAAAAAAAAI8/tkWRs6HYXBU/s320/logo_xl_biru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555446083953168322" /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi pelanggang operator yang memberikan layanan super murah dan selalu memberikan gratis macam-macam, ternyata tak selalu membuat kita (pelanggan) untung, malah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;buntung.&lt;/span&gt; Pelanggan menjadi ladang bebas berpromosi operator dan pihak lain yang bekerja sama, tak kenal waktu, siang-malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, seiring semakin ketatnya persaingan tarif murah, SMS yang menurut penulis adalah spam dari operator samakin merajalela. Karena isinya adalah tawaran-tawaran hadiah emas dengan cara membeli kontennya terlebih dahulu, kuis hadiah BlackBerry, hadiah iPAD, hadiah ratusan juta, hingga promosi tarif murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya pun semakin rumit, karena pelanggan tidak mempunyai pilihan untuk menghentikan SMS-SMS itu, karena memang tidak ada caranya. Maka dengan terpaksa harus menerima iklan penawaran suatu produk, layanan RBT, layanan perpanjangan masa aktif, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS iklan operator tidak saja menawarkan promo-promo dengan embel-embel hadiah yang menggiurkan, selain itu mengajak pelanggan untuk pindah paket yang semula paketnya terbilang cukup murah (agar pelanggan pindah ke paket lain), maka dibuatlah SMS iklan dengan konsep ramah yang bisa mengelabui pelanggan dengan sekali baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena isi SMS dari operator tersebut menawarkan tarif yang lebih murah dari paket yang dipakainya sekarang, tanpa pikir panjang pelanggan langsung membalas SMS tersebut yang secara otomatis ganti paket. Setelah membalas SMS iklan, maka selanjutnya pihak operator memberi tahu pelanggan (melalui SMS) bahwa paketnya telah diganti dengan persetujuan kedua belah pihak, sekaligus penjelasan paket baru yang telah dipilih pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang ironis, pelanggan banyak menjadi korban dan dirugikan setelah membalas SMS dari operator. Karena trauma SMS iklan operator inilah, banyak pelanggan tidak percaya (bahkan menghujat) dengan SMS iklan yang dikirimkan operator karena itu adalah spam. Bahkan cek pulsa saja masih diselipi iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bebagai artikel saya baca dari internet, Kenapa Operator melakukan hal ini? Ternyata ini adalah salah satu imbas dari “perang” tarif murah yang diberikan oleh operator kepada pelanggannya, dimana ternyata operator masih rugi karena memberikan tarif super murah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang tarif murah adalah salah satu penyebab mereka melakukan penawaran tarif super murah, karena persaingan antar operator yang semakin keras, sehingga mau tidak mau operator terkait harus dan wajib mengikuti operator yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, prediksi “perang” antar operator di tahun-tahun yang akan datang bukan lagi perang tarif murah yang memberikan banyak gratis kepada palanggannya, tapi disisi lain operator melakukan penipuan kepada pelanggannya. Perang selanjutnya adalah perang pelayanan. Dimana pihak operator dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan jujur dalam menaikkan dan menurunkan tarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masa-masa sekarang boleh dikatakan perang tarif murah ini cukup berhasil karena bisa membuat pelanggan operator lain goyah dan berpindah operator, yang memberikan banyak bonus dan gratis macam-macam. Tapi untuk masa-masa mendatang hal itu tidak bisa menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif murah dengan segala penipuannya sudah terlalu banyak celah dan di cap buruk oleh masyarakat. Mungkin pertanyaan sederhana akan muncul, trus kenapa masih memakai layanan operator itu? Ini masalah keterpaksaan, dimana semua operator yang ada sekarang sistem tarif murahnya juga sama, dan bahkan lebih menipu dan banyak merugikan dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sudah mulai gelisah dengan tarif murah ini, kini masyarakat mulai mencari-cari operator yang jujur dan transparan. Masyarakat lebih menginginkan operator yang sepenuh hati memberi pelayanan tanpa gangguan, baik dalam komunikasi suara dan komunikasi teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;eneg&lt;/span&gt; (bosan) dengan promosi-promosi mengganggu stabilitas komunikasi mereka, bisa kita banyangkan, ketika memanggil suatu nomor yang ada RBTnya masih saja diselipi iklan. Ini bisa dikatakan pemakasaan, namun secara halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan berlangganan jasa komunikasi seluler, tujuan utama untuk memanfaatkan jasa komunikasi yang disediakan, baik itu, voice, teks, ataupun data, bukan untuk dijejali informasi atau promosi dalam bentuk apapun dari operator. Belum tentu informasi dan promosi tersebut pas dan sesuai dengan pelanggan yang dengan karakter dan kebutuhan berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, maraknya SMS promo dari pihak lain (sampai pihak yang tidak jelas asal muasalnya) yang bekerja sama dengan operator, banyak memanfaatkan permainan kata yang sepertinya ‘sengaja’ membuat pelanggan bingung dan pada akhirnya tanpa sadar kehilangan pulsanya atau malah lebih parah lagi kehilangan uang di rekening tabungannya hanya karena SMS yang tidak jelas asal muasalnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah SMS tetap dikategorikan spam jika si penerima pesan singkat tersebut merasa dirugikan dengan keberadaan SMS tersebut. Mungkin pelanggan tidak akan mempermasalahkan jika SMS itu diterima sekali atau dua kali saja. Namun jika frekuensi penerimaannya cukup sering dan pelanggan merasa dirugikan, mereka bisa melakukan gugatan perwakilan kelompok yang disebut dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;class action.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan operator juga dilindungi undang-undang dasar yang mengacu pada Undang-undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, bahwa konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka alangkah bijak sekali jika operator ingin mengirimkan SMS iklan ke pelanggan, terlebih dahulu ada perjanjian antara operator dan pihak penyedia konten (jika melibatkan pihak lain) seperti misalnya SMS iklan tersebut hanya akan dikirimkan ke pelanggan yang sudah melakukan konfirmasi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operator harus melindungi pelanggannya, dari segala macam bentuk penipuan yang mungkin terjadi, dengan menyaring informasi dan promo apa saja yang akan dikirimkan kepada para pelanggannya, dan memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk memilih informasi atau promo apa yang ingin diterima. Jangan malah membombardir dengan SMS iklan sampah yang memenuhi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inbox.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tidak tahu apakah operator sudah memikirkan atau memperhitungkan bahwa promo mereka sudah memberikan peluang untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;spammer&lt;/span&gt; melakukan SMS spam. Tapi semoga saja hal ini cepat terpikirkan oleh semua operator seluruh Indonesia. Kalau masih belum terpikirkan juga, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ya...&lt;/span&gt; minimal mulai sekarang seharusnya operator sudah sadar akan hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan penulis, semoga saja operator bisa cepat sadar akan hal ini dan bisa memikirkan langkah-langkah strategis selanjutnya untuk perkembangan perusahaan dan kenyamaan pelanggan. Jika sadar saat ini, apa yang dapat mereka lakukan untuk meminimalkan penyalahgunaan ini? Ini menyangkut ketidak nyamanan masyarakat/pelanggan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*) Artikel ini diikut sertakan dalam Lomba Karya Tulis &lt;a href="http://xlcsr.com/xlaward/"&gt;XL Award 2010&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2361218093956504513?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2361218093956504513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/sms-iklan-tanggung-jawab-siapa.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2361218093956504513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2361218093956504513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/sms-iklan-tanggung-jawab-siapa.html' title='SMS Iklan; Tanggung Jawab Siapa?'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRjox4LdD8I/AAAAAAAAAI8/tkWRs6HYXBU/s72-c/logo_xl_biru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-4364554220082557175</id><published>2010-12-22T12:20:00.000-08:00</published><updated>2010-12-21T20:32:07.256-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Aburizal Bakrie Politisasi TIMNAS Indonesia (Bag. II)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRF84HFcLoI/AAAAAAAAAIo/R8Ze0xWYNqE/s1600/timnas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRF84HFcLoI/AAAAAAAAAIo/R8Ze0xWYNqE/s320/timnas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553357118940917378" /&gt;&lt;/a&gt;Maaf kalo postingan sebelumnya pembahasannya agak melebar. Oke... Sekarang kita sambung lagi pembicaraan masalah Politisasi Aburizal Bakrie terhadap pemain TIMNAS kita, lebih tepatnya dunia persepak bolaan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menekuk Filipina dalam semifinal Piala AFF 2010, seluruh pemain tim nasional (timnas) Indonesia dan pelatih Alfred Riedl diundang Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie ke rumah pribadinya untuk sarapan pagi, kemarin (20/12/10). Liputan 6 (21/12/10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita terperangah dengan kebaikan Aburizal Bakrie (dan bilang Aburizal Bakrie baik banget) yang akan menyumbangkan 25 hektare tanahnya di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, untuk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI. Tapi perlu kita ingat pula ini cuma janji dia, dan belum tentu terlaksana juga. Kita lebih-lebih PSSI cuma bisa menunggu tanpa kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri tidak yakin dengan janji Aburizal Bakrie ini, mengingat kasus-kasus serius Aburizal Bakrie yang tak kunjung selesai hingga sekarang. Boro-boro dia memberi bantuan sebesar itu kalo tanpa maksud (menguntungkan) tertentu dibalik kemurahan hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Nurudin begitu memuji-muji Aburizal Bakrie atas kemenangan-kenangan TIMNAS Indonesia di AFF 2010 ini. Dia begitu kagum dengan Aburizal Bakrie dan mengelu-elukan Aburizal Bakrie, dia mengatakan bahwa kesuksesan TIMNAS Indonesia kali ini berkat Aburizal Bakrie. Ironis kan... apa hubungannya kesuksesan TIMNAS Indonesia dengan Aburizal Bakrie? Ada apa denga Aburizal Bakrie dan Nurdin...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamuan sarapan pagi sebagai penghormatan atas kemenangan tim Merah Putih merebut tiket final Piala AFF 2010 adalah hal lumrah. Namun, yang kini menjadi pertanyaan para pengamat dan pimpinan partai politik, mengapa harus di rumah pribadi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie?, Liputan 6 (21/12/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Mubarok dari Partai Demokrat mensinyalir jamuan itu sarat kepentingan politis. Ini adalah simbol politik Aburizal Bakrie menyangkut politik pencitraanya sejak dini, karena pada tahun 2014 dia akan mencalonkan diri jadi presiden. Dia menunjukkan bahwa dirinya begitu perhatian terhadap prestasi-prestasi yang diukir anak negeri. Tapi pada kenyataannya...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, postingan ini bukan untuk menghujat Aburizal Bakrie. Saya cuma berharap kalau Aburizal Bakrie benar-benar ikhlas setulus hati dalam membantu perkembangan persepak-bolaan Indonesia kedepannya. Dan saya harap Aburizal Bakrie cepat tobat dari "gerilya pemiskinan rakyat Indonesia" karena sudah terlalu banyak rakyat kecil yang sengsara karena ulah koruptor di negeri ini.&lt;br /&gt;Amien...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-4364554220082557175?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/4364554220082557175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/aburizal-bakrie-politisasi-sepakbola.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4364554220082557175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4364554220082557175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/aburizal-bakrie-politisasi-sepakbola.html' title='Aburizal Bakrie Politisasi TIMNAS Indonesia (Bag. II)'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRF84HFcLoI/AAAAAAAAAIo/R8Ze0xWYNqE/s72-c/timnas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8726915022965259200</id><published>2010-12-21T07:07:00.000-08:00</published><updated>2010-12-21T07:20:28.239-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Aburizal Bakrie Politisasi TIMNAS Indonesia (Bag. I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRDDQEf_tII/AAAAAAAAAIg/dsmV6rQ3e_0/s1600/Ical.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRDDQEf_tII/AAAAAAAAAIg/dsmV6rQ3e_0/s320/Ical.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553153021401085058" /&gt;&lt;/a&gt;Entahlah, saya yang sebelumnya begitu cuek dengan hingar-bingar lapangan hijau begitu berkeinginan untuk memposting unek-unek ini, setelah beberapa kali memabaca kebobrokan politikus kita yang tak pernah puas dengan kekayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita sudah bosan dengan janji-janji Nurdin yang tak pernah kesampaian, pun begitu dia masih saja menjanjikan setumpuk uang kepada pemain TIMNAS Indonesia jika memenangkan pertandingan dengan Malaysia tanggal 26/12/10 ini. Sebelumnya Nurdin juga menjanjikan beratus-ratu juta kepada pemain TIMNAS Indoensia jika lolos ke perempat final, tapi kenyataannya...??? mana... ??? Parahnya lagi, dia begitu PEDEnya jual tampang meski banyak orang membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi postingan kali ini bukan menyangkut Nurdin bobrok itu. Kali ini saya hanya ingin menyampaikan unek-unek saya mengenai Politisasi Aburizal Bakrie terhadap pemain TIMNAS kita, lebih tepatnya dunia persepak bolaan kita. Karena memang TIMNAS kita untuk kali ini begitu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sungguh prestasi yang gemilang di penghujung tahun 2010 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tak banyak dari kita yang tahu tentang Aburizal Bakrie yang banyak terlibat dalam pemiskinan rakyat Indonesia, mulai dari kasus lumpur Lapindo Sidoarjo, Century, hingga kasus pajak Gayus. Dia adalah biang kerok dari semua aksi-aksi korupsi triliunan rupiah di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar diketahui saja, ini tentang penghargaan Bakrie Award yang diberikan setiap tahunnya kepada pelaku kreatif tanah air seperti sastra, sains, ilmu pengetahun dan semacamnya. Penghargaan Bakrie Award menurut banyak kalangan adalah politik pencitraan untuk menutup-nutupi kebobrokannya menyangkut banyak kasus berat di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menilai bahwa penghargaan Bakrie Award tersebut adalah penodaan terhadap karya intelektual mereka, dan banyak dari penerima Bakrie Award yang mengembalikan penghargaan itu setelah sadar akan politisasi Bakrie Award tersebut. Seperti yang dilakukan sastrawan kawakan Goenawam Muhammad, dia mengembalikan penghargaan Bakrie Award pertengahan tahun 2010 kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Goenawan Muhammad meminta Aburizal Bakrie untuk tobat dan membersihkan diri menyangkut masalah-masalah serius yang melibatkan dirinya. Karena seakan permintaannya tidak didengarkan oleh Aburizal Bakrie, Goenawam Muhammad geram dan mengembalik Bakrie Award dengan penuh kecewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya karena Aburizal Bakrie semakin giat dalam gerilnya pemiskinan rakyat negeri ini dan menumpuk harta sebanyak banyaknya di kerajaan Aburizal Bakrie. Kasus Centry-lah yang membuat Goenawan Muhammad "gemes" sama Aburizal Bakrie.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8726915022965259200?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8726915022965259200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/aburizal-bakrie-politisasi-timnas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8726915022965259200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8726915022965259200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/aburizal-bakrie-politisasi-timnas.html' title='Aburizal Bakrie Politisasi TIMNAS Indonesia (Bag. I)'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TRDDQEf_tII/AAAAAAAAAIg/dsmV6rQ3e_0/s72-c/Ical.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5123498431032054027</id><published>2010-12-12T05:46:00.000-08:00</published><updated>2010-12-12T06:00:42.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Julian Assange; Mari Kita Dukung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TQTS6yxhtYI/AAAAAAAAAIY/EyV7MjvHvfk/s1600/Julian-assange-nyp.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 273px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TQTS6yxhtYI/AAAAAAAAAIY/EyV7MjvHvfk/s320/Julian-assange-nyp.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549792548331042178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Melalui Julian Assange dengan WeakiLeaks-nya kita tahu betapa bobroknnya Barat. Kita juga bisa tahu betapa angkuh dan kejam dunia ini. Negara yang secara kasat mata terlihat sempurna tapi melalui WeakiLeaks kita tahu pula betapa kotornya dunia politik dan berbagai intervensi bisa juga kita baca dalam suatu negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya baca di Jawa Pos rubrik Jati Diri, bahwa dunia ini dibangun atas dasar kepentingan satu pihak. Tak ada lagi kata-kata "demi dunia", "demi kepentingan bersama", "demi memperbaiki masa depan bersama". Kata-kata itu tidak ada di dunia sekarang ini. Semua demi kepentingan sendiri (negara). Yang seperti itu juga kita ketahui dan semakin yakin setelah Julian Assange wa akhawatuha memberikan data secara gamblang dan sangat jelas melalui WikiLeaks-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara yang masuk dalam situs WikiLeaks (tentang kobobrokannya selama ini yang tidak diketahui dunia dan bahkan rakyatnya sendiri) seketika menjadi berang dan kebakaran jenggot. Tak terkecuali negara-negara yang menurut pandangan kita selama ini adalah negara paling bersih dari berbagai kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ditangpaklah Julian Assange pentolan WikiLeaks pada tanggal 7 Desember 2010 kemarin oleh pemerintah Inggris. Julian Assange menjadi buron nomor wahid oleh negara adidaya Amerika Serikat, Sekarang bukan lagi teroris (versi Amerika) Osama Bin Laden. Amerika seperti di telanjangi oleh Julian Assange karena dokumen rahasianya yang bersifat "sangat rahasia" dibeber di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julian Assange membeberkan ribuan dokumen rahasia AS yang dihimpun dari seluruh Dubes AS di seluruh dunia. Termasuk perang Irak, Afganistan, dan pembunuhan sejumlah wartawan media kelas dunia dibeberkan di WikiLeaks. Inilah yang membuat Amerika benar-benar berang dengan tingkah Julian Assange. Amerika menggerakkan seluruh pasukannya untuk menangkap Julian Assange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, aliran dana dari masyarakat dunia untuk WikiLeaks dibekukan oleh Bank Dunia Master Card. Juga sumbangan dana via online juga dibekukan oleh PayPal, alat transaksi online terbesar dunia. Sekarang lagi beredar isu kalau situs jejaring sosial Twitter juga menyensor Julian Assange karena tidak pernah menjadi Trading Topic di Twitter, padahal Julian Assange menjadi buah bibir seluruh masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu situs WikiLeaks diserang oleh sekelompok Hacker yang menurut penulis hacker tersebut adalah sewaan Amerika Serikat yang khusus untuk menyerang situs WikiLeaks agar WikiLeaks overload sehingga tidak bisa dibuka. Sampai sekrang, memang WikiLeaks sulit sekali untuk dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi orang-orang yang mendukung Julian Assange juga tidak tanggung-tanggung, dari seluruh dunia menyuarakan satu suara agar Julian Assange segera dibebeskan. Mulai dari masyarakat biasa hingga presiden mengecam penangkapan Julian Assange oleh Amerika Serikat. Amerika sungguh keterlaluan, begitulah yang disampaikan oleh Presiden Brazil, dan presiden-presiden lain diseluruh dunia juga mendukung Julian Assange, kecuali SBY yang sekarang lagi sibuk pencitraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikalangan dunia bawah tanah (hacker), Julian Assange mendapat dukungan penuh, bahkan 3.000 hacker dari seluruh dunia bersatu padu untuk mendukung/membantu Julian Assange dan WikiLeaks-nya. Para hacker tersebut melancarkan serangan balas dendam pada perusahaan-perusahaan yang mencekal aliran dana WikiLeaks, seperti Master Card dan PayPal. PayPal dan Master Card diberondong oleh hacker dan dikacukan sistem kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang adalah girilan kita untuk mendukung Julian Assange yang telah membuka mata kita tentang kenyataan dunia saat ini. Setidaknya melalui blog sekalipun. Untuk satu suara sudah lebih dari cukup mendukung aktivitas positif WikiLeaks ini. Kita suarakan kebebesan berekspresi di dunia maya dan pembebasan Julian Assange dan WikiLeaks-nya agar dia bisa kembali beraktivitas dengan kegitan positifnya ini, membongkar rahasia-rahasia kebobrokan suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Wikileaks yang aslinya ada di &lt;a href="http://wikileaks.org/"&gt;wikileaks.org&lt;/a&gt; dan bisa diakses juga di &lt;a href="http://213.251.145.96/"&gt;http://213.251.145.96/&lt;/a&gt;. Tapi sekarang dua-duanya tidak bisa diakses lagi. Terakhir penulis bisa mengakses halaman WikiLeaks di &lt;a href="http://www.wikileaks.nl/"&gt;http://www.wikileaks.nl/&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;a href="http://www.wikileaks.nl/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5123498431032054027?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5123498431032054027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/julian-assange-mari-kita-dukung.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5123498431032054027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5123498431032054027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/julian-assange-mari-kita-dukung.html' title='Julian Assange; Mari Kita Dukung'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TQTS6yxhtYI/AAAAAAAAAIY/EyV7MjvHvfk/s72-c/Julian-assange-nyp.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3582571020215003444</id><published>2010-12-09T09:19:00.000-08:00</published><updated>2010-12-09T09:22:37.147-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>SBY "Mati Sajalah Kau!"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TQEQQHgjkBI/AAAAAAAAAIQ/06Bywi5ZNSQ/s1600/sbynangis2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TQEQQHgjkBI/AAAAAAAAAIQ/06Bywi5ZNSQ/s320/sbynangis2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548734084976709650" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah beberapa hari terakhir ini setiap kali saya membaca koran harian, baik itu Jawa Pos, Pelita, dan KOMPAS, selalu saja disuguhkan sajian-sajian yang tak pernah terselesaikan di negeri ini. Mulai dari pelayanan publik yang curat marut, kasus korupsi, bencana alam yang disebabkan penambang liar, manuver pencitraan, dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY sudah 2 periode menjadi presiden negeri ini. Tapi tak ada hasil yang memuaskan hati rakyat. Selain itu, masih saja berpoli tik ingin mengekalkan kekuasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah tahu selama ini tentang kebobrokan SBY karena terselubung oleh politik pencitaraannya yang hebat. Semua rakyat Indonesia tertipu dan baru sekarang menyadari betapa SBY tidak pantas jadi pemimpin negeri ini. Bahkan tidak cuma masyarakat Indonesia saja yang sudah mulai bosan dengan tampang adem ayemnya SBY yang meyakinkan itu, alam Indonesia begitu tidak rela SBY menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY tak lebih dari Orde Baru, cuma kemasannya lebih halus; memperkaya diri sendiri, keluarga, kerabat, mengekalkan kekuasaan; semua itu nepotisme. SBY adalah Orde Baru di era Reformasi. Kelicikannya (semua) tersimpan dibalik tampang adem ayemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat kecil yang tidak bisa apa-apa mungkin hanya bilang dalam hati "SBY, Mati Sajalah Kau!". SBY adalah pemimpin paling pintar berspekulasi dan selalu mengundang iba kita. Tengok saja, setiap kali bencana melanda Indonesia, dipastikan SBY akan turun lapang (ke tempat kejadian bencana) secara langsung. Peluk sana peluk sini tidak lupa dengan cucuran air mata kebohongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya begitu meyakinkan dan penuh semangat, tapi sayang semua itu hanya sesaat tanpa dilandasi tindakan yang nyata. Lihat aja, kalau di lokasi bencana dia berjanji akan membantu semua korban bencana. Tapi setelah samapai ke Istana lagi, semua itu (janji-janjinya) akan dilupakan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhrinya yang menjadi korban adalah rakyat kecil yang kadung percaya dengan kata-kata lembut SBY yang sesekali diiringi sesegukan tangisnya. Rakyat kecil (baik korban bencana dan lainnya) hanya bisa menunggu tanpa adanya kepastian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3582571020215003444?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3582571020215003444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/sby-mati-sajalah-kau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3582571020215003444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3582571020215003444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/sby-mati-sajalah-kau.html' title='SBY &quot;Mati Sajalah Kau!&quot;'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TQEQQHgjkBI/AAAAAAAAAIQ/06Bywi5ZNSQ/s72-c/sbynangis2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3980956766805154686</id><published>2010-12-05T23:53:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T23:56:47.326-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>GIBOL Nasionalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TPyXJ2pnzOI/AAAAAAAAAII/Vg6K2t-vxVM/s1600/gibol.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TPyXJ2pnzOI/AAAAAAAAAII/Vg6K2t-vxVM/s320/gibol.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547475036558314722" /&gt;&lt;/a&gt;Ini yang disulit ditemukan dari sekian banyak bola manis di tanah air. Para bola mania cendrung fanatik pada pemain-pemain luar negeri, mereka lebih hafal semua pemian luar ketimbang sekuad Sang Garuda Merah Putih (Timnas Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi termasuk orang yang tidak begitu acuh/mooh dengan kasuk-kusuk panasnya lapangan hijau. Lain lagi kalau yang main adalah Timnas Indonesia, ini bukan berarti karena Indonesia sekarang lagi pesta gol atas kemenangan dengan Malaysia (5-1) dan dengan Laos (6-0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya sangat bangga atas prestasi yang diraih Timnas Indonesia saat ini, ini pembuktian pada negara Asia Tenggara lainnya bahwa per-sepakbola-an Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata seperti tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakbola Indonesia telah bangkit, bangkit dari tidur panjangnya yang selama ini menjadi kucing-kucingan kesebelasan pemain sepakbola asia lainnya. Semoga semangat ini tetap terus ternanam hingga Indonesia masuk Piala Dunia layaknya teman Asia lainnya seperti Jepang, Korsel, dan Korut. Amien...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3980956766805154686?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3980956766805154686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/gibol-nasionalis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3980956766805154686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3980956766805154686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/gibol-nasionalis.html' title='GIBOL Nasionalis'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TPyXJ2pnzOI/AAAAAAAAAII/Vg6K2t-vxVM/s72-c/gibol.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-7973023928504327738</id><published>2010-12-01T01:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T01:37:17.357-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Miyabi Lagi, Miyabi Lagi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TPYXOJIW3DI/AAAAAAAAAIA/6my3p73eqHg/s1600/Miyabi-pakai-kerudung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TPYXOJIW3DI/AAAAAAAAAIA/6my3p73eqHg/s320/Miyabi-pakai-kerudung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545645522889923634" /&gt;&lt;/a&gt;Sepertinya dunia perfilman kita sudah menemukan jati dirinya, yaitu negara paling getol memproduksi film horor-mesum. Berkali-kali sudah bintang porno kelas dunia menginjakkan kakinya di Indoneisa untuk syutin film horor-mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, akhirnya Miyabi bisa diterima masyarakat Indonesia dengan lapang dada, itu menurut Odi Mulya produser Maxima Picture. "Ternyata (Miyabi), setelah berada di Jakarta, sambutan masyarakat justru sangat baik. Ketika bereak syuting, banyak yang mengahampiri minta foto (bareng)" ungkap Odi Mulya (Jawa Pos, 25/11/10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Odi Mulya sudah mengerti dengan krakter rakyat Indonesia. Awalnya saja gembar-gembor menentang, tapi beberapa bulan setelah itu aman-aman saja. Contohnya adalah Miyabi ini sendiri. Ketika isu film pertamanya "Mengejar Miyabi" muncul kepermukaan dengan bintang utamanya adalah Miyabi sendiri, sontak seluruh masyrakat kita menentang kedatangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang? Selama 16 hari di Jakarta Miyabi enjoy-enjoy saja tanpa merasa risih dengan ancaman (orang-orang yang katanya pejuang moral) seperti yang dilontarkan saat isu Miyabi pertama kali mau datang ke Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-7973023928504327738?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/7973023928504327738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/miyabi-lagi-miyabi-lagi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7973023928504327738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7973023928504327738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/12/miyabi-lagi-miyabi-lagi.html' title='Miyabi Lagi, Miyabi Lagi...'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TPYXOJIW3DI/AAAAAAAAAIA/6my3p73eqHg/s72-c/Miyabi-pakai-kerudung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-1669462755204688600</id><published>2010-11-23T10:17:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T10:21:57.528-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Bantal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TOwGImqXw7I/AAAAAAAAAH4/D_3JEeGvzhc/s1600/bantal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 258px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TOwGImqXw7I/AAAAAAAAAH4/D_3JEeGvzhc/s320/bantal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542811986273223602" /&gt;&lt;/a&gt;Kita tidak pernah menyadari bahwa secara tidak langsung organ tubuh kita mempunyai ketergantungan (berat) sama bantal. Terbiasa tidur dengan bantal empuk membuat kita tidak bisa tidur saat mau tidur tanpa bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat ketika teman saya yang sudah lulus dari pondok kemudian berkunjung ke pondok saat mau tidur tanya bantal, dia tampak gelisah (susah tidur) saat tau kenyataan kalau saya tidak menyediakan bantal tidur untuk malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang kali dia sudah terbiasa tidur dengan bantal empuk di rumahnya. Maklum sudah lebih dari 2 tahun dia meninggalkan pondok, otomatis kebiasaan tidur enak tanpa bantal di Pondok sudah mulai hilang. Sewaktu di pondok, tidur berbantalkan telapak tangan saja sudah bisa mendengakur, tidur keenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang yang paling beruntung adalah orang yang jiwa-jiwa pondoknya masih melekat dalam dirinya. Karena walaupun tidur tanpa bantal pun sudah bisa mendengakur (bahkan tanpa alas, alias tidur di lantai). Nah... disitulah kenapa orang-orang pesantren tidak cengeng dan selalu bersabar dalam setiap keadaan yang lumayan tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semasa di pondok sudah terbiasa dengan kehidupan sederhana, mandiri, bahakan ada sebagian dari santri yang berpola hidup dibawah sederhana (untuk yang ini saya pasrahkan pembaca mau menafsirkan seperti apa saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa saya bilang bahwa orang yang paling beruntung adalah mereka yang jiwa pesantrennya masih melekat? Jawabannya sederhana. Mereka tidur tanpa batal aja udah bisa bermimpi bidadari segala, apalagi kalo sampe pake bantal empuk sekaligus pake bantal guling...&lt;br /&gt;Makin mantap..........!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-1669462755204688600?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/1669462755204688600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/11/bantal.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1669462755204688600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1669462755204688600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/11/bantal.html' title='Bantal'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TOwGImqXw7I/AAAAAAAAAH4/D_3JEeGvzhc/s72-c/bantal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3014900942608982083</id><published>2010-11-19T11:16:00.001-08:00</published><updated>2010-11-19T11:26:30.904-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Mempelajari Kesalahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TObOwZ2d00I/AAAAAAAAAHw/acpjMAqyNFo/s1600/tips-kesalahan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TObOwZ2d00I/AAAAAAAAAHw/acpjMAqyNFo/s320/tips-kesalahan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541343722494350146" /&gt;&lt;/a&gt;Seberapa kali pun kita melakukan kesalahan toh pada akhirnya kita juga akan melakukan kesalahan serupa, meski kadang tanpa kesengajaan. Kesalahan adalah bentuk dari kesuksesan kita yang tidak dikerjakan secara profesional. Implikasinya adalah kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akan lebih bijak jikalau kita mempelajari kesalahan kita sendiri, dalam artian dijadikan tela’ah diri untuk tidak mengulanginya lagi. Minimalnya tidak separah kesalahan sebelumnya. Mempelajari disini guna menjadi pendorongan bahwa kesempatan masih ada di lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki diri dari kesalahan sebelumnya akan terasa nikmat dibandingkan memperbaiki kualitas diri tanpa “dosa”. Karena bagaimanapun rasa puas manusia rata-rat lebih puas kalau dia sebelumnya pernah melakukan kesalahan kemudian bisa mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka janganlah pernah berkecil hati jika kita melakukan kesalahan pada suatu kesempatan, karena pada kesempatan lain di moment berbeda masih terbuka lebar untuk kita jadikan ajang memperbaiki kualitas diri. Bahwa diri kita bisa berubah lebih baik dari sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3014900942608982083?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3014900942608982083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/11/mempelajari-kesalahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3014900942608982083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3014900942608982083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/11/mempelajari-kesalahan.html' title='Mempelajari Kesalahan'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TObOwZ2d00I/AAAAAAAAAHw/acpjMAqyNFo/s72-c/tips-kesalahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6522586711145263684</id><published>2010-11-05T16:31:00.000-07:00</published><updated>2010-11-07T19:15:37.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Revolusi Belajar Via Internet Dikalangan Remaja (Sebuah Manifestasi Sumpah Pemuda Di Era Digital)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TNdqJfmJx6I/AAAAAAAAAGw/_zuLWhR3CzY/s1600/Banner+XL+SCR+%28landscape%29.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 248px; height: 89px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TNdqJfmJx6I/AAAAAAAAAGw/_zuLWhR3CzY/s320/Banner+XL+SCR+%28landscape%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537010978208204706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Revolusi Belajar Via Internet Dikalangan Remaja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Sebuah Manifestasi Sumpah Pemuda Di Era Digital)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumpah Pemuda adalah produk kesadaran kolektif yang melintasi imajinasi zaman. Ia tercetus 17 tahun sebelum Indonesia merdeka, dengan semangat juang membara demi cita-cita bangsa. Sumpah Pemuda dibangun atas kesadaran pemuda pendahulu kita, ketika jarak dan waktu masih dijauhkan oleh jarak-ruang, jarak- psikologis, jarak-kesadaran, dan jarak-informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran dan tekat kuat Pemuda 1928 dan niatan yang tulus selalu melahirkan kesadaran baru dari generasi ke generasi dari tahun ke tahun, bahwa nasib rakyat tidak bisa digantungkan dengan cuma mengandalkan pada ratu keadilan. Maka, setiap tanggal 28 Oktober pemuda Indonesia selalu menyongsong momentum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah bukti otentik bahwa pemuda Indonesia mempunyai semangat juang yang kuat, tekat bulat, keyakinan, nasionalis, dan niatan yang tulus demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia. Kita harus selalu menjaga kemetmen semangat juang ini. Tetaplah bertahan dengan jargon “Saatnya Kaum Muda Memimpin” dan “Jalan Baru, Pemimpin Baru”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang menandai momentum kesadaran akan perlunya kebangkitan pemuda Indonesia, sebagai saat yang tepat untuk mempertanyakan kembali kiprah tokoh-tokoh muda lintas partai, lintas agama, lintas etnik, dan lintas golongan, untuk menyatukan berbagai kepentingan faksional ke dalam suatu kehendak kolektif, yang disebut Antonio Gramsci sebagai historical bloc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maseki masih saja ada nada pesimistis akan generasi muda masa kini. Namun, masih cukup banyak dari mereka yang mendengarkan gema nyaring Sumpah Pemuda serta terus berdentang dan mendentangkan imajinasi di lubuk hati yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mengapa gema Sumpah Pemuda mampu terus bertahan? Pertama, karena berisi gagasan jernih, jujur, cerdas, dan lugas, yang diungkapkan secara jernih, jujur, cerdas, dan lugas pula. Pemuda 1928 telah berhasil menangkap ruh keIndonesiaan, lalu mengekspresikan itu dalam Sumpah Pemuda. Kedua, gagasan itu melintasi imajinasi zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda sekarang adalah pemuda cerdas dengan berbagai dukungan teknologi yang banyak memberi kesempatan untuk belajar. Berbagai model pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kini sudah bermunculan dengan memanfaatkan e-learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini telah membawa akibat pada perubahan belajar pemuda Indonesia. Seperti penelitian (17 Maret 2010) yang dilakukan UPT Perpustakaan UNDIP, bahwa internet lebih banyak sisi positifnya dan sangat membantu pencarian informasi (86,8%), sementara 13,2% responden menyatakan internet lebih banyak sisi negatif, namun membantu dalam pencarian informasi. Sebagian besar responden UPT Perpustakaan UNDIP (92,1%) menyatakan yakin dengan memanfaatkan internet dapat membantu kelancaran studi dan 7,9% saja yang merasa kurang yakin internet bermanfaat dalam membantu kelancaran studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi internet hadir sebagai media multifungsi pembelajaran tanpa batas. Internet adalah media pendidikan yang mampu menghadapkan krakteristik yang khas dengan revolusi gaya belajar berbeda, diantaranya; sebagai media interpersonal dan massa, bersifat interaktif, memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik belajar ini memungkinkan pemuda melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Contoh kecilnya adalah pemanfaatan mailing list, dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Metode ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang sangat efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat belajar adalah kunci utama meraih cita-cita untuk mengaplikasikannya menjadi realita. Karena Indonesia dibangun atas dasar cita-cita yang kuat dan sekarang Indonesia adalah realita. Indonesia butuh cita-cita baru dalam persaingan global era digital. Cita-cita Sumpah Pemuda telah memberi semangat, realita butuh “cita-cita baru”. Cita-cita baru yang bersemangat mempersatukan sekaligus merekahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita itu sudah ada, bernama Indonesia, buah dari cita-cita para pemuda pendahulu. Sekarang Indonesia butuh cita-cita baru, untuk mempersatukannya, sekaligus untuk merekahkannya dalam sebuah realita baru bernama Indonesia Baru, yang lebih berkeadilan, sejahtera, aman dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semangat juang Pemuda 1928 ditanamkan di setiap langkah pemuda bumi pertiwi ini untuk terus berjuang. Berjuang melalui jejaring ekonomi global, sketsa politik inetrnasional, gurita informasi, dan destruksi moral generasi. Pelaku penjajahan era digital beranggotakan lintas negara dan lintas benua, bukan lagi Portugis atau Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memerlukan sekelompok pemuda yang tampil sebagai pembebas yang tercerahkan. Tampil meng-inspiring dan meng-empowering bangsa ini untuk meretas segala kemungkinan dan ketidakmungkinan yang disuguhkan dalam cawan zaman globalisasi yang terus menggelegak dan berubah cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda adalah tumpuan masa depan bangsa, untuk bisa membangun sebuah Indonesia Baru dan mensinergikan segala kekuatan bangsa untuk melawan bentuk penjajahan baru, penjajahan global dalam semua aspek: politik, ekonomi dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya penulis berharap, jadikanlah UU Kepemudaan nanti sebagai momentum kebangkitan pemuda Indonesia yang berkaraker kebangsaan, bercirikan pemikir-pejuang sekaligus pembaharu, dan bukannya cuma puas menjadi generasi peminta-minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://bpurwoko.staff.ugm.ac.id&lt;br /&gt;http://depdiknas.go.id&lt;br /&gt;http://digilib.undip.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;*) artikel ini diikut sertakan dalam Lomba Penulisan Blogger&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 102, 102);" href="http://www.soempahpemoeda.org/"&gt;"Soempah Pemoeda 2.0"&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; &lt;/span&gt;oleh XL Sumpah Pemuda&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6522586711145263684?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6522586711145263684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/11/revolusi-belajar-via-internet.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6522586711145263684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6522586711145263684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/11/revolusi-belajar-via-internet.html' title='Revolusi Belajar Via Internet Dikalangan Remaja (Sebuah Manifestasi Sumpah Pemuda Di Era Digital)'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TNdqJfmJx6I/AAAAAAAAAGw/_zuLWhR3CzY/s72-c/Banner+XL+SCR+%28landscape%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-853851835236673744</id><published>2010-11-04T18:41:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T18:47:41.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Upah Dari Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TNNhLc6wqiI/AAAAAAAAAFY/Pg3dxaRT9aI/s1600/dollar.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TNNhLc6wqiI/AAAAAAAAAFY/Pg3dxaRT9aI/s320/dollar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535875216337578530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sering kali kita melupakan ucapan al-Hamdulillah saat mendapat nikmat dari Tuhan. Nikmat seberupapun sepatutnya haruslah dibayar semurah kata al-Hamdulillah. Tapi ini sulit sekali untuk orang yang kadung buta dimabuk dengan kesombongannya. Karena menganggap semua sesuatu yang menjadi miliknya adalah hasil usahanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensyukuri nikmat Tuhan adalah sesuatu yang gampang, tidak memerlukan apa-apa, namun sulit untuk dilakukan. Seperti halnya ketika kita mendapat pinjaman uang, kadang kita tidak menganggap hal itu adalah rejeki kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah sadar bahwa Tuhan memberi rejeki makhluknya tidak selalu dengan cara mulus. Tidak terjangkau akal pikiran "rendah" manusia. Diluar dugaan dan tidak masuk akal, termasuk mendapat pinjaman uang dari teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rejeki dalam bentuk apa pun adalah tanggung jawab kita untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Mendapatkan uang dari hasil kerja keras adalah upah yang diberikan Tuhan kepada kita setelah kita melakukan usaha-usaha untuk mendapatkan penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan pinjaman uang dari teman? Adalah sesungguhnya upah yang dibayar dimuka oleh Tuhan untuk kemudian kita melakukan pekerjaan dari upah tersebut, yaitu berusaha membayar hutang dengan cara usaha-usaha yang lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-853851835236673744?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/853851835236673744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/11/upah-dari-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/853851835236673744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/853851835236673744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/11/upah-dari-tuhan.html' title='Upah Dari Tuhan'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TNNhLc6wqiI/AAAAAAAAAFY/Pg3dxaRT9aI/s72-c/dollar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-708576729961323238</id><published>2010-10-20T11:21:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T11:24:42.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Keinginan Yang Kuat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TL8z0vu7tBI/AAAAAAAAAFQ/7iWG6GXUZqs/s1600/grief1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 312px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TL8z0vu7tBI/AAAAAAAAAFQ/7iWG6GXUZqs/s320/grief1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530195848693789714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman penulis mengatakan, kadang kala keinginan itu tidak sesuai dengan (harapan) kenyataan di masa yang akan datang. Kenyataan di masa mendatang adalah misteri dan sesungguhnya itu bagian kecil dari ke-Maha Rahasia-an Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan kita akan ketidak adilan Tuhan, saat harus menerima kenyataan yang tak sebanding lurus dengan yang dicita-citakan sebelumnya, selalu menyelimuti hati kita. Dan kadangkala kita frusratasi atas semua do'a yang kita panjatkan di setiap tengah malam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bukankah keinginan yang kuat adalah doa paling mustajab kita dalam meraih sesuatu yang kadang tidak mungkin menjadi mungkin? Keinginan yang kuat adalah segala-segalanya dalam hidup kita. Kita tidak akan bisa bertahan hidup tanpa keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk tetap melestarikan keinginan kuat kita itu, mulai sekarang mari kita belajar, koreksi diri, mungkin ada yang salah dalam usaha kita sehingga masa mendatang tidak sesuai dengan yang dicita-citakan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-708576729961323238?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/708576729961323238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/10/keinginan-yang-kuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/708576729961323238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/708576729961323238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/10/keinginan-yang-kuat.html' title='Keinginan Yang Kuat'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TL8z0vu7tBI/AAAAAAAAAFQ/7iWG6GXUZqs/s72-c/grief1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-1694700036939022901</id><published>2010-10-11T12:50:00.001-07:00</published><updated>2010-10-11T12:56:46.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Kejutan Tuhan di Masa Mendatang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TLNrj_6p2CI/AAAAAAAAAFI/ptlJXpKBunY/s1600/harapan+1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 222px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TLNrj_6p2CI/AAAAAAAAAFI/ptlJXpKBunY/s320/harapan+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526879433910769698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Harapan kita memang tidak selamanya sesuai dengan kenyataan yang akan datang. Kadangkala kita menyumpahi masa mendatang adalah masa paling kejam, dimana waktu tidak pernah memberikan kesempatan pada kita dan tidak pernah memberi ampun atas segala perbuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan baik di masa sekarang kemudian dibalas oleh masa mendatang dengan kebaikan-kebaikan pula, itu adalah hal wajar. Kadang pula masa mendatang itu begitu pemurah terhadap kita. Kebaikan yang dikerjakan sekarang lalu dibalas berkali-kali lipat kebaikan oleh masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa bisa dikata, segala usaha dan kerja keras kita di masa sekarang kemudian tidak berbanding lurus dengan seluruh keringat dan pengorbanan kita di masa mendatang. Ketika waktunya sampai, dimana angan-angan kita selalu dimanjakan dengan hal-hal menggembirakan --karena semua usaha kita sudah dikerahkan-- untuk menyambut masa mendatang. Tapi kenyataannya... kita hanya bisa gigit jari. Pupuslah semua harapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setidaknya kita bisa belajar, betapa Tuhan Maha Adil. Betapa lemahnya kita yang tidak bisa menentukan masa depan kita sendiri, tanpa usaha-usaha yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;real&lt;/span&gt;. Betapa Maha Kuasanya Tuhan, atas segala kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah tidur dan Maha Mendengar atas segala keluh kesah kita. Tuhan sudah tahu apa yang terbaik bagi kita di masa mendatang. Tuhan sudah mempersiapkan semuanya atas usaha kita sekarang. Maka bersabarlah untuk menunggu kejutan dari Tuhan itu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-1694700036939022901?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/1694700036939022901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/10/kejutan-tuhan-di-masa-mendatang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1694700036939022901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/1694700036939022901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/10/kejutan-tuhan-di-masa-mendatang.html' title='Kejutan Tuhan di Masa Mendatang'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TLNrj_6p2CI/AAAAAAAAAFI/ptlJXpKBunY/s72-c/harapan+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-4010054752064365887</id><published>2010-10-07T16:26:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T18:57:15.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sekolahku Rumahku, Guruku Ortuku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TK5YxlfU_vI/AAAAAAAAAFA/0gEQMJajEdo/s1600/mengajar1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 237px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TK5YxlfU_vI/AAAAAAAAAFA/0gEQMJajEdo/s320/mengajar1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525451401730522866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Matematika, Fisika, ditambah guru galak yang tak kenal kompromi dan saat mengajar tidak pernah tersenyum sedikitpun. Adalah hal yang paling membosankan dan bahkan merasa tertekan harus tetap duduk manis di dalam kelas (dipaksa) mendengarkan ceramahnya yang bikin ngantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dirasa lambat, pikiran tak karuan diselimuti rasa jengkel, dan batin tersiksa setiap mengikuti mata pelajaran. Saat itu pula betapa sekolah menjadi tidak menggairahkan. Masuk sekolah tidak sepenuh hati dan karena terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala, meski pelajaran disukai namun diajarkan oleh guru yang tidak menyenangkan dengan metode yang serba semraut, hasilnya pun sama. Lebih parahnya, mempengaruhi mata pelajaran yang selama ini disukai menjadi tidak suka. Nilai yang biasanya selalu tinggi di mata pelajaran tersebut kini berubah menjadi anjlok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat sekolah sebagai musuh. Dan PR (pekerjaan rumah) adalah derita, selesai mengahabiskan waktu yang membosankan di sekolah. Ketika di sekolah sudah bagaikan “dipenjara” dan sesampainya di rumah masih tidak bebas begitu saja dari jeratan para guru-guru di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkan sekolah tempat yang membosankan, mengekang, dan membunuh semangat belajar siswa? Jangan-jangan benih berpetualang untuk mempelajari alam, dirinya dan lingkungan sudah dibunuh oleh guru-guru killer dan orang-orang sekelilingnya. Semua itu bergantung ke pihak sekolah dan guru-guru yang terhormat, bagaimana “memperlakukan” dan cara mendidik siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, banyak siswa-siswa yang males sekolah, sebab sekolah itu bak penjara. Penjara yang lebih kejam dibanding penjara para pencuri. Penjara sekolah masih saja memaksa siswa-siswanya untuk membeli buku yang harganya selangit. Tapi di penjara sungguhan, tidak ada paksaan untuk beli buku. He he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah kita ini memang perlu revolusi, inovasi dan sistem baru yang membuat siswa betah di dalam kelas dan tidak malas pergi ke sekolah. Guru-gurunya harus lebih keras belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seharusnya Guru Itu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang paling membuat siswa betah di sekolah adalah guru. Percuma, fasilitas lengkap, ruang kelas berAC, tapi gurunya tidak pandai dalam membawakan materi pelajaran. Siswa akan tetap merasa bosan. Siswa hanya ikut belajar, meski dengan perasaan seperti “terpenjara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi guru dalam mengajar tidak bisa dipandang sebelah mata. Guru pintar belum tentu bisa mengajar dengan baik. Selain itu guru harus murah senyum. Datang ke sekolah tidak membawa masalah, melupakan persoalan yang ada di rumah. Jadi, faktor dominan adalah guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut dari sekian banyak kiat-kiat agar siswa tidak bosan di sekolah dan semua itu ada pada guru, menurut yang saya alami, ada tiga;&lt;br /&gt;• Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan bagi banyak guru di Indonesia ketika siswa malas sekolah, malas belajar, malas mendengarkan guru (ketika menerangkan pelajaran) selalu saja siswa yang disalahkan. Itu tidak adil. Bisa saja karena si guru tidak tahu metode mengajar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suksesnya guru di dalam kelas tergantung seberapa guru tersebut menguasai metode mengajar yang baik. Membuat cair suasana belajar, hingga membuat perasaan siswa tidak terkekang, betah, nyaman melewati detik demi detik bersama pelajaran meski terkadang dirasa begitu berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar siswa senang mengikuti pelajaran di kelas, guru perlu sekali-sekali membawa siswanya belajar di luar kelas. Misalnya, berdiskusi di alam bebas yang menyenangkan siswa. Metode seperti ini yang paling saya sukai. Karena selain belajar kita bisa refreshing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan metode yang ramah dan tidak menoton guru akan lebih memperhatikaan keadaan siswa. Memperhatikan bagimana siswa bisa mendapatkan pendidikan, pengetahuan, serta perhatian yang sesuai dengan karakter individu siswa masing-masing. Agar terbentuknya kepribadian yang baik dan juga brilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengajak Mencari Jawaban Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa salah dalam menjawab petanyaan guru adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar, ketika siswa kurang tepat dalam menjawab lalu guru menyalahkannya. Guru adalah panutan bagi anak didiknya. Guru adalah orang tua kedua, maka haruslah dengan sepenuh hati dalam mendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dengan rata-rata masih labil secara psikologi tak seharusnya dipaksa dalam mengemban tugas yang dibebankan. Dalam mengajar, hubungan guru – siswa harus layaknya orang – tua anak, tidak serta merta menyalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringnya menyalahkan siswa ketika tidak tahu menjawab pertanyaan adalah beban psikologis yang membuat siswa minder dan merasa dirinya tidak ada harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang tidak langsung menyalahkan siswa ketika tidak tahu menjawab, siswa dengan sendirinya akan tertantang untuk mencari jawaban yang lebih tepat (benar). Maka disinilah peran besar guru dalam merangsang IQ siswanya, yaitu menuntun siswa mencari jawaban yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena secara alamiah siswa (remaja) memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan pantang menyerah. Seperti kita lihat pada anak yang masih berumur 1,5 tahun. Ia belajar merangkak, berdiri, berjalan tanpa memiliki rasa lelah dan patah semangat. Mengapa bisa demikian? Orang tua selalu mendukung, memberi dorongan, tidak pernah menakut-nakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak Mengekang (Mengajar Dengan Kasih Sayang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika siswa malas sekolah guru haruslah menjadi angin segar dalam memotivasinya, yang paling penting guru harus mengasih pengertian akan manfaat dari sekolah dengan lapang dada dan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru harus bisa menumbuhkan dan tanamkan dalam diri siswa semangat berprestasi dan kreasi. Siswa jangan dipaksakan dan memaksakan kehendak siswa. Biarkan siswa berprestasi dan berkembang sebagai mana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:webdings;" &gt;Artikel ini dimuat di Forum Muda KOMPAS JATIM, Sabtu 02 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-4010054752064365887?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/4010054752064365887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/10/sekolahku-rumahku-guruku-ortuku.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4010054752064365887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/4010054752064365887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/10/sekolahku-rumahku-guruku-ortuku.html' title='Sekolahku Rumahku, Guruku Ortuku'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TK5YxlfU_vI/AAAAAAAAAFA/0gEQMJajEdo/s72-c/mengajar1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8572300187781139127</id><published>2010-10-05T21:54:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T21:55:11.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Kebiasaan Buruk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TKwBJWH8kEI/AAAAAAAAAE0/jbWilr7riKM/s1600/brain-picture2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TKwBJWH8kEI/AAAAAAAAAE0/jbWilr7riKM/s320/brain-picture2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524792102946115650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling sulit dihindari adalah kebiasaan buruk, yang kadang oleh kita sendiri dibiasakan. Ini berdampak secara psiklogis dan bahkan menjadi pola pikir orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan buruk menjadi semacam candu yang begitu menyiksa kita, menjadi candu yang harus dituntaskan. Seteleh itu penyesalan baru datang lagi. Dari waktu ke waktu dan terus menerus kebiasaan buruk menuntut kita untuk ikut dalam keinginannya. Keinginan yang sebenarnya begitu bertentangan dengan hati kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala kita tidak bisa mengantisipasi kebiasaan buruk tersebut, apalagi untuk sekedar mencegahnya. Kita begitu lemah saat dihadapkan dengan kebiasaan buruk yang menawarkan sejuta kenikmatan, sejuta keindahan, dan sejuta angan-angan fatamorgana yang takkan pernah tercapai di kehidupan nyata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita begitu sulit untuk menemukan solusi agar bisa membendung kebiasaan buruk kita, karena walaupun solusi untuk mengatasi kebiasaan buruk sudah kita dapatkan tapi kebiasaan buruk sudah kadung terlanjur menjadi pola pikir kita yang mencari-cari alasan untuk tetap melakukan kebiasaan buruk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk yang terakhir, bagaimana kita bisa mengubah pola pikir yang selalu mengalah pada kebiasaan-kebiasaan yang tidak bermanfaat dan merugikan kita, dimasa sekarang dan jangka panjangnya dimasa mendatang. Kita tidak ingin masa depan kita hancur karena kebiasaan buruk yang memberi keindahan, kenikmata, khayalan yang sesaat itu bukan...???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8572300187781139127?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8572300187781139127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/10/kebiasaan-buruk_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8572300187781139127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8572300187781139127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/10/kebiasaan-buruk_05.html' title='Kebiasaan Buruk'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TKwBJWH8kEI/AAAAAAAAAE0/jbWilr7riKM/s72-c/brain-picture2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-285996349432602517</id><published>2010-09-24T11:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:27:20.969-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Agama dan Trauma Masalalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJz0S_s6LbI/AAAAAAAAAEk/ScFgpVDITik/s1600/stres.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJz0S_s6LbI/AAAAAAAAAEk/ScFgpVDITik/s320/stres.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520555850424004018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Agama dengan segala pernak-peniknya membuat kita terkekang dan segala macam yang menyangkut masalah kebebasan diri. Setidaknya begitu yang ada dipikiran orang-orang yang entah mau disebut orang apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kata "agama" dikasih sama orang-orang barat tentu kata tersebut akan diubah menjadi religion. Nah... kalau orang Barat sudah menyentuh dengan kata-kata religion tersebut, maka mereka akan terbawa ke trauma masalalu. Trauma dimana segala aktivitas manusia orang Barat terasa begitu dikekang oleh agamanya, yaitu Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma ini memunculkan beragam sinisme orang-orang Barat terhadap satu kata "religion" tersebut. Maka bukan hal yang asing ketika Barat dengan segala spekulasi berlogika diseputar kata "religion" yang kadang tidak masuk akal dan dangkal. Apalagi ketika kata religion tersebut diarahkan ke kata "islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksud menafikan orang-orang Barat dengan seabrak pemikir-pemikir yang mereka punya. Hanya saja, kita begitu sulit untuk menyentuh ranah tersebut. Sekiranya terlalu tinggi untuk diandaikan dengan hal-hal yang tak bisa kita jangkau dengan akal pemikiran kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-285996349432602517?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/285996349432602517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/09/agama-dan-trauma-masalalu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/285996349432602517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/285996349432602517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/09/agama-dan-trauma-masalalu.html' title='Agama dan Trauma Masalalu'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJz0S_s6LbI/AAAAAAAAAEk/ScFgpVDITik/s72-c/stres.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5842497057693209824</id><published>2010-09-23T13:02:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T01:27:20.969-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Rejeki Itu...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJuy7NmDYCI/AAAAAAAAAEc/g2AORVm8B4g/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 277px; height: 182px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJuy7NmDYCI/AAAAAAAAAEc/g2AORVm8B4g/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520202498603966498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rejeki. Kadang kita begitu sulit menalar satu kata tersebut. Kesana kemari kadang cuma satu alasan tersebut, yaitu mencari rejeki. Kadang pula kita sendiri begitu naif dalam menangkap sesuatu yang besar dibalik kata REJEKI itu. Yaitu Usaha kemudian tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya orang begitu pasrah dengan rejeki yang sudah ditakdirkan, dengan berpegang pada adagium klasik bahwa rejeki sudah diatur sama Tuhan. Tuhan memang bukanlah yang Maha Bodoh, dengan pasrah belum cukup mewakili dirinya menerima rejeki Allah.  Tapi lebih dari itu adalah perjuangan untuk mempertahankan takdir Allah bernama rejeki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita akan bertanya, kalo sudah menjadi takdir kenapa harus ada yang lainnya? seperti usaha misalnya. Nah... disinilah letak keagungan Allah, bahwa hidup ini tak berjalana satu arah, yaitu cukup tawakal saja. Hidup harus dijalani dua arah, tawakal dengan keimanannya yang taat dan kerja keras dengan segala kemampuan yang kita punya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Nabi Kita Muhammad pernah bersabda, dalam urusan seperti ini. Maka beribadahlah kalian seakan engkau mati besok. Dan bekerjalah kalaian seakan engkau akan hidup seribu tahun lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5842497057693209824?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5842497057693209824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/09/rejeki-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5842497057693209824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5842497057693209824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/09/rejeki-itu.html' title='Rejeki Itu...'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJuy7NmDYCI/AAAAAAAAAEc/g2AORVm8B4g/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2183412962378815814</id><published>2010-09-22T13:43:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:27:20.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Kecil'/><title type='text'>Keinginan Yang Serakah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJpssdEOoSI/AAAAAAAAAEU/T00Ns8L6Tsc/s1600/money-fight1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJpssdEOoSI/AAAAAAAAAEU/T00Ns8L6Tsc/s320/money-fight1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519843804268372258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Postingan kali ini akan sangat berbeda dari biasanya, karena tidak memuat dengan segudang rangkaian kata-kata yang kadang biki jelimet dan membuat kening berkerut untuk sekedar memahami isi dari tulisan yang sedari tadi dipelototi terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala untuk konsesten dalam suatu jalan yang sebelumnya udah mantap untuk tetap berdiri dan berpijaka pada satu tempat ini saja akhirnya tidak berhasil juga, alias kabur dari recana awal yang sudah dengan begitu semangatnya dirangkai dan target-target sudah dipasang semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang harus menyadari bahwa manusia selalu serakah dalam hal apapun, termasuk serakah dalam keinginan. Serakah dalam keinginan adalah dengan tidak konsestennya suatu jalan yang sebelumnya sudah diambil dan berjanji untuk menekuninya hingga mencapai tujuan akhir, yaitu sukses. Lebih tepatnya hingga bisa menikmati akhir dari sebuah perjuang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2183412962378815814?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2183412962378815814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/09/keinginan-yang-serakah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2183412962378815814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2183412962378815814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/09/keinginan-yang-serakah.html' title='Keinginan Yang Serakah'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TJpssdEOoSI/AAAAAAAAAEU/T00Ns8L6Tsc/s72-c/money-fight1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5934522027991983492</id><published>2010-06-20T05:05:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dunia Tanpa Batas Ruang dan Waktu Dalam Angka *465#</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TB4HT5t1rWI/AAAAAAAAAEE/6Y2Rlu9iw6s/s1600/Graphic1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 182px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TB4HT5t1rWI/AAAAAAAAAEE/6Y2Rlu9iw6s/s320/Graphic1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484829434675834210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan kemitraan Telkomsel dalam mendukung kehadiran siaran Piala Dunia FIFA 2010 yang disiarkan langsung oleh RCTI dan Global TV, Telkomsel semkin fokus menggelar layanan VAS, yang diluncurkan pertama kali sejak beberapa tahun silam bersamaan dengan Perhelatan Piala Asia di Indonesia tahun 2007, Telkomsel sebagai pendukung mitra resmi Piala Dunia 2010 juga menyelenggarakan program nonton bareng di 60 outlet Grapari dan kecamatan-kecamatan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyalitas pelanggan Telkomsel semakin dimanjakan dengan layanan VAS Telkomsel untuk terus mengikuti berita terkini Piala Dunia. Partisipasi Telkomsel dalam event Piala Dunia FIFA 2010 ini merupakan bentuk kepedulian Telkomsel pada perkembangan dunia sepakbola. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Telkomsel untuk turut berperan serta dalam memajukan prestasi olahraga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain layanan sepak bola, operator ini juga memberikan dukungan siaran Piala Dunia yang ditayangkan oleh kelompok Media Nusantara Citra (MNC). Direktur Utama PT Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno mengatakan layanan ini merupakan peran serta dan kepedulian perusahaan terhadap dunia sepak bola. “Kebanggaan bagi kami ikut menghadirkan siaran Piala Dunia ini,” ujar Sarwoto di Plaza FX, Jakarta, hari ini Kamis (okezone.com/22/04/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telkomsel menggandeng MNC grup sebagai pemegang hak siar perhelatan akbar sepak bola tersebut. Telkomsel juga mensponsori seluruh rangkaian siaran kegiatan Piala Dunia yang ditayangkan langsung oleh RCTI dan Global TV. Bersama Electonic City Entertainment Telkomsel juga menggelar berbagai aktivitas spesial Piala Dunia 2010. Seperti kompetisi menghias kampung (Kampung World cup), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roadshow&lt;/span&gt; ke sekolah bertema sepak bola, nonton bareng dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;indoor soccer competition.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuk sekaligus bukti kepedulian Telkomsel terhadap pecinta sepakbolah tanah air, Telkomsel telah menggandeng sejumlah produsen handset seluler dan HP pintar Nexian, Telkomsel telah meluncurkan voucher pulsa dan bundling ponsel sepakbola Nexian Bola seharga Rp 799.000 per unit. Sedangkan dengan TiPhone, produk dengan laber TiPhone Soccer seharga Rp 899.000 per unit juga telah dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Tiphone Mobile Indonesia dan Telkomsel telah meluncurkan dua paket &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bundling soccer&lt;/span&gt; untuk memberikan kemudahan akses informasi seputar sepak bola termasuk Piala Dunia 2010. “Dengan dua paket ini terdapat aplikasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soccer mobile,&lt;/span&gt; maka pengguna Tiphone Soccer bisa mengakses beragam informasi seputar sepak bola secara komprehensif dan murah,” kata Hengky Setiawan, Direktur Utama Tiphone Mobile Indonesia di Jakarta, Kamis. (ANTARA News, 21 Mei 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Soccer Mobile&lt;/span&gt; menyajikan beragam informasi tentang Piala Dunia. Tidak cukup disitu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Soccer Mobile&lt;/span&gt; ini juga menyajikan berbagai informasi timnas sepak bola Indonesia dan PSSI, Liga Super, Liga Divisi Utama, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol dan lainnya. Selain ada mendapatkan info-info Piala Dunia, prediksi, opini sepak bola, futsal serta tak ketinggalan Piala Eropa, Liga Champion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Murah + Nyambung Dimana Saja = Sumbangsih Telkomsel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 15 Tahun Telkomsel menjangkau seluruh generasi, Telkomsel melayani Indonesia hingga ke pelosok. Sumbangsih dan partisipasinya di negeri tercinta ini, tak terbilang lagi. Wajar, jika Telkomsel mempunyai pelanggan lebih dari 40 juta anak bangsa di bumi nusantara ini, dan lebih memilih produk Telkomsel (Kartu As, Simpati dan Hallo) dari produk lainnya. Alasannya, simpel saja, karena jaringannya kuat dan ada dimana-mana. Sekalipun kita berada di daerah terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal yang membuat patut diacungi jempol adalah, dengan produk Telkomsel, segala aktivitas kita sangat terbantu. Terutama di saat kita sedang berada di daerah terpencil.  setidaknya Telkomsel lebih memberikan yang terbaik bagi kita. Tentu saja berkat ada jaringan telekomunikasi yang disediakan Telkomsel dengan keberadaan BTS-nya dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sumbangsih dan partisipasi Telkomsel dalam event Piala Dunia FIFA 2010 merupakan bentuk kepedulian pada perkembangan dunia sepakbola, di samping menyediakan layanan Dunia Bola Telkomsel. Dalam skala yang lebih luas, kegiatan ini menjadi wujud komitmen Telkomsel turut berperan serta dalam memajukan prestasi olahraga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telkomsel juga aktif dalam pembinaan pemain sepakbola usia dini melalui ajang kejuaraan sepakbola antarpelajar bernama Liga Pendidikan Indonesia (LPI). Kompetisi ini diharapkan menjaring bibit unggul pemain sepakbola yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional pada masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berbanding lurus dengan misi mulya Telkomsel dalam memajukan per-sepak bola-an Indonesia dengan layanan-layanan canggih Telkomsel bagi pencinta olahraga sepakbola khususnya pelanggan Telkomsel yang ingin selalu mendapatkan informasi terkini seputar Piala Dunia. Telkomsel telah memberikan tarif hemat kepada pelanggan. Yakni, pelanggan kartuHALO dapat menikmati bonus nelpon gratis ke seluruh pelanggan Telkomsel setelah nelpon selama 8 menit. Tersedia  bonus nelpon 88 menit setelah nelpon 8 menit pada pukul 20.00 Wib-08.00 Wib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bonus nelpon 8 menit didapat setelah nelpon 8 menit pada pukul 08.00 Wib-20.00 Wib. Bonus tersebut hanya dapat digunakan untuk sekali pemakaian dan promo tarif ini berlaku hingga 31 Agustus 2010. Selain pelanggan kartuHALO, Telkomsel juga memberikan gratis nelpon 100 menit bagi pelanggan simPATI dan paket serba Rp1.000 bagi pelanggan Kartu As.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, pelanggan Kartu As, dapat berkomunikasi murah, terutama SMS melalui program Kartu As Jagoan Serbu Bola. Promo ini menyediakan paket dengan harga serba Rp1.000, antara lain: SMS Mania 500 (gratis 500 SMS ke semua operator pukul 00.00– 12.00 waktu setempat), SMS Mania 50 (gratis 50 SMS ke semua operator pukul 00.00 – 17.00 waktu setempat).&lt;br /&gt;Kemudian, Nelpon Lama (nelpon 10 menit ke sesama Telkomsel berlaku 24 jam), dan Ngomong Sering (nelpon 30 menit  ke sesama Telkomsel berlaku pukul 00.00-06.00 Wib). Tersedia juga paket serba Rp 1.000 lainnya melalui akses *100# dan masih banyak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Program Piala Dunia ini dengan konten melalui akses menu Dunia Bola Telkomsel *465#&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5934522027991983492?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5934522027991983492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/06/dunia-tanpa-batas-ruang-dan-waktu-dalam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5934522027991983492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5934522027991983492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/06/dunia-tanpa-batas-ruang-dan-waktu-dalam.html' title='Dunia Tanpa Batas Ruang dan Waktu Dalam Angka *465#'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TB4HT5t1rWI/AAAAAAAAAEE/6Y2Rlu9iw6s/s72-c/Graphic1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6023693233909973237</id><published>2010-06-11T07:17:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dunia Artis Dunia Lendir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TBJJPoFydQI/AAAAAAAAAD8/hs_ZGQRjnAI/s1600/29173_1350099837863_1392383086_30995353_7231035_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 308px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TBJJPoFydQI/AAAAAAAAAD8/hs_ZGQRjnAI/s320/29173_1350099837863_1392383086_30995353_7231035_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481524229271876866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ariel bikin heboh lagi setelah video mesum mirip Ariel dan Luna Maya (04/6/2010), sekarang muncul video seks mirip Ariel dan Cut Tari (08/6/2010). Meski belum diakui kebenarannya. Skandal video porno yang melibatkan artis yang mirip dengan Ariel dan presenter Cut Tari kembali membuat pengguna internet heboh. Secara cepat link untuk mengunduh video tersebut menyebar ke jagad maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti video ‘Ariel dengan Luna Maya’ yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih dari 6 jam untuk membuat jagad maya heboh, video kali ini jauh lebih cepat menyebar.  Sejumlah situs-situs yang menghadirkan link untuk mengunduh video yang berdurasi 8 menit 45 detik tersebut, hasilnya video panas tersebut membanjiri internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya forum-forum dewasa yang memberikan link video tersebut, sejumlah situs dan blog bahkan sudah memberikan informasi keberadaan adegan gambar yang melibatkan musisi dan presenter infotaiment itu. Tak ketinggalan pula, situs yang ketat dengan kebijakan pornografinya seperti YouTube dan Kaskus pun sempat kebobolan menampilkan adegan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta diatas membuktikan betapa bobroknya dunia internet di negara kita ini. Masyarakat Indonesia yang kini jumlahnya hampir 230 juta jiwa, yang —kenyataannya— baru melek internet hanya sekitar 30 juta orang. Ironisnya, dari jumlah yang porsinya lumayan tinggi ini jarang mempergunakan internet sebagai ajang pendidikan, tetapi internet digunakan paling banyak untuk kegiatan sex, info seks, chatting dan main game.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut sungguh mencengangkan bagi kaum terdidik di tanah air. Sungguh miris, masyarakat di Indonesia yang telah lama mengenal internet, namun mayoritas tidak mampu mengoptimalkan internet sebagai wahana pendidikan. Sebagai kebiasaan umumnya, setelah rampung menggunakan google sebagai robot pencarian data, peringkat selanjutnya pengguna internet masuk ke membaca informasi berita. Tapi, setelah itu mayoritas pengguna internet melakukan download pornografi, software bajakan dan games. Bahkan dari 100 top website, dari survei itu tak satupun pengguna internet Indonesia memanfaatkan untuk pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mencengangkan lagi ternyata Indonesia masuk dalam kategori jawara dalam urusan esek-esek. Menurut hasil statistik yang dikumpulkan oleh toptenreviews.com, pada 2006. Indonesia ternyata pada urutan ke-7 sebagai negara pengguna Internetnya paling kerap mengetikkan kata “sex” di search engine. Kalau kita mengaca pada pertengahan tahun 2008 saja, berdasarkan pantauan detikINET untuk data termutakhir, tampaknya Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Posisi ke-3 diraih oleh Indonesia, setelah Vietnam dan India untuk kategori negara. Kemudian untuk kategori kota, data per 30 hari berdasarkan Google Trends tersebut menegaskan bahwa Jakarta ternyata menduduki posisi ke-2, setelah Delhi di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut kasus skandal video masum yang mirip Ariel “Peterpan” – Luna Maya dan Ariel – Cut Tari, beberapa pakar menyebutkan, Indonesia untuk beberapa hari terakhir ini sudah menduduki posisi ke-1 dalam mengetikkan kata “sex” di search engine. Tampaknya memang Indonesia tak bisa dipungkiri kiprahnya dalam dunia Internet global, khususnya dalam konteks pencarian informasi tentang “sex” di search engine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang secara kepulauan cukup besar memang tidak pernah konsisten dalam hukum, seprti kasus penyebaran video skandal yang mirip Ariel – Lunaya akan hilang begitu saja. Meski ketentuan-ketentuan hukum sudah jelas dan ditambah dengan pengusutan yang “kayaknya” kurang bergairah untuk menuntaskan hingga selesai. Dengan pakar Hukum Universitas Indonesia Edmon Makarim menyatakan orang yang menyebarluaskan video mesum yang diduga Luna Maya dan Ariel dapat dijerat UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang yang memperoleh video, kemudian menyebarkannya lagi kepada orang lain, atau dengan kata lain ‘turunannya’, takkan dikenai sanksi, karena tujuannya berbeda dengan yang pertama kali menyebarkan. Berdasarkan ketentuan Pidana UU pornografi disebutkan bahwa orang yang menyebarluaskan pornogarfi akan dikenai hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara sebagaimana dimuat pasal 29 UU nomor 44 tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal tersebut menyatakan, “Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah)” (Suara Merdeka, 04 Juni 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edmon, UU pornografi lebih cocok digunakan untuk menjerat pelaku ketimbang UU ITE nomor 11 tahun 2008. "Tapi UU ITE juga bisa digunakan untuk menjerat pelaku penyebaran, memang kalau kesusilaan itu agak sedikit lentur jadi harus dilihat konteksnya, kontennya. Kesusilaam itu batasan normatifnya norma yang berlaku di masyarakat," kata Edmon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu hanya akan menjadi wacana basi belaka pada akhirnya, karena tanpa tindakan-tindakan yang nyata dari pihak yang mempunyai wewenang. Apalagi ditambah dengan hebohnya video skandal terbaru yang juga mirip Ariel dengan presenter Cut Tari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya perbincangan dan peredaran video porno mirip “Ariel” membuat gerah aktivis internet. Penyelenggara jasa internet alias Internet Service Provider (ISP) diharapkan bisa ikut bersikap. Lalu apa yang bisa dilakukan dari sisi teknis? Menurut Heru Nugroho, mantan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), para ISP bukannya tidak bisa melakukan apa-apa, ISP sebenarnya bisa memantau log akses-nya untuk memudahkan melacak pelaku penyebaran video porno tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh ISP perlu merapatkan barisan untuk melacak siapa-siapa yang upload ke internet. Bila perlu manfaatkan ‘relasi’ yang mereka punya untuk melacak jejak-jejak yang upload, seperti peng-upload skandal yang mirip artis Ariel “Peterpan” – Luna Maya dan Areil – Cut Tari. Tentunya untuk mempermudah proses pidana jika hal itu di perlukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6023693233909973237?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6023693233909973237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/06/dunia-artis-dunia-lendir.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6023693233909973237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6023693233909973237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/06/dunia-artis-dunia-lendir.html' title='Dunia Artis Dunia Lendir'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/TBJJPoFydQI/AAAAAAAAAD8/hs_ZGQRjnAI/s72-c/29173_1350099837863_1392383086_30995353_7231035_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6990938294402693246</id><published>2010-04-30T22:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.633-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Transformasi Pradigmatik Menuju Dinamika Kampus</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pendahuluan: Fenomena Kampus dan Dilematika Mahsiswa KUPU-KUPU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S9vGfBO4wDI/AAAAAAAAAD0/bDUjyIfbESE/s1600/International_Square.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S9vGfBO4wDI/AAAAAAAAAD0/bDUjyIfbESE/s320/International_Square.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466180808953348146" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam peradigma masyarakat kampus, proses kegiatan pendidikan di kampus akan dititik-beratkan kepada keaktifan mahasiswa masuk dan mengikuti mata kuliah sebagai porsi utama yang dianggap cukup signifikan dalam mobilitas perkuliahan, hal itu merupakan persepsi umum yang kiranya sudah menjadi prinsipil. Namun sejauh mata memandang adakah kira-kira aktivitas-aktivitas transformatif yang cukup memberikan nilai pada eksistensi masyarakat kampus selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah apakah yang bisa mengisi gelar “maha” yang selama ini melekat pada status siswa yang bisa dibanggakan? Tanpa maksud berlebihan dan melebih-lebihkan, identitas sebagai masyarakat kampus akan mendapatkan nilainya yang nihil jika pradigma aktif itu hanya dibatasi pada persoalan masuk-tidaknya perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, jikalau prdigma sebagaimana yang telah disinggung diatas kemudian mengarah pada posisi dogmatis, hal tersebut akan menjadi negatif terutama pada dinamika dunia kampus yang selama ini juga dipandang sebagai kaum elit intelektual. Bagaimana jadinya perkembangan sosial masyarakat jika yang disebut sebagai aktor perubahan sosial itu sudah tergelincir pada teologi-pragmatik negatif? Bukankah pada dasarnya kita menghendaki peruahan, sedangkan perubahan itu sendiri merupakan suatu keniscayaan atau sunnatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mbak Citra, salah satu mahasiswi senior UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta, bahwa ada beberapa tipe mahasiswa. Salah satu diantaranya adalah mahasiswa yang bertipe KURA-KURA alias “kuliah rapat-kuliah rapat”. Tipe semacam ini (mahasiswa) tidak puas dengan hanya sekedar mengikuti kegiatan kuliah saja, tetapi mencari dunia-dunia baru yang dipandang akan memberikan kemajuan signifikan terutama dengan mamasuki dunia organisasi, baik intern maupun ekstern. Sebaliknya yang mengenaskan adalah tipe mahasiswa KUPU-KUPU alias “kuliah pulang-kuliah pulang”. Tipe semacam ini cukup puas dengan hanya mengikuti perkuliahan saja. Selebihnya pulang tanpa memberi arti apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya kenapa hal demikian bisa terjadi? Salah satu jawabannya pasti adalah yang selalu kita dengar, yaitu persoalan pragmatis. Kita terkungkung dalam dunia pragmatis yang setiap kali selalu menggerogoti dan menjerat kita dari berbagai arah. Lalu, siapa yang berani berbicara tentang perubahan ketika fakta yang terjadi memang demikian. Hukum-hukumnya sudah jelas dan tidak perlu mengundang interpretasi lagi yang hanya menambah dunia fiktif belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, bukan berarti persoalan pragmatis itu salah atau perlu dijauhi dan bahkan ditinggalkan sekaligus. Persoalan pragmatis harus kita akui sebagai suatu hal yang melekat pada setiap orang dan merupakan bagian dari proses perkembangan hidup secara manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan sampai ada ketergelinciran pemahaman yang nantinya dapat melahirkan konsep-konsep yang fatal. Sehingga obsesi menuju paradigma yang positif itu akan putus di tengah jalan. Dan nuansa pragmatis yang disalah-kaprahkan itu menggiring kita pada pintu gerbang materialisme. Jika hal demikian terus terjadi maka tunggulah masa-masa disentegrasi moral kita tidak akan dapat merealisasikan status khalifah fil ard pada konsep yang benar dan lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Transformasi Pradigmatik Menuju Perguruan Tinggi Idaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kompleksitas permaslahan sebagaimana telah diuraikan diatas tidak perlu mencari kambing hitam sebagai korban dari keamburadulan keberadaan kampus masa sekarang. Hanya saja, selayaknya Perguruan Tinggi yang diidam-idamkan adalah Perguruan Tinggi Idaman yang benar-benar menajalankan undang-undang hasil keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor: 43/dikti/kep/2006. tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok matakuliah  pengembangan kepribadian di perguruan tinggi pada pasal 5 tentang “Metodologi Pembelajaran Kelompok Matakuliah” dalam upaya Pengembangan Kepribadian mahasiswa sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif menyenangkan, rnenantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktifserta mernberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian dengan menempatkan Mahasiswa sebagai subyek pendidikan, mitra dalam proses pembelajaran dan sebagai umat, anggota keluarga, masyarakat dan warga negara.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Pembelajaran yang diselenggarakan merupakan proses yang mendidik, yang didalamnya terjadi pembahasan kritis, analitis, induktif, deduktif, dan reflektif melalui dialog kreatif partisipatori untuk mencapai pemahaman tentang kebenaran substansi dasar kajian berkarya nyata, dan untuk menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hayat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Bentuk aktivitas proses pembelajaran: kuliah tatap rnuka ceramah, dialog (diskusi) interaktif,   studi  kasus,  penugasan  mandiri,   tugas  baca  seminar kecil,  dan  kegiatan kokurikuler.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Motivasi: menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran pengembangan kepribadian merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis dalam masyarakat global.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pada Pasal 11 tentang Fasilitas Pembelajaran Matakuliah Pengembangan Kepribadian agar layak sisebut Perguruan Tinggi Favorit Indonesia yang meliputi:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1) Pendidikan Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Perguruan tinggi mengupayakan terwujudnya suasana lingkungan kampus yang kondusif dan tersedianya fasilitas yang mampu menumbuhkan interaksi akademik lintas agama yang religius untuk seluruh sivitas akademika.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Sarana fisik yang diperlukan antara lain berupa perpustakaan dengan literatur berbagai agama dalam judul dan jumlah yang memadai serta ruang serbaguna untuk kegiatan akademik secara kelompok dan/atau bersama.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Sarana non-fisik yang diperlukan berupa adanya peraturan yang mengantar sistem interaksi akademik yang religius.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2) Pendidikan Kewarganegaraan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Memenuhi syarat minimal kelengkapan instruksional yang menunjang implementasi kurikulum berbasis kompetensi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Sarana  fisik  yang  dibutuhkan  seperti  perpustakaan  dan  laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan serta ruang serbaguna untuk berbagai kegiatan akademik bersama.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3) Bahasa Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Memenuhi persyaratan minimal kelengkapan pembelajaran dan kegiatan akademik lainnya yang menunjang implementasi kurikulum berbasis kompetensi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Sarana fisik yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran bahasa dan kegiatan akademik lainnya seperti perpustakaan, laboratorium bahasa serta ruang serbaguna yang sesuai dengan kebutuhan kerja kelompok dan/atau kegiatan bersarna.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup: Dari Perguruan Tinggi Terbaik Hingga Tercipta Mahasiswa Transformasional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, Pendidikan merupakan pondasi sebuah negara, masa depan negara dapat dilihat dari keberhasilan pendidikan dalam negara itu sendiri, jika pendidikan dalam sebuah negara itu gagal, maka hampir bisa dipastikan negara tersebut sedikit demi sedikit akan mengalami kemunduran-kemunduran dan akhirnya mengalami kehancurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, perlu adanya transformasi-transformasi yang cukup memberikan nilai dan arti dalam berbagai lini kehidupan. Kalau perlu, maka jawabanya adalah idealistik ataupun ideologi yang mampu melakukan dekonstruksi paradikmatik kedalam hal-hal yang dinamis. Maka persoalan pragmatis dengan berbagai alasannya seharusnya ditopang oleh idealistik. Sehingga antara keduanya akan terjadi sinergi sebagaimana tuntutan untuk dapat mensinergikan antara persoalan dunia dan akhirat dalam ajaran agama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan hal diatas, dalam tridarma perguruan tinggi ada tiga hal yang perlu ditempuh oleh masyarakat kampus. Yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Konsep pendidikan merupakan porsi utama yang harus ditempuh untuk menata sistem dan sekaligus meningkatkan kualitas hidup. Bukan hanya itu, kebutuhan pada pendidikan merupakan hal yang krusial yang dapat menunjukkan identitas kita sebagai manusia yang dimuliakan diantara makhluk-makhluk lainnya. Konsep penelitian merupakan langkah-langkah untuk mengkaji dan membaca setiap permasalahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk memecahkan masalah, fungsi penelitian adalah mencari informasi-informasi baru guna mencetuskan kemajuan-kemajuan baru dalam menghadapi dunia baru di masa depan yang terus berkembang. Sedangkan pengabdian merupakan implementasi dari pendidikan dan penelitian. Tanpa pengabdian semuanya tidak akan ditemukan nilainya yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesuai paradigma berfikir di atas, mahasiswa yang ideal dan progresif—yang sebenarnya merupakan hasil product dari Perguruan Tinggi Terbaik—adalah mahasiswa yang bisa merealisasikan tridarma perguruan tinggi sebagaimana yang tersebut di atas. Semuanya akan menjadi efektif jika mahasiswa memiliki prinsip paradigmatik-idealistik. Mengenal prinsip itu adalah penting dan mengaplikasikannya lebih penting lagi. Maka dari itu aplikasi paradigma itu dapat diwujudkan jika masyarakat kampus itu dapat menyelami tiga hal status mahasiswa ideal. yaitu menjadi seorang akademis, organisatoris, dan idealis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa akademis adalah mahasiswa yang benar-benar mendalami dunia pendidikan sesuai akademiknya yang dia pilih. Selalu aktif dalam perkuliahan, aktif membaca buku di perpustakaan, dan senantiasa giat mengikuti pelatihan-pelatihan seperti seminar dan semacamnya. Mahasiswa organisatoris adalah mahasiswa yang aktif dalam organisasi tertentu karena dia memiliki kesadaran bahwa dunia organisasi akan memberikan banyak wawasan dan pengalaman-pengalaman yang selama ini tidak didapatkan di dunia kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuansa perkuliahan akan menjadi lebih dinamis manakala ditopang oleh keberanian-keberanian serta metode-metode kepemimpinan, komunikasi, dan memecahkan masalah yang didapatkan dari hasil keaktifan di organisasi. Dia senantiasa aktif berjuang memberantas ketidak adilan sosial yang terjadi. Sedangkan mahasiswa yang idealis adalah mahasiswa yang mampu membungkus pragmatisnya dengan nuansa pemikiran yang idealis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi paradigma aktif tidak hanya terbatas pada persoalan aktif kuliah, akan tetapi aktif dalam berbagai macam variabel yang pada intinya dapat menunjang potensinya sebagai mahasiswa yang sepantasnya progresif dan kritis terhadap berbagai macam masalah. Jika paradigma berfikir ini dapat diwujudkan oleh identitas masing-masing masyarakat kampus, tidak akan menunggu waktu yang lama lagi dinamika kampus akan bangkit bagaikan renaisan Eropa yang kemudian memberikan warna tersendiri bagi perjalanan kampus ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, semoga saja melalui Lomba Blog UII ini aspirasi “usang” yang tertuang dalam bentuk artikel pendek ini bisa diambil manfaatnya—meski sebenarnya jauh sekali dari kata sempurna—dan syukur-syukur bisa memberi inspirasi dan bisa memanjukan pendidikan tinggi Indonesia. Amien...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;o Lemhanas, (2000). &lt;i&gt;Pendidikan Kewarganegaraan,&lt;/i&gt; Jakarta. &lt;br /&gt;o Pustaka Setia, (2000). &lt;i&gt;GBHN 1999-2004, Cetakan ke-II,&lt;/i&gt; Bandung.&lt;br /&gt;o Sekretariat Jendral MPR, (2004). Undang-Undang Dasar 1945 dengan Amandemen, Jakarta.&lt;br /&gt;o Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;o Wahyono, Padmo, Prof. SH., (1980). &lt;i&gt;Negara Republik Indonesia,&lt;/i&gt; Jakarta: Academica.&lt;br /&gt;o Partanto, A Pius, (1994). &lt;i&gt;Kamus Ilmiah Populer,&lt;/i&gt; Surabaya: Arkola &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6990938294402693246?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6990938294402693246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/pendahuluan-fenomena-kampus-dan.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6990938294402693246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6990938294402693246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/pendahuluan-fenomena-kampus-dan.html' title='Transformasi Pradigmatik Menuju Dinamika Kampus'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S9vGfBO4wDI/AAAAAAAAAD0/bDUjyIfbESE/s72-c/International_Square.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2795877696536250136</id><published>2010-04-23T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.633-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>“Sedara Cinta” dan Sedikit Bumbu Tidak Sedap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S9FJ7Dh40BI/AAAAAAAAADs/Eqsj_Dh3O00/s1600/14092_1202633640751_1675913042_412724_4562088_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S9FJ7Dh40BI/AAAAAAAAADs/Eqsj_Dh3O00/s320/14092_1202633640751_1675913042_412724_4562088_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463229101885673490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika cinta yang luar biasa itu diungkapkan dengan sederhana, maka yang tersaji di hadapan kita adalah sebuah paradoks yang luar biasa. Ketika keikhlasan mencintai mengantar pada kesadaran untuk berkorban bagi dia yang dicintai, dan itu disebut sebagai sebuah cinta yang sederhana saja, adakah paradoks yang lebih hebat daripada itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan itu, cinta itu tak sempat diucapkan. Bahkan bila pun ia hanya sebagai isyarat. Si aku telah melakukan cinta itu. Ia menunjukkan dengan perbuatan, tanpa berharap, cinta itu dibalas. Ia mungkin bahkan tak berharap di engkau yang ia cintai itu tahu bahwa ia mencintainya. Inilah paradoks lain dalam sajak ini. Cinta yang menawarkan cara mencintai yang berbeda dengan cinta yang kebanyakan kita lakoni saat ini. Padahal sebetulnya, pada hakikatnya, begitulah cinta yang sesejatinya itu. (Sapardi Djoko Damono, 1980)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mungkin karena inspirasi kata-kata diatas Hermes Dione sang penulis novel “Sedara Cinta” ini menulis ulang kisah-kisah cinta layaknya penulis-penulis sebalumnya. Lebih tepatnya temengikuti alur “konvensional” dengan ending “itu-itu saja”, yang selama hidupnya tokoh utama selalu disibukkan dengan urusan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logika kalau kita melihat zaman yang semakin modern ini memang jarang sekali menemukan cinta “sedalam” cintanya Yasrak terhadap Pipiet. Yangmana seorang Yasrak yang berprofesi sebagai jurnalis seakan hidupnya hanya dihabisnya untuk memikirkan pujaan hatinya, Pipiet. Seakan kegiatan-kegiatan menulis Yasrak yang begitu memakan pikiran tak sedikitpun menggreser bayangan-bayangan indah Pipiet yang selalu “bergentayangan” didalam otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bumbu Tidak Sedap Itu Bernama “CINTA”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu AAC (Ayat-Ayat Cinta) sukses besar langsung saja semua penulis banting setir menulis tentang cinta, memang sih cinta itu luas tapi kenapa tidak melihat cinta bukan dari sisi dua orang berlainan jenis yang saling mencintai, kenapa tidak melihat sisi lain dari cinta yang lain, lihat dari sudut pandang yang orang tidak pernah lirik, biar bacaan lebih variatif, dan tentunya harus mendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis bukannya menafikan masalah “cinta”, karena bagi penulis sendiri cinta adalah sebuah kekuatan yang dahsyat. Sebuah energi melimpah, bukannya sesuatu yang menyengsarakan dan pahit peduh derita, seperti halnya nasib “malang” Yasrak, yang secara batin begitu ‘sengsara’ meski kadang tersenyum dengan senyuman palsunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat disayangkan karena definisi cinta yang begitu luas, kayaknya sekarang sudah jamak kalau cinta selalu berbau perasaan dua insan yang penuh romantisme. Begitulah dunia per-novel-an negara kita, saat ini begitu gampangnya orang/penulis membuat cerita tentang cinta, lantaran sebuah novel yang bertema tentang cinta laku keras dipasaran. Istilahnya “latah”. Apa-apa cinta. Gini-gitu cinta. Padahal belum tentu cerita-cerita cinta yang muncul belakangan mutunya benar-benar bagus dan ada nilai positif yang bisa diambil didalamnya. Mereka terkesan hanya mau ikut-ikutan ngetop tapi membuat cerita asal jadi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kiranya penulis-penulis Indonesia (khususnya penulis novel) lebih memperhatikan aspek bobot nilai cerita yang disugukan pada masyarakat Indonesia, bahwa cerita adalah media yang bagus dan efektif untuk menyampaikan nilai-nilai positif apalagi di kalangan awam. Yang tak seharusnya selalu dijejali dengan cerita-cerit cinta yang terkadang “kering manfaat”. Tapi yang jadi permasalahan adalah jalan cerita itu sendiri. Kebanyakan Novel-Novel di negara kita Indonesia lebih menceritakan tentang cinta-cinta yang terkadang kebablasan hingga menjuru pada cerita cinta berbalut nafsu.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2795877696536250136?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2795877696536250136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/sedara-cinta-dan-sedikit-bumbu-tidak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2795877696536250136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2795877696536250136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/sedara-cinta-dan-sedikit-bumbu-tidak.html' title='“Sedara Cinta” dan Sedikit Bumbu Tidak Sedap'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S9FJ7Dh40BI/AAAAAAAAADs/Eqsj_Dh3O00/s72-c/14092_1202633640751_1675913042_412724_4562088_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8344287634021772526</id><published>2010-04-17T11:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.633-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Revitalisasi Pendidikan Multikulturisme di Pesantren</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8tgoguVZDI/AAAAAAAAADk/U3ZTkpNq-zk/s1600/multiculturalism.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8tgoguVZDI/AAAAAAAAADk/U3ZTkpNq-zk/s320/multiculturalism.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461565222212166706" /&gt;&lt;/a&gt;Pesantren dengan berbagai santri yang datang dari semua penjuru nusantra memungkinkan dunia pesatren lebih berwarna dengan berbagai campuran ras, budaya dan tradisi —yang lebih dikenal dengan sebutan multikultur— yang terkumpul dalm satu wadah ‘bilik pesantren’. Interaksi sosial pun lebih berpotensi mengembangkan kemandirian santri dalam pergaulan sehari-hari untuk lebih dewasa dalam mengahadapi segala perbedaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multikulturalisme secara etimologis marak digunakan pada tahun 1950-an di Kanada. Menurut Longer Oxford Dictionary istilah “multiculturalism” merupakan deviasi dari kata “multicultural” Kamus ini menyitir kalimat dari surat kabar Kanada, Montreal Times yang menggambarkan masyarakat Montreal sebagai masyarakat “multicultural dan multi-lingual”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan wacana tentang pendidikan multikultural, secara sederhana pendidikan multikultural dapat didefenisikan sebagai “pendidikan untuk/tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari pula bahwa pesantren adalah komunitas multikultural terbesar di dunia. Kenyataan ini dapat dilihat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis para santri yang mondok yang begitu beragam dan luas. Karena itulah pesantren membutuhkan pendidikan multikultural yang menawarkan satu alternatif melalui penerapan strategi dan konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada pada santri, khususnya yang ada pada santri yang dengan keragaman etnis, budaya, bahasa, agama, status sosial, gender, kemampuan, umur, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat, negara adidaya, ketika ingin membentuk masyarakat baru-pasca kemerdekaannya (4 Juli 1776) baru disadari bahwa masyarakatnya terdiri dari berbagai ras dan asal negara yang berbeda. Oleh karena itu, dalam hal ini Amerika mencoba mencari terobosan baru yaitu dengan menempuh strategi menjadikan sekolah sebagai pusat sosialisasi dan pembudayaan nilai-nilai baru yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pendekatan inilah, pendidikan multikultural, dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, Amerika Serikat telah berhasil membentuk bangsanya yang dalam perkembangannya melampaui masyarakt induknya yaitu Eropa. Kaitannya dengan nilai-nilai kebudayaan yang perlu diwariskan dan dikembangkan melalui sistem pendidikan pada suatu masyarakat, maka Amerika Serikat memakai sistem demokrasi dalam pendidikan yang dipelopori oleh John Dewey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu yang terpenting dalam pendidikan multikultural adalah seorang guru atau ustadz tidak hanya dituntut untuk menguasai dan mampu secara profesional mengajarkan mata pelajaran semacam nahwu, fiqih wa akhawtuha. Lebih dari itu, seorang ustadz juga harus mampu menanamkan nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural seperti demokrasi, humanisme, dan pluralisme atau menanamkan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif pada santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gilirannya, out-put yang dihasilkan dari pondok pesantren tidak hanya cakap sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya, yaitu fiqih dan nahwu saja, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keberagamaan dalam memahami dan menghargai keberadaan para pemeluk agama dan kepercayaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Vitalitas Pendidikan Multikulturisme Persepektif al-Qur’an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-qur’an yang selalu menjawab semua kompleksitas permasalahan juga merangkan karakteristik-karakteristik anak didik khususnya santri, diformulasikan dengan ayat-ayat al-Qur’an sebagai back up strategis (baca:dalil), bahwa konsep pendidikan multikultural ternyata selaras dengan ajaran-ajaran Islam dalam mengatur tatanan hidup manusia di muka bumi ini, terutama sekali dalam konteks pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; karakteristik belajar hidup dalam perbedaan. Selama ini pendidikan lebih diorientasikan pada tiga pilar pendidikan, yaitu menambah pengetahuan, pembekalan keterampilan hidup (life skill), dan menekankan cara menjadi “orang” sesuai dengan kerangka berfikir peserta didik. Kemudian dalam realitas kehidupan yang plural, ketiga pilar tersebut kurang mumpuni dalam menjawab relevansi masyarakat yang semakin majemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu diperlukan satu pilar strategis yaitu belajar saling menghargai akan perbedaan, sehingga akan terbangun relasi antara personal dan intra personal. Dalam terminology Islam, realitas akan perbedaan tak dapat dipungkiri lagi, sesuai dengan Q.S. Al-Hujurat:13 yang menekankan bahwa Allah SWT menciptakan manusia yang terdiri dari berbagai jenis kelamin, suku, bangsa, serta interprestasi yang berbeda-beda. Hal ini juga dipertegas dengan sikap Nabi yang berdiam diri ketika ada dua sahabatnya yang berbeda pendapat dalam suatu ketentuan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; membangun tiga aspek mutual, yaitu membangun saling percaya (mutual trust), memahami saling pengertian (mutual understanding), dan menjunjung sikap saling menghargai (mutual respect). Tiga hal ini sebagai konsekuensi logis akan kemajemukan dan kehegemonikan, maka diperlukan pendidikan yang berorientasi kepada kebersamaan dan penanaman sikap toleran, demokratis, serta kesetaraan hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang menekankan akan pentingnya saling percaya, pengertian, dan menghargai orang lain, diantaranya ayat yang menganjurkan untuk menjauhi berburuk sangka dan mencari kesalahan orang lain (Q.S. al-Hujurat:12), tidak mudah memvonis dan selalu mengedepankan klarifikasi (Q.S. al-Hujurat:6), serta ayat yang menegaskan prinsip tidak ada paksaan (Q.S. al-Baqoroh:256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; terbuka dalam berfikir. Pendidikan seyogyanya memberi pengetahuan baru tentang bagaimana berfikir dan bertindak, bahkan mengadopsi dan beradaptasi terhadap kultur baru yang berbeda, kemudian direspons dengan fikiran terbuka dan tidak terkesan eksklusif. Peserta didik didorong untuk mengembangkan kemampuan berfikir sehingga tidak ada kejumudan dan keterkekangan dalam berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan al-Qur’an terhadap mereka yang mempergunakan akal, bisa dijadikan bukti representatif bahwa konsep ajaran Islampun sangat responsif terhadap konsep berfikir secara terbuka. Salah satunya ayat yang menerangkan betapa tingginya derajat orang yang berilmu (Q.S. al-Mujadallah:11), atau ayat yang menjelaskan bahwa Islam tidak mengenal kejumudan dan dogmatisme (Q.S. al-Baqarah:170).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat; apresiasi dan interdependensi. Karakteristik ini mengedepankan tatanan sosial yang care (peduli), dimana semua anggota masyarakat dapat saling menunjukan apresiasi dan memelihara relasi, keterikatan, kohesi, dan keterkaitan sosial yang rekat, karena bagaimanapun juga manusia tidak bisa survive tanpa ikatan sosial yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep seperti ini banyak termaktub dalam al-Qur’an, salah satunya Q.S. al-Maidah:2 yang menerangkan betapa pentingnya prinsip tolong menolong dalam kebajikan, memelihara solidaritas dan ikatan sosial (takwa), dengan menghindari tolong menolong dalam kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima; resolusi konflik dan rekonsiliasi nirkekerasan. Konflik dalam berbagai hal harus dihindari, dan pendidikan harus mengfungsikan diri sebagai satu cara dalam resolusi konflik. Adapun resolusi konflik belum cukup tanpa rekonsiliasi, yakni upaya perdamaian melalui sarana pengampunan atau memaafkan (forgiveness).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian ampun atau maaf dalam rekonsiliasi adalah tindakan tepat dalam situasi konflik komunal. Dalam ajaran Islam, seluruh umat manusia harus mengedepankan perdamaian, cinta damai dan rasa aman bagi seluruh makhluk (Q.S. asy-Syura:40), dan secara tegas al-Qur’an juga menganjurkan untuk memberi maaf, membimbing kearah kesepakatan damai dengan cara musyawarah, duduk satu meja dengan prinsip kasih sayang (Q.S. Ali Imran:139).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8344287634021772526?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8344287634021772526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/revitalisasi-pendidikan-multikulturisme.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8344287634021772526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8344287634021772526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/revitalisasi-pendidikan-multikulturisme.html' title='Revitalisasi Pendidikan Multikulturisme di Pesantren'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8tgoguVZDI/AAAAAAAAADk/U3ZTkpNq-zk/s72-c/multiculturalism.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3260927929582928271</id><published>2010-04-13T23:33:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Revitalisasi Pendidikan Islam Aplikatif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8ViQgwITQI/AAAAAAAAADc/k9_wTiGv3HM/s1600/3012.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8ViQgwITQI/AAAAAAAAADc/k9_wTiGv3HM/s320/3012.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459878159065828610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita memasuki pada apa yang akan kita kupas menganai pendidikan dalam pesantren setidaknya kita harus tahu apa difinisi dari pendidikan itu sendiri. Pendapat Al-Attas pada kata “pendidikan” berasal dari terjamahan kata ta’dib yang khusus di pakai oleh pendidikan Islam saja. Secara termenologi, kata ta’dib berasal dari kata addaba yang berarti adab atau mendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Al-Attas, kata tersebut (addaba) penggunaannya di khususkan untuk pengajaran Tuhan kepada Nabi-Nya, sehingga dalam konteks ini beliau mendifisinikan pendidkan adalah meresapkan dan menanamkan adab pada diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendidikan Islam di pesantren mempuyai dua sumber, yaitu al-quran dan hadist. Dan memang ini sudah dipakai mulai dulu sejak awal berdirinya pesantren yang bertujuan untuk memahami kitab-kitab kuning yang bersumber dari al quran dan hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalma konteks pendidikan, pesantren mempuyani banyak fungsi di antaranya metode mendidik yang bersumber dari al-qur’an dan metode mendidik tersebut telah di dipraktekkan oleh Rosul sejak dulu kala dalam kehidupan sehari-harinya dan juga untuk mendidik para generasi Islam dan para sahabat. Dan perlu diketahui bersama bahwa metode mendidik dengan konsep ala Nabi Muhammad tidak lepas dari penanaman iman pada anak didiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan di pesantren sebagai wadah pengembagan akal dan pikiran, pengarah tata laku dan perasaan berdasarkan ajaran islam, agar nilai tersebut dapat di serap dalam kehidupan oleh peserta didik. Oleh kerena itu, pendidkan harus sesuai dengan alur pikiran sehat dalam memandang realitas kehidupan, sehingga sisi kehidupan yang akan di raih dapat di upayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren juga memberi kebijakan kepada peserta didik untuk tetap berkreasi dan berfikir, dan juga mempuyai metode paling ampuh dalm pencapain tujuan. Karena ia menjadi sarana yang memberi makna pada materi. Karena metode tanpa materi pelajaran tentu tidak akan dapat berproses secara efisien dan efektif dalam mengejar sebuah tujuan. Salah satu contoh pencapaian pesantren tak sedikit pesantren yang mengeluarkan lulusan-lulusannya yang berkualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, pesantren juga mendidik peserta didiknya untuk hidup mandiri dan belajar dewasa. Ini membuktikan bahwa pesantren tidak hanya mencetak alumni yang ahli dalam bidang kutubiyah saja, tapi ada juga sebagian pesantren yang mencetak santrinya dalam hal sains dan teknologi. Karena pesantren basisnya lembaga pendidikan agama, tentu lembaga seperti pesantren selalu memprioritakan pelajaran agama, yang bertujuan untuk memperbaiki moral peserta didiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya pesantren dalam mendidik santrinya selalu mengikuti perkembangan zaman, tidak seperti anggapan belakangan ini yang men-cap pesantren selalu berkutat pada metode lamanya denga metode mengajarnya yang khas dikenal masyarakat banyak dengan sebutan sorogan. Meski gaya pendidikan pesantren selalu up-to-date dengan keadaan yang sedang dihadapi, tidak membuat pesantren lupa daratan dengan cara meninggalkan metode sorogan-nya. Yang belakangan ini dikenal dengan modernisasi pendidikan dan oleh pihak pesantren dikolaborasikan dengan pendidikan agamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mordernisasi pendidikan yang berkaitan dengan pesantren, perlu berpegang pada causa final untuk menjadi proyeksi ke masa depan, yang berorientasi pada lima hal berikut:&lt;br /&gt;o Pendidikan pesantren juga mengintegrasikan antara ilmu agama  dan umum.&lt;br /&gt;o Pendidikan pesantren mencapai sikap toleran dan lapang dada, terutama dalam perbedaan pendapat dan penafsiran ajaran islam.&lt;br /&gt;o Pendidikan pesantren juga mengintensifkan pemahaman bahasa asing sebagai alat untuk mengusai dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang semakin pesat perkembangannya.&lt;br /&gt;o Pendidkan pesantren juga mampu menumbuhkan kemampuan bersuadaya dan mandiri dalam kehidupan.&lt;br /&gt;o Pesantren juga menumbuhkan etos kerja, mempuyai apresiasi tehadap kerja, disiplin, jujur yang berorintasi pada nilai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditarik kesimpulan dari uraian tadi bahwasanya pesantren bisa mencetak santrinya dari berbagai ilmu pengetahuan yang ada, lebih lebih yang berkaitan dengan keagamaan. Senantiasa pesantren selalu siap dengan zaman yang seperti apapun, termasuk global village sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dalam pesantren pun selalu menamkan sikap sabar ketika menghadapi suatu masalah yang sarat tantangan dengan tetap mengusahakan problem solving disetiap menghadapinya. Begitulah kegigihan para pendidik dalam pesantren sehingga para siswanya/santrinya bisa menyerap berbagai informasi dan bisa menyaring dari sekian banyak informasi yang masuk untuk selalu bisa diambil manfaatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan santri setelah sekian lama digodok dalam bilik-bilik suci pesantren membuatnya bisa lebih mandiri dan bisa menjalani hidup layaknya orang dewasa lainnya dan tentunya bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kompleksitas ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa berbarengan dengan semakin tingginya tuntutan terhadap penguasaan atas ilmu pengetahuan dan teknologi, kian disadari pula perlunya pemantapan penghayatan dan pengalaman ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala ini terlihat jelas di masyarakat kita. Pada satu segi, kita melihat dan merasakan terjadinya akselerasi pembangunan yang menunutut  iptek yang kian canggih, tetapi pada saat yang sama kita menyadari pula bahwa agama semakin di perlukan untuk menyantuni masyarakat yang menghadapi kegoncangan nilai atau gegar budaya. Maka, lagi pesantren memberi apa yang selalu diinginkan masyarakat luas, dengan managemen pendidikannya yang berorentasi pada pendidikan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks terakhir ini, kita melihat terjadinya “kebangkitan agama” atau dengan istilah yang lebih moderat, intensifikasi penghayatan dan pengalan ajaran-ajaran agama. Perkembangan ini tentu saja sangat sehat dan positif. Singkat kata, berbeda dengan pengalaman proses modernisasi banyak Negara barat, Di mana terjadi proses sekularisasi dan penyinkiran agama dalam kehidupan publik, sebaliknya di Indonesia pembangunan justru menghasilkan gairah atau antusiasme baru dan peningkatann kesetiaan pada agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, semua itu tidak lepas dari tangan dingin kreatif pihak pesantren yang meramu sedemikian rupa sistem ajaran dengan kombinasi-kombinasi yang tetap bisa bersaing dengan “keganasan” zaman dan tetap tidak lupa pada khittah-nya sebagai lembaga agama yang fokus pada perbaikan moral anak didiknya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3260927929582928271?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3260927929582928271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/revitalisasi-pendidikan-islam-aplikatif.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3260927929582928271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3260927929582928271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/revitalisasi-pendidikan-islam-aplikatif.html' title='Revitalisasi Pendidikan Islam Aplikatif'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8ViQgwITQI/AAAAAAAAADc/k9_wTiGv3HM/s72-c/3012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8872125442188029473</id><published>2010-04-12T01:56:00.001-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Remaja Jangan Gengsi Memakai Batik</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;center&gt;Senangnya pake batik sambil asyik nongkrong kayak gini... :)&lt;/center&gt;&lt;/i&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8LhLKl6xAI/AAAAAAAAADM/OP36lvQd4aI/s1600/batik-gaul1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8LhLKl6xAI/AAAAAAAAADM/OP36lvQd4aI/s320/batik-gaul1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459173280264668162" /&gt;&lt;/a&gt;Batik yang menjadi ciri khas sekaligus menjadi kebangaan negeri ini nyatanya masih belum sepenuhnya remaja kita bangga ketika memakai batik dan tampil di khalyak ramai. Remaja kita masih belum percaya diri dengan balutan busan batik warisan leluhur kita. Padahal dari segi design busana batik tak kalah saing jika dibandingkan dengan busana-busana yang sekarang lagi beredar di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika untuk sekedar nongkrong pun remaja kita seakan tidak pantas kalau memakai pakaian batik, mereka selalu beranggapan kalau baju batik untuk orang-orang yang sudah dewasa atau lanjut usia saja dan digunakan untuk acara-acara resmi. Padahal kenyataannya tidak demikian. Dengan bermunculannya design baru yang cukup vatiatif di kancah per-design-nan batik Indonesia, banyak pilihan baju batik yang cukup gaul untuk digunakan remaja-remaja sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kita membiasakan memakai baju batik, baik itu dalam aktifitas sehari-hari ataupun yang lainnya secara tidak langsung kita telah menghargai sekaligus melestarikan warisan leluhur kita dan bisa memajukan negeri ini lewat ciri khasnya kain batik. Sekiranya tidak akan terjadi lagi klaim batik atas nama budaya orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi hal yang seperti ini selain dari pribadi diri kita sendiri yang harus sadar secara invidu untuk tetap mempertahankan, menghargai, dan terus mengembangkan keberadaan batik sekarang yang telah dikukuhkan sebagai budaya asli Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) 2 Oktober kemarin sebagai world heritage. Pemerintah harus dan bahkan wajib dalam mempertahankan, menghargai, dan terus mengembangkan batik dengan cara men-sosialisasi-kan batik pada ramaja. Karena poros utama dari sebuah negeri adalah remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah harus melihat peluang tersebut, selain pangsa pasar dikalangan remaja yang cukup potensial juga untuk menanamkan rasa cinta remaja terhadap batik bagitu efektif dengan mengambil jalan sosialisasi batik sedini mungkin pada generasi muda Indonesia. Apalagi, dengan adanya proses revolusi desain dari para perancang batik Indonesia. Saat ini seakan tidak asing lagi, jika kita melihat remaja-remaja mulai memakai batik saat jalan-jalan di mal atau ngumpul di sebuah kafe. Beberapa model desain pun diciptakan untuk menyesuaikan dengan kehidupan remaja yang sangat dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mari Pakai Batik; Jangan Malu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik adalah milik Indonesia karena sebagian besar warga Indonesia pasti punya batik di lemarinya. Apalagi sejak tren batik meningkat di tahun 2007, batik semakin berkembang corak, warna dan modelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu batik hanya ada di kalangan tertentu karajaan keraton. Hanya boleh dikenakan sesuai dengan motif dan garis keturunan yang sesuai. Tapi sekarang batik berkembang dan bisa digunakan siapa saja termasuk remaja-remaja seperti kita ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan pernah merasa malu pakai batik. Tidak cuma berbentuk kemben yang dilingkarkan di badan saja, tapi juga banyak model batik anak, remaja, sampai orang tua. Apalagi melihat model batik masa kini yang di pakai wanita, semakin menambah kecantikan si wanita tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri begitu suka dan kagum melihat wanita Indonesia pakai batik. Karena ketika penulis melihat wanita memakai batik kelihatannya semakin bersinar dan bertambah ayu. Jadi batik sudah bukan hal yang asing lagi buat orang Indonesia, khususnya remaja.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8872125442188029473?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8872125442188029473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/remaja-jangan-gengsi-memakai-batik.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8872125442188029473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8872125442188029473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/remaja-jangan-gengsi-memakai-batik.html' title='Remaja Jangan Gengsi Memakai Batik'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8LhLKl6xAI/AAAAAAAAADM/OP36lvQd4aI/s72-c/batik-gaul1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2288453829029098938</id><published>2010-04-10T23:54:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Fenomena Bisnis Gigolo di Surabaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8AuI149moI/AAAAAAAAAC8/2KFGxtRtNuA/s1600/vtm-metadata-06.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 282px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8AuI149moI/AAAAAAAAAC8/2KFGxtRtNuA/s320/vtm-metadata-06.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458413477812869762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kepopuleran Gang Dolly membuat GM (General Manager) gigolo melirik Surabaya sebagai tempat bisnis potensial pemuas nafsu bagi perempuan haus seks. Surabaya yang merupakan “surga” bagi pria hidung belang, kini mulai merambah pada perempuan-perempuan haus sentuhan pria dengan mencari laki-laki macho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan “jablay” itu adalah para pengusaha muda, istri muda, atau istri simpanan para pejabat yang rela merogoh kocek Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta sekali kencan, dan bahkan tak jarang dari pengguna jasa gigolo ini adalah perempuan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia gigolo makin menjadi industri meyakinkan. Mereka ada yang freelance, atau yang diatur oleh seorang koordinator atau sindikat. Cara mereka berpromosi pun juga semakin berani, mulai dari iklan di internet dan koran sampai melakukan peragaan busana. Profesi ini rupanya dianggap sebagai karier, buktinya ada yang menjadi pemain sinetron dan model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika urusannya sudah menyinggung pemenuhan kebutuhan biologis, seks kian dianggap permisif oleh sebagian orang. Bahkan pelakunya, baik yang menjajakan maupun pelanggan, berasal dari usia menengah alias lebih dari 40-an tahun. Barangkali berangkat dari alasan tersebut membuat dunia gigolo makin eksis dan terus menjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari Jakarta, Ibukota negara yang menjadi pusat banyak bisnis mulai dari ekonomi, sampai hiburan, bahkan sampai bisnis birahi, dan inilah bisnis yang tidak pernah ada matinya. Tempatnya pun kini bukan hanya di Ibukota melainkan sudah bergeser ke kota-kota besar lainnya di Tanah Air, termasuk Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perluasan bisnis tersebut tak lain karena surabaya dalam bisnis birahi cukup potensial, selain Surabaya sebagai kota metropolitan besar juga mengingat suksesnya Gang Dolly Surabaya yang beromzet milyaran rupiah per hari ini membuat para gigolo merabah Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untunglah, satuan polisi dari Reserse Polresta Tanjung Perak Surabaya pun kemarin telah berhasil menggulung beberapa sindikat gigolo dengan cara menyamar. Target operasi polisi berhasil meringkus dua makelar atau broker para gigolo. Setelah diintrogasi, para makelar itu mengakui perbuatannya dan ternyata klien para gigolo kebanyakan bukanlah para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak cukup sampai disitu, karena data-data yang diperoleh, memperlihatkan jika jaringan gigolo sudah banyak bermain di Surabaya. Masih banyak yang belum terungkap polisi. Gigolo kelas tinggi dengan tarif tinggi pula juga masih aktif “beroprasi” dengan tarif minimal 1 juta, dan bahkan tidak jarang gigolo Surabaya ada yang sudah menggeluti bisnis tersebut sejak di bangku sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gigolo Cyber Media Makin Marak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan vulgar dengan tawaran memuaskan dahaga “seks” para wanita kesepian dan kadang dengan tarif murah, mudah sekali ditemukan di internet. Karena memang dalam menjaring mangsanya, para gigolo tidak selalu terjun langsung ke tempat umum. Kemajuan teknologi informasi juga telah digunakan para gigolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia maya yang menghilangkan sekat-sekat jarak dimanfaatkan para gigolo untuk lebih banyak mendapat order dengan membuat situs jejaring sosial seperti www.manjam.com yang khusus dibuat oleh para gigolo. Dan masih banyak ratusan situs tersebar, mulai ari home page pribadi sampai nebeng di home page lain dengan kedok samar-samar yang ujung-ujungnya tetap sarana jual beli kepuasan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak situs serupa semakin memanjakan perempuan haus seks yang membutuhkan gigolo, dimana jika kita menjelajah lebih jauh berisi daftar gigolo panggilan di seluruh Indonesia. Tempat pelacuran online tersebut selain menyajikan informasi data asli tentang para gigolo, juga menyebutkan nomor kontak yang bisa langsung dihubungi. Dibeberapa situs sudah terang-terangan mencatumkan tentang kondisi fisik hingga daerah dimana para gigolo itu tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi semakin dimeriahkan dengan situs-situs serupa yang menyajikan menu ‘istimewa’ yang tak sekedar mem-pulish data-data tentang ciri fisiknya, juga turut melengkapi tampilan di layar monitor dengan foto pose telanjang dengan tujuan lebih meyakinkan pelanggan. Ditambah lagi dengan “menu penyedap” dengan sajian cerita tentang gigolo hingga tempat mangkal dimana mereka berkiprah. Tidak hanya di Jakarta namun juga dikota-kota besar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modusnya, setelah si pemakai menemukan data diri dan memilih gigolo yang hendak dibidik, umumnya para perempuan haus seks akan mengontak via telepon. Apabila ada yang malu-malu untuk butuh layanan ranjang, biasanya para gigolo itu menyediakan email sebagai kontak awal dengan para pelangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang diambil para gigolo beriklan di internet tujuannya untuk menjaring pelanggan kalangan menengah keatas, karena rata-rata pengguna internet minimal dari kelas menengah keatas. Jadi cara itu dianggap lebih efektif ketimbang pasang iklan di koran yang juga isinya menawarkan jasa untuk keperluan penuntasan birahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membendung Maraknya Bisnis Gigolo di Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah gigolo yang kian merebak tak lepas dari banyaknya pria-pria pemalas yang tak bermoral. Mereka yang hanya mau kerja gampang dan penghasilan cukup menjanjikan dengan memanfaatkan kebugaran tubuhnya dan perempuan-perempuan mandiri dan perembuan haus seks. Begitu rendahnya harga diri mereka (bahkan) yang tak jarang dari kalangan tukang becak yang men-double job sebagai gigolo mau dibayar Rp. 10.000,- per sekali kencan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan jumlah dan semakin terbukannya aksi para gigolo juga terjadi lantaran masyarakat kian permisif. Dan sudah dianggap biasa jika prempuan dan pria masuk hotel tanpa status nikah. Masyarakat kota cendrung apatis terhadap apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semakin memantapkan anomali nilai-nilai di masyaraat Surabaya. Apa yang dulu dinilai tabu, kini sudah dianggap biasa. Masyarakat Surabaya kini cenderung tidak lagi peduli ketika tahu pria dan wanita bukan suami istri masuk hotel. Sejauh mereka tidak kenal, dianggap bukan urusan mereka. Ini jadi wilayah aman bagi orang-orang yang mau selingkuh dan tambang emas bagi gigolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya. Untuk membendung maraknya bisnis gigolo ini ialah masyarakat segera mengambil tindakan jika sudah jelas-jelas diketahui mereka beroperasi lewat profesi pemijat (gigolo). Dan ironisnya bagi perempuan meski sudah jelas-jelas tahu mereka pemalas, tetap mau jadi korban rayuan gombal. Masyarakat Surabaya harus segera bertindak tegas jika Kota Pahlawan ini tak ingin jadi sarang mereka.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2288453829029098938?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2288453829029098938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/fenomena-bisnis-gigolo-di-surabaya.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2288453829029098938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2288453829029098938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/fenomena-bisnis-gigolo-di-surabaya.html' title='Fenomena Bisnis Gigolo di Surabaya'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S8AuI149moI/AAAAAAAAAC8/2KFGxtRtNuA/s72-c/vtm-metadata-06.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2162474545802425050</id><published>2010-04-08T02:17:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Aneka Cara Cabup Tampilkan Citra Religi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S77ybcnWM6I/AAAAAAAAAC0/uMsHKBZLklI/s1600/PICT4823.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S77ybcnWM6I/AAAAAAAAAC0/uMsHKBZLklI/s320/PICT4823.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458066351771235234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mau tidak mau, elemen masyarakat bangsa ini harus belajar memahami suatu hal, yaitu politik pencitraan. Agar lebih bisa memfilter gembar-gembor politikus tentang dirinya ketika akan melangsungkan pelihan cabup, juga bisa menetapkan suatu pilihan berdasarkan hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praksis demokrasi liberal pencitraan memang berpotensi memenangkan pertarungan politik. Tetapi, pencitraan yang begitu banal justru mengkristalisasi rekayasa demi mengubah sesuatu yang superfisial menjadi hakiki. Juga melalui pencitraan, seorang tokoh politik sengaja digambarkan sebagai sosok yang peduli nasib wong cilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai selogan diciptakan dan polesan kata semanis mungkin saat “berceramah” membuat masyarakat tersihir dengan janji-janji manis para cabup. Sang tokoh politik serta-merta diilustrasikan sebagai sosok yang bersedia hidup sederhana. Bahkan, sang tokoh politik digambarkan sebagai pribadi religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pencitraan mengubah dunia politik yang libidal menjadi seolah-olah humanistik. Secara demikian, tak terelakkan jika narsisme menemukan perwujudannya secara sangat vulgar melalui pencitraan. Seperti tiga kandidat cabup/cawabup Gresik periode 2010-2015 pasangan Husnul Khuluq-Musaffa'Noer (HUMAS), Bambang Suhartono- Abdullah Qonik (BANI) dan Sastro Soewito-Samwil (S2BY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pencitraan religius, cabup/cawabup Gresik memanfaatkan ketaatan masyarakatnya Jawa Timur yang notabent masih kuat dalam memeluk agamanya. Bahkan salah satu dari tiga kandidat tersebut membawa massanya untuk melakukan sholat Dhuhur di Masjid Agung, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo dan menghadirkan puluhan kyai yang dilanjutkan dengan doa bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas politik cabup Gresik telah memanaskan para penganut agama. Terbukti, para cabup Gresik, ketika berjalan menuju KPU sambil mengumandangkan sholawat. Ada juga yang seakan tidak mau kalah saat berangkat dari kantor DPC partai yang mengusung dirinya, dengan ribuan massa yang dibawanya beriringan menuju Masjid Agung untuk melakukan Sholat A'sar dan doa bersama menuju kantor KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik telah singgah ke tempat-tempat suci termasuk pemakaman sunan Giri. Masjid Malik Ibrahim pun tak luput dari wisata pencitraan religius para cabup dan cawabup Gresik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Politik Tampilkan Citra Religi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan memperebutkan jabatan politik kini tak bisa lepas lagi dari upaya politik pencitraan (lebih-lebih pencitraan religi), khususnya yang dilakukan para aktor politik lewat komunikasi antar masyarakat. Pencitraan itu bertujuan untuk menghasilkan persepsi bahwa aktor politik tersebut adalah pmimpin yang bijak dan selalu megnutamakan kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencitraan politik dengan menampilkan tokoh politik sebagai pribadi religius,  kini memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pentas politik di tanah air. Citra religi seseorang dapat diciptakan, dibangun dan diperkuat melalui proses kognitif dan afektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencitraan politik seseorang, dilakukan dengan kombinasi kedua pendekatan tersebut. Pendekatan kognitif mengacu pada pertimbangan rasional, sebaliknya pendekatan afektif mengacu pada pertimbangan emosi dan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendekatan pertama ini, ada asumsi bahwa hubungan antara seorang aktor politik dengan pemilih adalah hubungan transaksional yang rasional. Pemilih tidak begitu saja percaya terhadap program, janji-janji seorang kandidat atau iming-iming materi yang ditawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dukungan politik yang diberikan pemilih kepada kandidat semata-mata karena kandidat dinilai memiliki kompetensi dan kapasitas sebagai aktor politik. Karena itu politik pencitraan seorang aktor politik sangat tergantung dari sejauh mana platform politik yang disusun dapat meyakinkan pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya pendekatan emosional cocok digunakan kepada pemilih yang belum cukup terdidik, yang cendrung fanatik terhadap suatu ajaran. Lebih tepatnya, masyarakat yang tidak memiliki kapasitas untuk berpikir dan menganalisa apa yang mereka butuhkan dan bagaimana memenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya politik pencitraan tak ubahnya seperti pemain sulap. Permainan sulap membuat orang menjadi kagum dan berdecak. Seperti halnya David Copperfield dengan senjata ampuhnya “sim salabin” membuat mata penonton melotot berdecak. Begitu pula dengan para cabup yang telah berhasil meraih kepercayaan masyarakat karena manuver pencitraan religinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat merebut kekuasaan dapat mengaburkan mata, sehingga bisa melakukan apa saja. Menyulap diri menjadi sosok yang religius. Apapun dilakukan termasuk membersihkan diri dari kelam masa lalu. Kelakuan dipoles, didesain sedemikian rupa agar kelihatan memikat, bersih, punya nilai jual sehingga pantas untuk dipilih. Hasrat itu, mengalahkan hasrat politik pembangunan yang bertujuan memperbaiki negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ironi Pencitraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kita menyaksikan pencitraan yang berlebihan mulai mengganggu akal sehat. Pencitraan yang tak habis-habisnya membombardir ruang publik justru mempertontonkan ucapan dan laku seorang tokoh melampaui kelaziman. Contohnya, pencitraan yang terlampau obsesif mewarnai kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kemudian tak terlekkan mencuat ke permukaan ialah tendensi jajaran pemerintahan dalam garis komando kepemimpinan regional. Seluruh jajaran pemerintahan merasa telah melakukan hal-hal fundamental tatkala sukses menggebrak dengan pencitraan. Di sini kita menemukan kembali sabdo pandito ratu: “segala sesuatu dianggap final tatkala sudah diucapkan, tanpa harus dilaksanakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kemudian menarik digarisbawahi adalah ini. Sedahsyat apapun politik pencitraan digembar-gemborkan ke tengah kancah kehidupan masyarakat, toh pada akhirnya terbentur limitasi-limitasi tertentu. Kebenaran absolut memiliki kemampuan korektif terhadap pencitraan. Tatkala pencitraan mengingkari kebenaran absolut, maka seketika itu pula pencitraan tampak janggal dan mulai kehilangan rasionalitasnya. Pencitraan tampak mencolok sebagai trik yang disesaki aura tipu-menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2162474545802425050?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2162474545802425050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/aneka-cara-cabup-tampilkan-citra-religi.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2162474545802425050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2162474545802425050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/aneka-cara-cabup-tampilkan-citra-religi.html' title='Aneka Cara Cabup Tampilkan Citra Religi'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S77ybcnWM6I/AAAAAAAAAC0/uMsHKBZLklI/s72-c/PICT4823.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-9063873311752157072</id><published>2010-04-06T00:35:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Teologi Bencana dan Bencana Teologi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S7rkmDxPcYI/AAAAAAAAACo/eEr0EQoeo_E/s1600/java+earthquake+photo+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S7rkmDxPcYI/AAAAAAAAACo/eEr0EQoeo_E/s320/java+earthquake+photo+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456925241010778498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan lagi kau sebut negeri ini sebagai sebuah negeri "Untaian zamrud khatulistiwa",&lt;br /&gt;negeri "tongkat kayu dan batu jadi tanaman"&lt;br /&gt;__Koes Plus__&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Dari sudut manapun, barisan bencana yang melanda bangsa ini menjadi suatu yang sungguh fenomenal. Rentetan peristiwa "bersejarah" yang mengiris-iris nurani dan memilukan hati terjadi silih berganti dalam hitungan hari. Bencana demi bencana bahkan sampai pada bencana yang berpangkal dari ulah manusia dan kecelakaan transportasi darat, laut dan udara tak pernah berhenti terjadi bagai tak bosan mendera rakyat dan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu runtun-sistematis dan kerapnya jarak antara satu bencana dengan bencana lainnya, sehingga sepertinya sudah —meminjam istilah sosial— "mentradisi" di tanah air tercinta ini. Menjadi santapan rutin para pemirsa telivisi dan hedaline news paling menarik bagi wartawan yang sebenarnya hampir memuakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana apapun yang dipandang buruk oleh manusia semuanya tidak terlepas dari dua macam bencan ini. Pertama: bencana yang memang merupakan sunatullah. Contohnya adalah gempa bumi, tsunami, meletusnya gunung merapi, kekeringan dalam jangka waktu lama, dan lain-lain. Bencana ini dapat menimpa siapapun. Bencana alam dalam kategori ini semata-mata dimaksudkan untuk menunjukkan kemahakuasaan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: bencana yang diakibatkan oleh tangan-tangan manusia. Contohnya adalah banjir dan longsor yang diakibatkan oleh penebangan hutan secara liar, wabah kemiskinan dan kelaparan di tengah-tengah kekayaan alam yang melimpah ruah akibat kekayaan tersebut diserahkan kepada pihak asing, mewabahnya penyakit kelamin (seperti AIDS) akibat pergaulan bebas, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa bencana alam adalah bagian dari sebuah bencana. Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) atau yang secara sengaja dilakukan manusia sendiri. Tapi alam tidak akan “apa-apa” jika tanpa campur tangan serakah manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Walaupun sebenarnya, keadaan yang tidak disebabkan oleh aktivitas alami adalah juga sebuah bencana. Contohnya, bila ada teman kecelakaan, orangtuanya meninggal dunia karena sakit, atau rumahnya kebakaran karena aliran listrik pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masyarakat Kita Masyarakat Religius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kita sudah kadung terlanjur dikenal sebagai masyarakat relegius, maka pertanyaan yang mencuat adalah, sejauh mana fenomena mega bencana negeri ini berpengaruh terhadap perubahan sikap dan resistensi pemikiran masyarakat kita? Bagaimana wacana teologis masyarakat dalam memandang dan menyikapi bencana dahsyat yang menimpa sekeliling mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan di atas teramat krusial untuk diajukan, mengingat implikasi bencana-bencana yang terjadi tidak saja berdampak pada persoalan ekonomi, sosial, psikologi dan politik, tetapi juga masalah teologi dan alam pikir masyarakat yang terkena dan yang menyaksikan bencana. Karena secara psikis dan psigologi bencana-bencana tersebut telah menimbulkan trauma yang membekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya hal yang demikian ada tiga arus pemikiran atau mainstream yang mengitari masyarakat kita ketika menyaksikan bencana yang terus-menerus silih berganti antara bencana alam dan bencana yang timbul dari ulah manusia dalam beberapa tahun belakangan ini yakni; teologi mistis dan nihilistic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, teologi mistis-klenis. Rentetan bencana yang secara kebetulan terjadi dan mendera bangsa ini makin sering di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini, mengundang spekulasi pemikiran berbau klenik bahwa pemimpin ini tidak diterima atau lemah secara spiritual untuk memimpin negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti, sejak pertama kali SBY hingga untuk yang kedua kalinya memimpin Indonesia, SBY selalu disambut dengan berbagai macam bencana, pertama kali SBY menjadi presiden tiba-tiba Badai Tsunami menghantam Aceh. Kedua kalinya SBY menjadi presiden, bombardir bom Noordin M Top meluluh lantakan hotel JW. Marriott dan Ritz Carlton. Begitu mungkin pendukung golongan ini berargumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana yang menyatakan kehendak alam malah ditafsirkan sebagai keengganan kalau bukan penolakan atas representasi mereka. Ini kan sama dengan mencari "kambing hitam" untuk dijadikan pelabuhan kekesalan atau bahkan kefrustasian. "Bahkan ada yang dengan kotak-katik asal jadi ala klenik, mengambil persamaan kata dengan tokoh dan alam pikir dunia pewayangan, meyakini bahwa jika yang berkuasa di bumi adalah Bethara Yudho (Yudhoyono?), maka yang akan terjadi adalah bencana"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan pemahaman (baca: teologi) semacam ini tidak hanya salah dari sudut logika karena mengukur dengan mitos yang berkembang di belakang hari tanpa presien, tetapi sekaligus juga menyesatkan karena berbasis tahayul dan apriori. Ini bukan lagi teologi bencana, tetapi lebih tepat dikatan bencana teologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, teologi nihilistis. Deretan bencana yang selalu membawa nestapa kematian yang begitu kerap terjadi di tengah himpitan kesulitan hidup dan merajalelanya ketidak-adilan politik, sosial dan ekonomi menjadikan masyarakat terbiasa acuh dan kehilangan kepekaan alam dan sosialnya. Bencana telah menjadi rutinitas yang sebetulnya memuakkan, tetapi terlanjur dianggap suatu kewajaran, bahkan mungkin keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya tidak lain adalah ekspos terhadap rusaknya alam dan sosial yang terlalu akrab di telinga dan mata mereka atas kemajuan di bidang telekomunikasi dan informasi, menyebabkan bencana yang terjadi dianggap sebagai suatu hal yang biasa, lumrah, wajar dan "apa adanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, jika kondisi ini menjadi mindset dalam setiap kepala umat di negeri ini, maka tidak ada harapan lagi bagi umat di negeri ini untuk bangkit. Itulah bencana teologis terparah yang tiap detik bakal mengintai hati dan rikiran rakyat di negeri "cengengesan ini"&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-9063873311752157072?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/9063873311752157072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/teologi-bencana-dan-bencana-teologi_06.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/9063873311752157072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/9063873311752157072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/04/teologi-bencana-dan-bencana-teologi_06.html' title='Teologi Bencana dan Bencana Teologi'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S7rkmDxPcYI/AAAAAAAAACo/eEr0EQoeo_E/s72-c/java+earthquake+photo+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5985053551404389722</id><published>2010-03-12T21:38:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dari Pemanfaatan Internet di Pondok Pesantren Sampai Tercipta Santri Digital</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spSVNV4iI/AAAAAAAAAB4/7ykMDFPSvQM/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spSVNV4iI/AAAAAAAAAB4/7ykMDFPSvQM/s400/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447993569142235682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekilas Latar Belakang Santri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, santri dan dunia santri itu unik dan sebagian lagi menganggap santri itu katro, ketinggalan informasi dan semacamnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Labeling theory”&lt;/span&gt; oleh sebagian kelompok tertentu —yang mungkin masih sinis terhadap dunia santri—  diajukan, dengan anggapan-anggapannya yang mengecap santri hanyalah segerombolan komunitas marjinal (dibidang ilmu pengetahuan) yang tertampung dalam sebuah pesantren yang tidak bisa berkembang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kurang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;up-to-date&lt;/span&gt; dan selalu ketinggalan informasi sehingga tidak memungkinkan ikut berinteraksi dan berpartisipasi dengan permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi. Apalagi jamannya “Syekh Google” seperti sekarang ini telah membuat santri semakin tertinggal jauh dibelakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia internet seakan telah mengubah semuanya tak terkecuali gaya hidup masyarakat Indonesia yang sekarang mulai dirasa ketergantungannya terhadap internet semakin besar, lalu kenapa komunitas “sarungan” yaitu santri masih saja berkutat dengan kitab kuningnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab kuning, begitulah yang terlintas setiap kali menyebut nama pesantren dengan komuditas klasiknya. Tapi ternyata anggapan yang seperti itu sudah mulai tidak berlaku di kalangan pesantren sekarang, apalagi pesantren dengan label “Pesantren Modern” yang 98% sistem pendidikannya sama layaknya pendidikan umum lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cuma fasilitas seperti Lab. Fisika, kimia, bahasa dan semacamnya yang tersedia di pesantren (sekarang), tapi pihak pesantren telah beberapa tahun ini menambah fasilitas internet yang bebas digunakan oleh santrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antusiasme Santri Terhadap Internet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semangat belajar santri yang cendrung lebih tinggi ketimbang siswa non-santri dan motivasi secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;continue&lt;/span&gt; dari para asatidz, membuat internet di tangan kaum santri tidak hanya sekedar untuk membuka facebook dan situs-situs yang kurang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme para santri terhadap internet belakangan ini bersambut baik dengan inovasi-inovasi petinggi pesantren yang mulai menggalakkan pelatihan internet, mulai dari pemanfaatan internet hingga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;plus-minus&lt;/span&gt; internet dan ditambah lagi di sebagian daerah hal tersebut semakin didukung oleh pemerintah setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuktian pesantren dalam menekuni bidang teknologi informasi adalah adanya program “Santri Indigo” hasil kerjasama pesantren dengan PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan Harian Umum Republika dengan tujuan memberikan wawasan, pengetahuan dan keterampilan mengenai internet kepada para santri. Sehingga para santri dapat mengembangkan diri setelah lulus dan dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan lain adalah untuk membentuk komunitas pesantren yang dapat menjadi sarana “syi’ar digital”. Serta membentuk jejaring silaturahmi di antara para santri secara luas yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Program ini sudah berjalan di kota-kota besar di seluruh Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya, semangat seperti yang dimiliki oleh kaum santri —untuk terus berkembang— khususnya dibidang teknologi informasi perlu dipelihara dan terus dikembangkan oleh pemerintah dan khususnya pesantren itu sendiri. Karena bagaimanapun santri adalah model anak didik yang seluruh aktifitasnya selalu bertumpu pada kegiatan belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dari segi ketekunan dalam mempelajari suatu bidang tertentu kaum santri cukup tinggi untuk terus mempelajari hingga benar-benar menguasai apa yang telah menjadi keinginannya. Semangat yang seperti ini perlu diperhatikan demi terciptanya generasi bangsa yang tangguh, mengingat makin sengitnya persaingan teknologi secara global di masa sekrang dan di masa yang akan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat perkembangan teknologi beserta perangkat-perangkat pendukungnya dewasa ini, maka tidaklah mengherankan jika ia telah menjadi bagian kehidupan semua orang tak terkecuali kaum “sarungan” santri. Spesifik pada pemuda, penggunaan fasilitas teknologi seperti internet telah memberi peluang bagitu besar untuk mengembangkan kemampuan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang ini memang menjadi wadah efektif dari sebagian besar peluang yang ada, seperti enterpreneurships/bisnis, agenda-agenda pemuda seperti perlombaan, penemuan-penemuan, bahkan pengalaman. Internet memang telah banyak membantu, khususnya publikasi. Setiap orang kini bisa memproduksi dan atau memperoleh begitu banyak informasi (cepat, tepat dan murah) melalui internet. Efisiensi dan praktis. Karena sifatnya yang menular, maka informasi yang dipublikasikan akan menjalar ke setiap orang bahkan dalam hitungan detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manfaat Internet Terhadap Pembelajaran Santri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akses ke sumber informasi sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh kaum santri dan bahkan bagi pendidikan di seluruh dunia. Perpustakaan konvensional yang merupakan sumber informasi ternyata tidak murah. Buku-buku dan jurnal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi dan di dunia (termasuk di dunia Barat) yang tidak memiliki perpustakaan yang lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet muncul membawa solusi yang memberikan sumbangsih dan kemajuan bagi santri. Dengan semakin memasyarakatnya internet maka bisa menjadi  peluang pembelajaran di luar pendidikan formal pesantren. Kesemua itu dilakukan agar memacu semangat belajar para santri. Internet bisa mendownloud data-data yang kita perlukan untuk bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, internet bisa mencari data-data yang kita tidak ketahui menjadi tahu. Dengan mencarinya di “Syekh Google”. Kebutuhan dalam segi keilmuan santri semakin dimanjakan oleh mesin “Syekh Google” ini. Internet menjadi sangat diperlukan jika kita ada suatu pekerjaan yang tidak bisa kita selesaikan dengan mencarinya di buku. Sekarang kita tahu manfaat internet dalam perkembangan IPTEK, mencari semua ilmu yang kita tidak ketahui menjadi tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, internet menjadi “Perpustakaan Raksasa” bagi santri. Adanya Internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang sudah tersedia banyak. Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apa pun yang oleh santri minati, pasti ada informasi di Internet. Contoh-contoh sumber informasi yang tersedia secara online antara lain:&lt;br /&gt;• Library&lt;br /&gt;• Online Journal&lt;br /&gt;• Online courses. MIT mulai membuka semua materi kuliahnya di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet telah “menggugurkan” masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan), yang selama ini menjadi masalah pesantren. Adanya internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini. Internet juga menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang santri berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang santri di Madura dapat berkonsultasi dengan dosen di Jakarta atau bahkan di Palo Alto, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi, internet bisa dijadikan media kerjasama atau kolaborasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien, dan lebih murah. Maka, bukanlah menjadi halangan bagi kaum santri yang masih sebagian orang mengatakan bahawa dunia santri itu dikekang dengan berbagai undang-ungdang yang melarangnya untuk berinteraksi dengan dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemanfaatan Internet di Pondok Pesantren&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Internet dapat dikatakan sebagai perpustakaan maya (virtual library) yang mengandung jutaan informasi tentang berbagai hal, salah satunya termasuk data dan informasi tentang pendidikan. Internet dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar alternatif bagi kalangan akademis setelah perpustakaan konvensional di pesantren-pesantren terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu manfaat yang ditimbulkan dari kehadiran internet bagi pendidikan khususnya pesantren antara lain :&lt;br /&gt;- Mempercepat dan mempermudah alih ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;- Proses pembelajaran lebih menarik. Melalui internet pembelajaran tidak monoton dan jenuh   karena dalam internet ada hal-hal baru yang variatif dan inovatif.&lt;br /&gt;- Mendorong siswa untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan dan informasi.&lt;br /&gt;- Mempermudah penjelasan konsep. Selama ini di pondok pesantren dalam menyampaikan materi atau bahan pelajaran selalu disampaikan melalui metode ceramah.&lt;br /&gt;- Dengan adanya internet, guru bisa menyampaikan konsep atau materi secara audiovisual. Pelajaran lebih nyata dan jelas, sehingga mempermudah pemahaman santri. Hal ini dapat menghindari kebingungan pada diri siswa saat proses pembelajaran berlangsung.&lt;br /&gt;- Pembelajaran lebih konseptual dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;up-to-date&lt;/span&gt; (aktual).&lt;br /&gt;- Mempermudah dan mempercepat administrasi pendidikan. Pelaksanaan proses pendidikan harus diusahakan lebih praktis dan cepat. Ustadz tidak terlalu disibukkan dengan urusan administrasi yang berbelit-belit, sehingga konsentrasi lebih tertuju pada proses pembelajaran di kelas. Misalnya, dalam membuat persiapan mengajar, pengolahan nilai, dan menyebarluaskan nilai ulangan atau ujian, bisa menggunakan fasilitas komputer (internet). Dengan demikian, internet dapat memperbaiki dan memperlancar administrasi pendidikan.&lt;br /&gt;- Sebagai perpustakaan elektronik.&lt;br /&gt;- Mempercepat dan mempermudah komunikasi edukatif antara ustadz dengan santri.&lt;br /&gt;Akhirnya, internet diharapkan dapat membantu mempercepat perkembangan pendidikan di pondok pesantren, pendidikan yang lebih maju dan berkualitas. Pada gilirannya pondok pesantren dapat membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang cerdas akan membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal di atas tentunya refleksi kenyataan di pondok pesantren yang ada sekarang. Internet menjadi sumber inspirasi yang sifatnya positif —meski terkadang masih saja disalah gunakan. Dan masih banyak hal-hal yang menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;interest&lt;/span&gt; masing-masing melalui internet untuk pemgembangan pembelajaran di pondok pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Lab. Komputer milik pesantren&lt;/center&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spx8LsfXI/AAAAAAAAACY/e0YR7_0xX4Q/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spx8LsfXI/AAAAAAAAACY/e0YR7_0xX4Q/s320/4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447994112180256114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Belajar internet di kamar sendiri&lt;/center&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spxpsYbPI/AAAAAAAAACQ/qxiiKT4xQ4o/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spxpsYbPI/AAAAAAAAACQ/qxiiKT4xQ4o/s320/3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447994107217079538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Semangat belajar santri dalam pelatihan internet&lt;/center&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spxZQAdbI/AAAAAAAAACI/1_PD-jF4wBk/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spxZQAdbI/AAAAAAAAACI/1_PD-jF4wBk/s320/2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447994102803101106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;Kunjungan "internet keliling" program perintah daerah ke pondok pesantren dan antusiasme santri&lt;/center&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spwxWGFyI/AAAAAAAAACA/S9GnMRzc2h0/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spwxWGFyI/AAAAAAAAACA/S9GnMRzc2h0/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447994092091217698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5985053551404389722?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5985053551404389722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/03/dari-pemanfaatan-internet-di-pondok.html#comment-form' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5985053551404389722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5985053551404389722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/03/dari-pemanfaatan-internet-di-pondok.html' title='Dari Pemanfaatan Internet di Pondok Pesantren Sampai Tercipta Santri Digital'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S5spSVNV4iI/AAAAAAAAAB4/7ykMDFPSvQM/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8744585167764374904</id><published>2010-02-27T01:16:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Film Porno Itu Berjudul “Hantu Puncak Datang Bulan”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S4jjWRdMtoI/AAAAAAAAABY/mkw5ny4nHA4/s1600-h/Hantu+Puncak+Datang+Bulan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S4jjWRdMtoI/AAAAAAAAABY/mkw5ny4nHA4/s320/Hantu+Puncak+Datang+Bulan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442850121459742338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film bertema horor memang selalu laris manis di pasar Indonesia, apalagi jika dibumbui dengan adegean-adegan vulgar. Bagitulah yang terpikiran dalam penggarapan film “Hantu Puncak Datang Bulan” dengan sajian-sajian adegan horor dan tidak lupa adegan vulgar untuk membangkitkan gairah penontonnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita singkat dalam film Hantu Puncak Datang Bulan, adalah sebuah film yang bertema horor-seks. Di mana film ini menceritakan sebuah rumah besar yang dijadikan tempat kos-kosan. Rumah kos ini sebuah bangunan lama yang sempat kosong tanpa penghuni, layaknya film-film horor lainnya. Pada akhirnya rumah ini dijual oleh pemiliknya karena ia selalu teringat akan kematian anak kesayangannya, Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, kekasih Putri marah akibat keinginannya tidak terpenuhi. Putri sedang lemah karena ia sedang datang bulan, tapi nasib berkata lain Putri ke atas dan dikejar sang pacar, kemudian memukul Putri hingga terjatuh dan meninggal. Pacar Putri pun kena setrum dan juga meninggal. Film ini dirilis 4 February&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya film ini melanjutkan sequel kontroversi film horor komedi berbau seks “Suster Keramas”. Film dengan judul Hantu Puncak Datang Bulan ini di bintangi oleh oleh Andi Soraya, Cynthiara Alona, Lia Trio Macan, dan Ferly Putra dan diproduksi oleh K2k Production. Dalm film ini ada adegan seks Andy Soraya membuka bra dan bergumul (mupeng) dengan seorang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma itu saja, ada beberapa adegan erotis seperti halnya adegan striptease yang dilakukan oleh beberapa pemain lainya seperti Tessa Marisk dan Trio Macan —yang lebih dikenal dengan goyangan hotnya— juga akan turut memeriahkan film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berdalih Seni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihatlah sisi seninya” begitulah kira-kira para artis kita saat adegan seksnya banyak menuai kecaman dari kalangan masyarakat, termasuk Andy Soraya. Dalam film berender horor-seks ini Andy Soraya melakukan aksi sensual dan seronok bahkan ada satu agedan dimana ia berani tampil bugil, meski begitu Andy Soraya mengaku adegan tersebut benar-benar semata sebuah hasil karya seni, bukan adegan bugil yang membangkitkan gairah. Apalagi diakuinya ada satu adegan yang dia dicomot dari penyanyi manca negara Jennifer Lopez&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang dikemukakan Andy Soraya menyangkut adegan seksnya, dia menyatakan apa yang telah dilakukannya itu adalah kegiatan sehari-hari yaitu buka baju dan hal itu adalah wajar, yang terpenting baginya bagaimana dia mengemas adegan vulagar itu seindah mungkin sehingga penonton melihatnya sebgai akting yang tidak menonjolkan sesualitas berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan film terbarunya ini Andy Soraya tetap optimis kalau film yang dibintanginya akan diterima masyarakat luas dengan tidak mendapat kecaman sebgai film “porno”. Panatas saja Andy Soraya optimis dan berani beradegan bugil, kabarnya untuk melakukan adegan bugil tersebut dia mendapatkan bayaran yang cukup mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk bisa membuka BH Andy. Harus bisa bayar mahal dong..." bagitulah ucapan Andy Soraya disela-sela wawancara dengan salah satu satasiun televisi swasta. Meski unjung-ujungnya tetap berdalih kreasi dan seni. Alih-alih berkreasi dengan mengatasnamakan karya seni, film terbaru Andy Soraya itupun bakal menuai kecaman dan pencekalan. Bahkan kabarnya Majlis Ulama’ Indonesia sudah mengambil ancang-ancang mengnai larangan pemutaran film tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sutradara Indonesia Miskin Imajinasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus-kasus serupa yang menimpa dunia perfilman kita belakangan ini tidak lain karena kurang kreativitasan orang Indnesia khususnya para sutradara. Maunya modal sedikit tapi untung banyak. Coba saja kita lihat isu heboh tentang mau menghadirkan Miyabi di film Indonesia dulu. Kalau memang menginginkan kualitas film yang baik dan aktor berkelas dunia kenapa tidak mengundang Jackie Chan atau yang lainya,  kok malah bintang porno?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua sudah jelas menunjukan bahwa sutradar Indonesia kurang kreatif dan ingin merusak bangsa. Dan saran untuk MUI, daripada MUI ngurusin haramnya rokok, foto prewdding alangkah lebih baiknya mengurusi film indonesia ini. Biar pengrusakan moral anak bangsa tidak terus menerus. Karena meskipun sudah ada tulisan untuk 18+ tapi yang menonton anak 12 tahun juga boleh masuk, seperti halnya ke diskotik juga sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang lain? Entah apa yang mendasari para pembuat film untuk terus memproduksi film bertama seks, atau mungkin kekurangan ide untuk membuat sebuah film yang inspiratif atau entah tingkat libido para pembuat film kelewat batas atau juga karena sebagian artis kita gemar ber-eksibisme alias puas jika tubuhnya dieksploitasi ke publik, atau memang negeri ini lagi sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang tergolong vulgar seperti film Hantu Puncak Datang Bulan ini memang cenderung akan mendapatkan kritikan dari lapisan masyarakat, dan seperti halnya film-film erotis yang sudah beredar duluan beberapa saat yang lalu, Suster Keramas yang dibintangi Rin Sakuragi misalnya, tak luput dari kritikan pedas dari elemen masyarakat, namun film itu tetap saja bisa tayang di bioskop-bioskop Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, film bertema horor-seks jika semakin di kritik, juga semakin tenar, begitulah salah satu gambaran mengenai film syur yang akhir-akhir ini banyak di produksi di Indonesia. Bahkan terkesan sutradara dan produser semakin berlomba-lomba untuk memproduksi film yang sama. Mungkin saja apabila film-film seperti ini bila tidak dikritik, maka akan lenyap beritanya ditelan bumi, dan tidak akan menimbulkan kehebohan di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederetan film lain yang belum beredar namun masih tetap dibumbui dengan hal-hal yang berbau mesum, juga masih akan hadir dalam waktu dekat ini, salah satu film bersangkutan adalah film “18+ True Love Never Dies”, dimana didalam film ini juga Wulan Guritno sebagai pemeran utamanya juga turut akan melakukan aksi mesum, atau tepatnya mansturbasi.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8744585167764374904?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8744585167764374904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/02/film-porno-itu-berjudul-hantu-puncak.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8744585167764374904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8744585167764374904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/02/film-porno-itu-berjudul-hantu-puncak.html' title='Film Porno Itu Berjudul “Hantu Puncak Datang Bulan”'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S4jjWRdMtoI/AAAAAAAAABY/mkw5ny4nHA4/s72-c/Hantu+Puncak+Datang+Bulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6865930889061962871</id><published>2010-02-21T01:16:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.636-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Civic-Minded Pluralisme Pesantren</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S4D70FE9lLI/AAAAAAAAABQ/E06dBF_D-ec/s1600-h/kerukunan-beragama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S4D70FE9lLI/AAAAAAAAABQ/E06dBF_D-ec/s320/kerukunan-beragama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440625221998318770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Civic-Minded secara umum mendefinisikan keprihatinan kita atau lebih tepatnya memikir-kan kepentingan umum. Sebagaimana dengan pluralisme itu sendiri yang mencari titik-titik persamaan dan mengurangi sekecil mungkin titik-titik perbedaan hingga tercipta masyarakat yang kondusif dengan saling menghargai dan menghormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang seperti sudah-sudah kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara plural yang dihuni oleh manusia dari berbagai latar belakang etnik, budaya, dan agama. Mungkin faktor inilah, Robert W. Hefner, menyebut Indonesia sebagai negara yang kaya akan “pluralist endowments” (Hefner 2005: 122). Dari perspektif sosiologis, realitas bangsa Indonesia yang beragam ini adalah sesuatu yang “given” atau sunatullah dalam bahasa kaum santri, tetapi merupakan buah dari proses sosial-budaya yang sangat panjang yang melibatkan berbagai agen atau aktor sejarah dari berbagai suku-bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita flashback pada konflik agama yang telah berlalu harusnya menjadi pelajaran untuk bagaimana kedepannya tidak terulang lagi dan jadikan cerminan dalam mengambil sikap terhadap suatu tindakan yang kiranya menghancurkan kerukunan. Maka membangun pergaulan sejati dengan umat lain harusnya menjadi prioritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini —khususnya para santri— selalu memiliki prasangka buruk terhadap agama dan umat lain. Melihat agama lain sebagai saingan tentunya bukanlah hal yang baru, doktrin ini telah terbangun dan terbentuk sejak lama, bahkan sejak perang salib dikobarkan oleh bangsa Eropa hingga sampai pada seorang politikus Amerika Serikat yang terkenal seperti Samuel P. Huntington dalam tulisannya yang mengatakan bahwa kemajuan peradaban Islam adalah sebuah ancaman yang sangat besar bagi umat Kristen. Tampaknya hal ini harus di artikan bahwa tidak semua umat Kristen berpikiran dan menyetujui hal yang sama dengan Samuel P. Huntington&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Crisis Center GKI (Gereja Kristen Indonesia) bekerjasama dengan Wahid Institut dalam membuat program Islamologi dan Pluralisme dengan maksud agar umat kristen diberikan wawasan dan pengetahuan tentang Islam dan pluralisme, begitu juga sebaliknya —agar umat Islam juga tidak hidup dalam kecurigaan yang tinggi bahwa umat Kristen selama ini telah banyak melakukan kristenisasi terhadap umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu karjasama ini akan saling membuka diri antara umat beragama dan saling menerima satu sama lain dan akibatnya (semoga) tidak lagi terjadi konflik yang selalu mengatasnamakan agama dan tetap menjunjung tinggi “Bhinneka Tunggal Ika” yang telah menjadi ketentuan negara kita dan kita santri harus mengakui hal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diluruskan bahwa pluralisme bukanlah sebuah persoalaan keagamaan, pluralisme hadir sebagai sebuah jawaban dari kemajemukan masyarakat. Pluralisme tidak bertujuan untuk menyamaratakan semua agama, inilah yang sering menjadi titik persoalan, bahwa banyak orang masih menganggap pluralisme bertujuan untuk menyamaratakan semua agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditinjau dari segi keimanan, pluralisme bukanlah sebagai pengganggu terhadap iman pribadi kita. Justru dengan pluralisme kita di ajak untuk melihat kedalam. Ciri umat beragama yang berani berdialog dengan tulus, adalah umat yang memahami siapa dirinya. Hingga menyadarkan kita dalam memeluk agama Islam bukan karena ayah dan ibu kita Islam. Ketika umat itu belum berani untuk terbuka dan berdialog berarti umat itu belum memahami siapa diri mereka dan tidak mengenal diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketika kita berani untuk terbuka itu menandakan kedewasaan kehidupan beragama kita, karena itu berarti kita sudah siap untuk di kritik, kita telah siap dengan perbedaan, dan persamaan. Sehingga apapun agama kita, itu tidak akan menjadi penghalang bagi kita untuk membangun pergaulan sejati, karena pluralisme hadir bukan karena kita semua sama, tetapi karena kesederajatan kita sebagai makhluk paling mulia yang diciptakan sama oleh Tuhan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus disadari juga bahwa kita sebagai mahkluk sosial tidak dapat menjalani kehidupan seorang diri dalam komunitas dan pergaulan yang sempit, oleh sebab itu kita harus membangun pergaulan dengan umat beragama lain dengan pemahaman pluralisme yang berwawasan kebangsaan yang luas dan bersikap plural adalah solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menanamkan Sikap Plural Pada Santri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pluralisme bukanlah hal yang baru dalam dunia pesantren, hanya saja sebagian pesantren enggan untuk memperkanlakan pluralisme itu sendiri kepada santrinya. Kendati pesantren menolaknya pluralisme sebagai sebagai keilmuan yang harus dipelajari santrinya, toh plural sendiri sudah menjadi sesuatu yang given (kedrati) bagi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia termasuk santri dan kyai itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan global sudah kadung menguasai sebagian dari “tubuh” pondok pesantren otomatis interaksi para santri tidak cuma dengan kalangan kaum sarung saja, dan ketika santri harus dihadapkan pada kenyataan yang sebelumnya dianggap tabu ‘mau tidak mau’ sikap plural harus menjadi bagian dari santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ketidak mungkinan jikalau santri serta merta menolak globalisasi dengan melestarikan konstruksi lama dan tidak mau melihat sesuatu yang baru didepan mata, sangat jelas ini akan merugikan diri sendiri di kemudian hari. Meninggalkan tradisi lama bagi pesantren juga merupakan hal yang keliru, seolah-olah kita melupakan identitas dan sejarah kita yang tentu juga kaya akan makna dan simbol luhur (kesederhanaan, keikhlasan, keseteraan dll) dan sangat tidak bijak juga kalau mengatakan sesuatu yang lama itu buruk, kolot, ketinggalan zaman dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditekankan lagi bahwa sikap plural dan faham pluralisme tidaklah menjerumuskan santri pada pemikiran dan sikap yang melupkan eksistensi dari santri itu sendiri. Pluralisme hanya mencoba memberi jalan tengah antara tradisi lama dengan perkembangan sekarang yang sudah tidak mungkin dielakkan lagi, dan bagaimana memaknai sesuatu yang terjadi dihadapan mata bisa dimaknai secara plural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala sebagian santri, karena tidak mempunyai faham pluralisme, serta merta menyalahkan golongan lain yang tidak sama dengan golongannya sendiri. Sikap seperti ini tentu saja mengganggu ketentraman kerukunan hidup bersama dalam perbedaan ajaran, pemikiran, budaya dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya ketika seorang santri dituntut bersikap plural. Dalam konteks bangsa Indonesia yang pluralistik, maka ‘pluralisme civic’ adalah jenis “tafsir” terbaik untuk menyikapi kemajemukan etnis, budaya, dan agama negeri ini. Pesantren sebagai kekuatan civil society yang berwatak (seharunsya) pluralis dan toleran sudah sepatutnya menjadi agen “civic pluralism” ini untuk menjaga kosmos Indonesia agar tetap damai dan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah munculnya sejumlah kelompok keislaman garis keras yang radikal-militan yang hobinya melakukan tindakan kekerasan, maka pesantren harus tampil ke depan sebagai “vanguard” gerakan-gerakan keislaman yang bercorak toleran-pluralis demi terciptanya stabilitas bangsa, kehidupan harmoni, perdamain sejati, democratic civility, dan citizenship culture yang menghargai hak-hak setiap warga negara yang hidup di bumi Indonesia, serta bebas dari segala bentuk kekerasan agama yang hanya menambah kesengsaraan dan penderitaan rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dimuat di Radar Madura 19 Februari 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6865930889061962871?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6865930889061962871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/02/civic-minded-pluralisme-pesantren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6865930889061962871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6865930889061962871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/02/civic-minded-pluralisme-pesantren.html' title='Civic-Minded Pluralisme Pesantren'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S4D70FE9lLI/AAAAAAAAABQ/E06dBF_D-ec/s72-c/kerukunan-beragama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-2610465346215250005</id><published>2010-02-10T00:32:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.636-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pembebasan Anggodo Dan Nasib Hutan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S3JwBxd2CKI/AAAAAAAAABA/pY54cwIwKaI/s1600-h/Anggodo_Mafia_Godfather.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S3JwBxd2CKI/AAAAAAAAABA/pY54cwIwKaI/s200/Anggodo_Mafia_Godfather.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436530875950303394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anggodo boleh bernafas lega karena pembebasaanya setalah bulan-bulan sebelumnya “bergulat” dengan masalah yang nyaris membawanya ke dalam bui. Hingga membuat raja kayu ini ketar-ketir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang mendapatkan julukan sakti ini ternyata —secara tidak langsung— bisa membuktikan kalau dirinya memang benar-benar sakti kalau disuruh berurusan dengan hukum Indonesia. Berbagai kasus yang dan dakwaan yang menimpanya dilewati seakan dia tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si akar jati tidak hanya menjadi raja dikalangan cukong kayu dan terkenal “kesaktiannya” dalam mengurusi hal-hal semacam itu, tapi juga harus diakui kalau dia memang benar-benar kebal hukum. Meski dirinya sudah jelas-jelas bersalah, setalah melalui proses yang berbelit pada akhirnya si akar jati keluar dari proses hukum layaknya orang yang tidak bersalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus terakhir yang menimpnya hampir membawanya kedalam bui, kini sekaranag dan setelah saat ini anggodo akan mulai beraksi lagi, seperti sediakala. Anggodo yang tua dengan kayu ini akan kembali ke habitatnya. Habitat penebangan kayu Indonesia sebebas-bebasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib hutan Indonesia akan kembali suram setalah kebebasa Anggodo. Jutaan pohon yang menjadi pokok utama kekayaan Indonesia akan segara dibabat oleh Anggodo dan kawan-kawan. Hutan-hutan Indonesia yang menjadi penyuplai utama di dunia dalam mencegah terjadinya global warming akan segera mengalami nasib buruk, ini pertanda percepatan global warming akan segera dimulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin Anggodo akan lebih ganas membabat hutan Indonesia untuk menumpuk kekayaannya lagi setalah sekian juta kekayaannya habis untuk mengurusi kasusnya belakangan ini. Anggodo akan semakin menggila dalam penebangan kayu-kayu Indonesia dan semakin getol mengekspor keluar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah kasus yang menimpanya, Anggodo bukan malah makin kerdil dan tidak berharga lagi dimata rekan-rekannya sesama cukong kayu. Tapi sebaliknya, Anggodo akan semakin disegani termasuk oleh rival-rivalnya yang selama ini ingin menjatuhkan Anggodo. Derajat dan pamor Anggodo akan semakin membumbung tinggi setelah berbelit dan berhasil lolos dari kasusnya yang sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia cukong kayu Anggodo akan semakin terkenal kesaktiannya dalam berurusan dengan hukum Indonesia yang terkesan lembek, memihak dan mata duitan. Maka setelah ini Anggodo akan dielu-elukan oleh cukong kayu lainnya dan bakalan menjadi pahlawan kalau nanti mereka-mereka mengalami nasib yang sama seperti dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berurusan dengan hukum yang menimpanya ini akan dijadikan modal utama Anggodo —karena sudah berpangalaman— untuk membantu/membela rekan-rekan lainnya jikalau nanti mengalami nasib serupa, tentu semua itu harus dibayar dengan mahal kalau Anggodo turun tangan. Maka jadilah Anggodo serupa menuntut ilmu selama kasusnya bergulir belakangan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hukum Indonesia Ompong Didepan Anggodo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ketika Anggodo mulai kewalahan dengan berbagai tuntutan dan dakwaan, masyarakat yang peduli masa depan Indonesia mulai bisa tersenyum dan aktivis lingkungan terus mengamini semoga Anggodo cepat-cepat masuk bui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan kasusu Anggodo bergumol dan berbelit dengan penangan yang lamban, ujung-ujungnya Anggodo bebas dengan meninggalkan bekas kekecewaan di hati masyarakat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Indonesia menjadi ompong jika berhadapan dengan cukong kayu si akar jati ini, tidak setegar ketika menangani kasus maliang ayam. Hukum Indonesia selalu lemah dan tidak berkutik ketika berhadapan dengan orang-orang berduit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini semakin memantapkan Indonesia denga label “Budaya Korupsi”-nya yang seakan tidak bisa dihapus sampai kapanpun. Karena memang petinggi-petinggi Indonesia sendiri tidak mau lepas dari jeratan korupsi. Mereka malah menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anggodo Penyumbang Utama Kerusakan Hutan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dampak penebangan gila-gilaan selama ini sudah mulai dirasa oleh masyarakat Indonesia, khususnya orang-orang yang tinggal di perkotaan. Curah hujan yang tak tentu dan siklus air mulai meninggi, tiap kali hujan deras turus dipastikan akan menimbulkan bencana banjir yang menenggelamkan banyak rumah dan memusnahkan binatang ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durasi musim kemarau kini mulai memanjang dengan cuaca yang semakin memanas, menjadi alasan makin dekatnya kerusakan alam semesta ini. Semua itu berawal dari keserakan manusia sendiri yang tidak memikirkan nasib bumi di masa yang akan datang, yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan kepentingan kelompok kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang menjadi harapan besar umat seluruh dunia dalam memerangi pemanasan global nampaknya akan mempunyai hambatan. Harapan besar itu akan menemukan halangan dengan dibabaskannya Anggodo. Betapa tidak, jika Anggodo terus dibiarkan dengan ulahnya yang merugikan masyarakat Indonesia secara keseluruhan dan merugikan dunia secara global akan terus berlanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kasus-kasus besar Anggodo hanya tidak tercium oleh banyak masyarakat Indonesia, hanya berputar-putar dan hanya orang tertentu yang tau kasusnya yang pada akhirnya berakhir seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Lain lagi sepak terjangnya dalam penebangan hutan yang berpotensi dalam percepatan pemanasan global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi semua itu tidak pernah didengar masyarakat Indonesia. Kejadian-kejadian yang telah berlalu menyangkut ulah Anggodo bukan dikarenakan masyarakat Indonesia tuli hingga tidak mendengar sepak terjang menyimpang Anggodo, cuma pemerintah saja yang menulikan masyarakatnya sendiri. Sungguh kejam sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-2610465346215250005?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/2610465346215250005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/02/pembebasan-anggodo-dan-nasib-hutan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2610465346215250005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/2610465346215250005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/02/pembebasan-anggodo-dan-nasib-hutan.html' title='Pembebasan Anggodo Dan Nasib Hutan Indonesia'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S3JwBxd2CKI/AAAAAAAAABA/pY54cwIwKaI/s72-c/Anggodo_Mafia_Godfather.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-7420494537995831292</id><published>2010-02-02T21:20:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.636-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Maling Ayam Vs. Maling Negara</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S2koT5yGsdI/AAAAAAAAAA4/4XszH3iSRM8/s1600-h/ayin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S2koT5yGsdI/AAAAAAAAAA4/4XszH3iSRM8/s200/ayin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433918747792814546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masuk penjara layaknya tinggal di Hotel dan apartement mewah kalau bagi para maling negara yang notaben kesalahannya berpotensi memiskinkan negara dan menyengsarakan rakyat kecil. Dan nasib maling ayam yang begitu sesangsara sebelum masuk penjara harus mengalami nasib yang lebih "tragis" ketika sudah masuk penjara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau maling ayam giring kedalam bui dengan cara diseret kalau maling negara masuk penjara dengan dihormat. Tak lain, berharap —aparat— setelah ini dapat ciparatan uang dan sedikit bonus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan seperti ini kepada napi maling negara oleh pihak hukum sudah kadung terbiasa. Perlakuan serba istimewa dan layanan selalu siap apabila dibutuhkan. Maka tidak pantas sekali jika maling negara dikatakan masuk bui, melainkan cuma pindah rumah yang terkadang suasananya lebih istimewa daripada berada di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ketepatan mempunyai bayi maka lengkaplah dengan babysitter-nya plus pembantu-pembantu yang siap melayani kapanpun jika dibutuhkan. Dan ketika “maling ayam” kebetulan perempuan juga dan hamil harus dibawa ke dalam penjara dan melahirkan di penjara, tragisnya lagi juga harus membesarkan dan menyusui bayinya dibalik-balik sel seruji besi yang begitu pengap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa membayangkan betapa enaknya masuk penjara bagi maling negara. Ngapain saja masih diperbolehkan termasuk mengendalikan hal-hal yang diluar penjara dan mengadakan rapat didalam penjara. Jika tidur tidak harus berdesakan dengan nara pidana lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan berAC dengan berbagai alasan yang ujung-ujungnya mengandalkan anjuran dokter meski sebenarnya hal itu adalah fiktif belaka dan masih mempunyai akses kemanapun dengan alasan pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan. Maka jadilah penjara —yang sebernarnya tidak pantas dikatakan penjara— sebagai kantor pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dilematika Penegak Hukum Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara tidak membeda-bedakan napi dari segi apapun, semua napi dipukul rata, baik pelayanan, penjagaan dan semacamnya. Tapi pihak penegak hukumnyalah selalu mengambil kesempatan atas jabatannya untuk mempertebal pundi-pundi emas pribadi. Tradisi ini sudah mengakar di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua penegak hukum Indonesia selalu berpayung di bawah ketiak hukum yang diembannya termasuk mengambil uang negara yang seharusnya disalurkan pada rakyat. Sikap acuh dan individualisme para penegak hukum Indonesia sudah kadung tertanam, maka, meski harus mengorbankan negaranya mereka tetap saja mengambil tindakan “yang penting saya sejahtera”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Indonesia tidak pernah maju dibidang apapun? Karena begitulah petinggi-petinggi negara ini. Seperti kasusnya Ayin sekarang ini. Apakah negara sudah pantas dikatakan sukses menangani kasus Ayin? Tentu saja tidak. Ayin tidak dipenjara. Dia hanya pindah rumah dan semuanya normal-normal saja, berjalan seperti sediakala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegak hukum Indonesia jadi lemah dan tidak berdaya ketika dihadapkan dengan orang-orang berduit dan maling negara yang begitu banyak merugikan negara. Tidak seganas ketika menangani kausus-kasusnya maling ayam. Penegak hukum Indonesia mata duitan dan lebih rendah sekali derjatnya kerena harus mengorbankan tugas mulyanya dengan duit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nusa Kambangan Belum Tentu Menjamin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusa Kambangan selalu menjadi jalan terakhir para penegak hukum —penegek hukum yang peduli keadilan— agar perlakuan terhadap napi tidak pilih kasih dan pelainan satu sam lain. Dan memang selama ini Nusa Kambangan cukup ampuh berkaitan dengan kasus Ayin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti apapun Nusa Kambangan kalau aparatnya masih memandang utama harta daripada tugasnya, apalagi "pasien"nya cukup mumpuni (lebih-lebih dibidang uang) untuk merayu aparat terkait plus iming-iming sedikit uang. Tentu saja keimanannya goyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusa Kambangan hanya untuk orang tidak bermodal (seperti maling ayam) dan sedikit kemampuan yang tentu saja tidak akan diperhitungkan ketika berbicara tanpa adanya pelicin semacam uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika masalah ini dibenturkan dengan segala yang ada sama sekali tak ada solusi, kecuali memperlakukan maling negara lebih parah daripada maling ayam, baik pelayanan dan semacamnya. Aparat terkait tidak memberikan akses kemanapun dan apapun. Tidak boleh membawa apapun. Tidak boleh ada kunjungan keluarga, kerabat dll. Dan tidak boleh, tidak boleh yang lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagaimanapun dampak buruk akibat ulah maling negara baik itu pada negara dan rakyat Indonesia tetap saja sangat lebih parah dampaknya dari pada maling ayam, yang sebenarnya hanya untuk mencari sesuap nasi untuk sekedar bertahan hidup. Maka kiranya tak ada alasan lagi untuk membela maling negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-7420494537995831292?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/7420494537995831292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/02/maling-ayam-vs-maling-negara.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7420494537995831292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/7420494537995831292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/02/maling-ayam-vs-maling-negara.html' title='Maling Ayam Vs. Maling Negara'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/S2koT5yGsdI/AAAAAAAAAA4/4XszH3iSRM8/s72-c/ayin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8341457616418669941</id><published>2010-01-29T01:17:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pembebasan Anggodo Dan Nasib Hutan Indonesia</title><content type='html'>Anggodo boleh bernafas lega karena pembebasaanya setalah bulan-bulan sebelumnya “bergulat” dengan masalah yang nyaris membawanya ke dalam bui. Hingga membuat raja kayu ini ketar-ketir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang mendapatkan julukan sakti ini ternyata —secara tidak langsung— bisa membuktikan kalau dirinya memang benar-benar sakti kalau disuruh berurusan dengan hukum Indonesia. Berbagai kasus yang dan dakwaan yang menimpanya dilewati seakan dia tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si akar jati tidak hanya menjadi raja dikalangan cukong kayu dan terkenal “kesaktiannya” dalam mengurusi hal-hal semacam itu, tapi juga harus diakui kalau dia memang benar-benar kebal hukum. Meski dirinya sudah jelas-jelas bersalah, setalah melalui proses yang berbelit pada akhirnya si akar jati keluar dari proses hukum layaknya orang yang tidak bersalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus terakhir yang menimpnya hampir membawanya kedalam bui, kini sekaranag dan setelah saat ini anggodo akan mulai beraksi lagi, seperti sediakala. Anggodo yang tua dengan kayu ini akan kembali ke habitatnya. Habitat penebangan kayu Indonesia sebebas-bebasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib hutan Indonesia akan kembali suram setalah kebebasa Anggodo. Jutaan pohon yang menjadi pokok utama kekayaan Indonesia akan segara dibabat oleh Anggodo dan kawan-kawan. Hutan-hutan Indonesia yang menjadi penyuplai utama di dunia dalam mencegah terjadinya global warming akan segera mengalami nasib buruk, ini pertanda percepatan global warming akan segera dimulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin Anggodo akan lebih ganas membabat hutan Indonesia untuk menumpuk kekayaannya lagi setalah sekian juta kekayaannya habis untuk mengurusi kasusnya belakangan ini. Anggodo akan semakin menggila dalam penebangan kayu-kayu Indonesia dan semakin getol mengekspor keluar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah kasus yang menimpanya, Anggodo bukan malah makin kerdil dan tidak berharga lagi dimata rekan-rekannya sesama cukong kayu. Tapi sebaliknya, Anggodo akan semakin disegani termasuk oleh rival-rivalnya yang selama ini ingin menjatuhkan Anggodo. Derajat dan pamor Anggodo akan semakin membumbung tinggi setelah berbelit dan berhasil lolos dari kasusnya yang sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia cukong kayu Anggodo akan semakin terkenal kesaktiannya dalam berurusan dengan hukum Indonesia yang terkesan lembek, memihak dan mata duitan. Maka setelah ini Anggodo akan dielu-elukan oleh cukong kayu lainnya dan bakalan menjadi pahlawan kalau nanti mereka-mereka mengalami nasib yang sama seperti dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berurusan dengan hukum yang menimpanya ini akan dijadikan modal utama Anggodo —karena sudah berpangalaman— untuk membantu/membela rekan-rekan lainnya jikalau nanti mengalami nasib serupa, tentu semua itu harus dibayar dengan mahal kalau Anggodo turun tangan. Maka jadilah Anggodo serupa menuntut ilmu selama kasusnya bergulir belakangan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hukum Indonesia Ompong Didepan Anggodo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anggodo mulai kewalahan dengan berbagai tuntutan dan dakwaan, masyarakat yang peduli masa depan Indonesia mulai bisa tersenyum dan aktivis lingkungan terus mengamini semoga Anggodo cepat-cepat masuk bui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan kasusu Anggodo bergumol dan berbelit dengan penangan yang lamban, ujung-ujungnya Anggodo bebas dengan meninggalkan bekas kekecewaan di hati masyarakat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Indonesia menjadi ompong jika berhadapan dengan cukong kayu si akar jati ini, tidak setegar ketika menangani kasus maliang ayam. Hukum Indonesia selalu lemah dan tidak berkutik ketika berhadapan dengan orang-orang berduit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini semakin memantapkan Indonesia denga label “Budaya Korupsi”-nya yang seakan tidak bisa dihapus sampai kapanpun. Karena memang petinggi-petinggi Indonesia sendiri tidak mau lepas dari jeratan korupsi. Mereka malah menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anggodo Penyumbang Utama Kerusakan Hutan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak penebangan gila-gilaan selama ini sudah mulai dirasa oleh masyarakat Indonesia, khususnya orang-orang yang tinggal di perkotaan. Curah hujan yang tak tentu dan siklus air mulai meninggi, tiap kali hujan deras turus dipastikan akan menimbulkan bencana banjir yang menenggelamkan banyak rumah dan memusnahkan binatang ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durasi musim kemarau kini mulai memanjang dengan cuaca yang semakin memanas, menjadi alasan makin dekatnya kerusakan alam semesta ini. Semua itu berawal dari keserakan manusia sendiri yang tidak memikirkan nasib bumi di masa yang akan datang, yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan kepentingan kelompok kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang menjadi harapan besar umat seluruh dunia dalam memerangi pemanasan global nampaknya akan mempunyai hambatan. Harapan besar itu akan menemukan halangan dengan dibabaskannya Anggodo. Betapa tidak, jika Anggodo terus dibiarkan dengan ulahnya yang merugikan masyarakat Indonesia secara keseluruhan dan merugikan dunia secara global akan terus berlanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kasus-kasus besar Anggodo hanya tidak tercium oleh banyak masyarakat Indonesia, hanya berputar-putar dan hanya orang tertentu yang tau kasusnya yang pada akhirnya berakhir seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Lain lagi sepak terjangnya dalam penebangan hutan yang berpotensi dalam percepatan pemanasan global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi semua itu tidak pernah didengar masyarakat Indonesia. Kejadian-kejadian yang telah berlalu menyangkut ulah Anggodo bukan dikarenakan masyarakat Indonesia tuli hingga tidak mendengar sepak terjang menyimpang Anggodo, cuma pemerintah saja yang menulikan masyarakatnya sendiri. Sungguh kejam sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8341457616418669941?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8341457616418669941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/01/pembebasan-anggodo-dan-nasib-hutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8341457616418669941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8341457616418669941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/01/pembebasan-anggodo-dan-nasib-hutan.html' title='Pembebasan Anggodo Dan Nasib Hutan Indonesia'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-6700012140821928839</id><published>2010-01-02T15:11:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Ketika Jiwa dan Badan Terkena Najis</title><content type='html'>Najis tak harus dengan terkena kotoran yang menjijikkan. Akan tetapi, hal-hal yang bikin seseorang jauh dari Tuhannya termasuk dalam ketegoti najis yang tentunya membuat badan dan jiwa kita najis. Paling tidak (minimal) kita selalu dihantantui rasa bersalah dan resah pikiran tak karuan dengan pikiran tidak jernih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak saja mempengaruhi tingkah laku, tapi juga badan yang najis secara psikologi juga mempengaruhi dengan adanya perasaan selalu meresa bersalah dengan apa yang telah diperbuat dan menyesalai apa telah dilalui dan tidak ingin mengulanginya lagi. Tapi sayang, kenginan untuk tidak mengulanginya lagi tersebut Cuma bertahan sekejap dan kadang Cuma bertahan selam satu menit saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan dalam keadaan najis (dalam tinjauan artikel kali ini tentunya) juga begitu menyiksa batin dan banyak menyita pikiran-pikiran positif kita, hingga memungkinkan pikiran kita sedikit sekali untuk bertahan di “area” positive thinking dan akibatnya kita tidak punya banyak pikiran positif untuk bisa mengerjakan hal-hal yang bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika badan kita dalam keadaan najis, maka dengan mudahnya kita terbawa dalam ilusi ketidak pastian yang menyeret pikiran kita pada pikiran-pikiran JOROK yang berpotensi besar merusak seluru akal “lurus” kita. Dan memory otak kita dijejali dengan “data-data” tak penting dan cendrung “sampah” yang bisa merusak seluruh hati nurani kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-6700012140821928839?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/6700012140821928839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/01/ketika-jiwa-dan-badan-terkena-najis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6700012140821928839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/6700012140821928839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2010/01/ketika-jiwa-dan-badan-terkena-najis.html' title='Ketika Jiwa dan Badan Terkena Najis'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3982101255346885219</id><published>2009-12-27T00:33:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Gaya Hidup Hedonis, Materialis, dan Egois Penyebab Rusaknya Alam dan Ekologis</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dunia menyaksikan bagaimana sebagian besar manusia, dari hari ke hari, semakin haus dan gila terhadap kekayaan. Dengan terjadinya revolsi industri yang bermula di Eropa, manusia semakin mampu mengembangkan teknologi canggih untuk memenuhi segala yang diinginkannya. Sayangnya, kamajuan teknologi tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan dan ketaatan kepada ajaran agama. Oreintasi hidup manusia mulai bergeser, tertuju pada kebendaan dan pemuasan kebutuhan duniawi semata. Bagi sebagian besar manusia, hidup adalah bekerja keras demi memuaskan kantong, perut, dan bawah perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir dan orientasi hidup yang serba bernilai kebendaan dan tidak sedikit pun memperhatikan nilai-nilai keakhiratan ini, membuat manusia tak ubahnya binatang yang berbicara dan berfikir. Demi untuk bisa hidup enak, kebutuhan diri tercukupi, dan harta bergelimang; segala cara ditempuh, tak peduli bila melanggar ketentuan yang Maha Kuasa dan merugikan manusia yang lain. Satu-satunya yang terfikir dalam otak hanyalah bagaimana haratanya setiap saat bertambah. Hal yang dicita-citakan hanyalah bagaimana nafsu perut dan bawah perutnya terlampiaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, paham materialisme dan sikap hidup hedonis ini melahirkan sikap egois. Setiap orang hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli pada nasib orang lain. Egoisme melahirkan sikap rakus, mendorong pada persaingan yang tidak sehat, dan membangkitkan kezaliman terhadap orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mesin-mesin raksasa, para pengusaha yang haus harta mengunduli ribuan bahkan jutaan hektar hutan. Ekploitasi hutan untuk kepentingan segelintir manusia egois tersebut mengkibatkan margasatwa kehilangan makanan dan tempat tinggal, dan manusia kehilangan sumber air. Akibatnya, tatkala hujan turun, terjadi banjir bandang dan tanah longsor yang menyebabkan kerugian harta dan jiwa yang tak terperikan besarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksploitasi terhadap sumber daya alam secara berlebihan dan sembarangan, terbukti menyebabkan kehancuran pada manusia sendiri. Manusia dengan seluruh kemampuan teknologinya sekalipun, tidak akan sanggup berpacu dengan kerusakan alam dan akibat yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, manusialah sentral dari kerusakan lingkungan. Memang ada kerusakan alam yang terjadi begitu saja. Tetapi semuanya adalah proses yang secara natural memang terjadi demikian. Sementara kerusakan yang disebabkan oleh tangan manusia, hampir tidak pernah bisa terjadi secara natural. Melainkan secara sengaja dan penuh dengan nafsu merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hegemoni manusia terhadap alam memang merupakan sebuah sejarah yang panjang. Di dalamnya ada berbagai latar belakang yang bercampur menjadi satu. Ada masalah panggilan teologis, sosiologis, naturalis, bahkan dekonstruksi post kolonial juga dianggap memberikan kontribusi di dalamnya. Akibatnya adalah bumi seperti yang kita lihat sekarang. Kondisinya awut-awutan dan penuh dengan noda kekuasaan dan kerakusan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin-mesin raksasa dan dana miliaran dolar, perusahaan-perusahaan raksasa multinasional mengebor bumi dan hutan, meruntuhkan bukit dan pegunungan, demi mengumpulkan emas, perak, tembaga, minyak, batu bara, dan barang-barang tambang lainnya. Dampak buruknya terhadap manusia, hewan, dan alam sekitar tidak lagi dipedulikan. Akibatnya, kesuburan tanah pun punah, terjadi pencemaran terhadap air, tanah, dan udara. Berbagai wabah penyakit berat mengenai penduduk sekitar, hewan-hewan dan tumbuhan air punah, dan terjadi kerusakan hebat dalam areal yang sangat luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan yang sama dihasilkan oleh mesin-mesin penghasil uang manusia, seperti pabrik-pabrik industri, sektor nuklir, dan fasilitas hidup lux lainnya. Mereka hanya mau mengekploitasi dan merusak alam, tanpa mau melakukan peremajaan dan perbaikan. Keserakahan manusia benar-benar telah mengakibatkan terjadinya kerusakan parah pada daratan, lautan, dan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat dan saksikan sendiri musim hujan yang bercampur angin yang terjadi beberapa bulan terakhir, selain siklusnya yang mulai bergeser, air pasang yang merendam beberapa daerah pesisir pantai dan yang paling kacau adalah ketika pagi hari kita rasakan udaranya dingin, siangnya menjadi sangat panas menyengat, kemudian sore harinya tiba-tiba mendung dan hujan dengan lebat inilah salah satu contoh kecil yangn dinamakan Extreme Weather, bisa kita lihat dampaknya terhadap daerah-daerah yang kurang memperhatikan sistem pembangunan tata ruang kota sudah pasti akan mengalami banjir dan itu tidak main-main, akan terus semakin parah tiap tahun jika tidak mendapat perhatian yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti beberapa tahun terakhir, Indonesia telah diguncang berbagai bencana alam hampir di seantero negeri, mulai dari tsunami, banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa, dan masih banyak lagi. Beragam teori diajukan untuk dijadikan penyebab lahirnya bencana tersebut, mulai dari penggundulan hutan, penyalahgunaan lahan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Indonesia bencana-bencan tersebut mulai dari tektonik hingga tsunami telah menjadi konsumsi. Di sepanjang abad 20 dan 21, gempa telah mengakibatkan banyak kematian dan kerugian material yang sangat besar. Hingga dikatakan bahwa tak pernah ada peristiwa-peristiwa alam lain dalam sejarah yang pernah berpengaruh pada manusia hingga sampai pada batas sebagaimana halnya gempa bumi. Oleh sebab itu, bencana gempa telah menjadi peristiwa yang amat sangat ditakuti. Bahkan, teknologi abad ke-20 dan ke-21 pun hanya mampu mencegah kerusakan akibat gempa pada suatu batasan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap hari kita mendengar berita menyedihkan tentang kerusakan alam yang timbul pada sumber air, gunung, laut, atau udara. Bencana lumpur lapindo yang tak kunjung usai, banjir Jakarta, adam air, demam berdarah, flu burung, kekeringan, gempa, dan sebagainya selalu menghiasi berita di televisi maupun di koran-koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan alam lingkungan secara serampangan dan tanpa aturan telah dimulai sejak manusia memiliki kemampuan lebih besar dalam menguasai alam lingkungannya. Dengan mengeksploitasi alam, manusia menikmati kemakmuran hidup yang lebih banyak. Namun sayangnya, seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, alam lingkungan malah dieksploitasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan kerusakan yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan alam yang ditimbulkan oleh manusia bersumber dari cara pandang manusia terhadap alam lingkungannya. Dalam pandangan manusia yang oportunis, alam adalah barang dagang yang menguntungkan dan manusia bebas untuk melakukan apa saja terhadap alam. Menurtnya, alam dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kesenangan manusia. Sebaliknya, manusia yang religius akan menyadari adanya keterkaitan antara dirinya dan alam lingkungan. Manusia seperti ini akan memandang alam sebagai sahabatnya yang tidak bisa dieksploitasi secara sewenang-wenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar Lingkungan&lt;br /&gt;Berbagai gerakan penyelamatan alam sudah dimulai sejak 50-an, tapi perhatian pada persoalan tersebut masih saja minim, tidak hanya pada level praktik, namun juga pada level teoritis. Dalam dunia filsafat, pengabaian persoalan itu tampak pada pemikiran Immanuel Kant. Bagi Kant penyelamatan lingkungan bukan bagian dari kewajiban moral, tindakan itu hanya dianggap sebagai tindakan yang indah, karena menyenangkan bukan sebagai tindakan yang harus dinilai benar atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi kehidupan manusia, saat ini, memaksa kita mengubah cara berpikir kita terhadap alam. Persoalan baru yang kita hadapi, saat ini, menyangkut kerusakan lingkungan, berkaitan langsung dengan manusia. Bagi Kant, manusia adalah tujuan pada dirinya sendiri, sehingga merupakan suatu kejahatan moral jika menggunakan manusia lain sebagai alat untuk mencapai tujuan manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku kita terhadap alam harus dilihat dalam konteks ini. Karena alam adalah sumber terbatas yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Memanipulasi dan mengeksploitasi alam demi kepentingan sekelompok manusia berarti memanipulasi dan mengeksploitasi kepentingan kelompok manusia lain yang sama-sama menggantungkan hidup pada alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegoisan manusia yang selalu mementingkan dirinya sendiri dan kelompok kecil tertentu telah mengundang berbagai bencana yang bisa (telah) kita rasakan selama beberapa tahun terakhir. Serentetan bencana yang telah terjadi merupakan peringatan alam, atau mungkin bisa dikatakan murka Tuhan yang sulit diduga kapan datangnya. Hal ini merupakan akibat dari ulah manusia sendiri yang berlebihan dalam melakukan eksploitasi terhadap alam. Namun mengkambing-hitamkan alam, apalagi Tuhan, jelas bukan suatu sikap moral yang pantas bagi kita sebagai makhluk berakal yang diberi kebebasan untuk mengelola alam beserta sumber daya yang ada sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bencana yang datang dengan berbagai medium, harus kita pandang sebagai produk dari kecerobohan manusia yang buruk dan bahkan salah dalam memperlakukan lingkungan, sumber daya, dan berbagai aspek lain yang ada disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi berlebihan atas akumulasi kapital, investasi, dan pertumbuhan ekonomi harus diakui merupakan pemicu yang menjadikan manusia menempuh jalan “pintas yang dianggap pantas dengan menghalalkan segala cara, termasuk eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, penggunaan teknologi yang tanpa pemeliharaan, dan bahkan pencemaran lingkungan lewat limbah pabrik, berimplikasi pada kerusakan seluruh sektor kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3982101255346885219?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3982101255346885219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2009/12/gaya-hidup-hedonis-materialis-dan-egois_1561.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3982101255346885219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3982101255346885219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2009/12/gaya-hidup-hedonis-materialis-dan-egois_1561.html' title='Gaya Hidup Hedonis, Materialis, dan Egois Penyebab Rusaknya Alam dan Ekologis'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-3673573369098716898</id><published>2009-12-25T22:58:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Bersahabat Dengan Gempa</title><content type='html'>Belakangan ini, Indonesia seakan tidak pernah putus dirundung duka dengan bermacam bencana yang menimpa. Bencana gempa yang paling mendominasi akhir-akhir ini seakan menjadi mimpi buruk bagi masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana yang berkesinambungan menambah jumlah pengungsi Indonesia, yang sebelumnya masih banyak tidak tertangani. Menambah daftar duka Indonesia, bencana-bencana alam yang entah kapan berakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia telah masuk dalam daftar negara rawan gempa, gempa yang belakangan bertubi-tubi mengguncang Indonesia sudah cukup membuktikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan yang selalu menimpa negeri ini membuat masyarakat kita senantiasa akan terbiasa dengan bencana, baik cara pandangnya. Bersahabat dengan gempa bukan hal tidak mungkin, dan hal ini pula akan menjadikan Indonesia tidak terlalu cengeng ketika ada bencana lain yang mungkin akan menimpa dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia termasuk negara rawan bencana. Meskipun pada akhirnya nanti, Indonesia mempunyai alat pendeteksi gempa, tapi secara mental masyarakat Indonesia masih lemah. Bersahabat dengan gempa adalah sebuah keniscayaan bagi warga negara yang rawan bencana&lt;br /&gt;Bersahabat dengan gempa yang diimbangi dengan pengetahuan yang cukup mengenai gempa akan bisa membendung kecemasan masyarakat. Seperti di Bengkulu misalnya, telah diisolasikan tentang pengetahuan gempa oleh pemerintah, masyarakat Bengkulu lebih siap dibandingkan dengan masyarakat lain ketika bencan gempa melanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Bengkulu kebanyakan mengetahui kapan mereka harus segera menyelamatkan diri ketika terjadi gempa. Karena itu, masyarakat disana juga relatif terbiasa dalam menghadapi gempa, termasuk gempa bumi berkekuatan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak akan menciptakan trauma yang berlarut-larut, karena memahami musibah yang menimpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurai Bencana Untuk Dipelajari&lt;br /&gt;Bencana gempa yang mengguncang Tasikmalaya maupun Sumatra Barat merupakan musibah yang harus dipelajari dan senantiasa masyarakat bisa mengambil manfaat dibalik musibah tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencan gempa dengan kekuatan besar yang telah menimpanya begitu sulit dihilangkan dalam benak masyarakat. Tidak mudah memang, bencana telah mengambil milik berharga secara pribadi dan bahkan orang yang dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana telah menciptakan trauma hebat dalam diri masyarakat, lebih-lebih anak dibawah umur yang akan diingatnya sepanjang hidup. Tidak sedikit, musibah telah menghancurkan pandangan hidup masyarakat kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski untuk meratapi duka belum pasti kapan berakhirnya, suatu ketidak mungkinan jika masyarakat selalu merasa terpuruk dan berlarut-larut dalam keterpurukannya hingga tidak sadar untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang signifikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana tetaplah bencana yang harus diterima masyarakat dalam keadaan apapun. Semua element masyakarat dipaksa untuk menerima musibah yang sudah terlanjur menimpa. Sekalipun masih ada sebagian masyarakat yang tidak bisa menerima musibah tersebut, tetap saja musibah itu telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari suatu musibah tidaklah cukup dengan meratapi. Tapi, mencoba bangkit dari keterpurukan dan mau menata hidup kembali. Menjadikan musibah yang menimpa sebagai introspeksi diri dan dijadikan cerminan untuk untuk hidup lebih dari sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Belajar Menerima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Memang tidak mudah dengan tulus bisa menerima musibah yang telah memporak-porandakan semuanya. Barangkali, telalu pahit untuk sekedar diratapi bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Dan tidak mudah melupakana “moment” pahit tersebut. Trauma ketika teringat musibah yang memporak-porandakan hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal musibah sebagai cobaan untuk tetap kuat dalam menjalani hidup. Pantang menyerah meski cobaan sering kali “membumbui” kehidupan. Hingga tercetak mental kuat dan selalu berusaha agar lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal paling hebat ketika musibah menimpa adalah menerima dengan lapang dada musibah yang telah terjadi. Senantiasa dengan menerima musibah —karena hal itu telah terjadi— secara mental akan lebih kuat menjalani hidup kedepannya, dan bisa menata hidup kembali secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merelakan semua yang telah direnggut akan mengubah mental yang lemah menjadi kuat, menjadikan pantang menyerah dan selalu introspeksi diri dalam hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-3673573369098716898?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/3673573369098716898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2009/12/bersahabat-dengan-gempa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3673573369098716898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/3673573369098716898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2009/12/bersahabat-dengan-gempa.html' title='Bersahabat Dengan Gempa'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-8163279118986225588</id><published>2009-12-15T00:03:00.000-08:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dominasi XL di Pulau Madura Memicu Pertumbuhan Ekonomi Madura</title><content type='html'>Perkembangan telekomunikasi seluler berkontribusi dalam menciptakan multiplier effect terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah tak bisa terbantahkan lagi. Bahkan secara nasional memberi pengaruh yang signifikan. Menurut hasil studi International Telecommunication Union (ITU) menegaskan bahwa penambahan fasilitas telekomunikasi sebesar satu persen akan merangsang pertumbuhan ekonomi hingga tiga persen. Dengan kata lain, suatu daerah akan tumbuh dengan cepat secara ekonomi apabila jaringan telekomunikasi telah masuk ke daerah tersebut, sebab hasil industri yang telah dihasilkan dapat dengan mudah dipasarkan karena adanya jalur yang terhubung antara produksi dan pasar melalui jaringan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir ini saja industri telekomunikasi bergerak begitu cepat. Hingga menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah yang sangat merasa diuntungkan. Betapa tidak, jika pada tahun 1999 laju pertumbuhan sektor telekomunikasi masih relatif kecil dibanding pertumbuhan sektor lainnya misalnya sektor perdagangan dan manufaktur, pada awal tahun 2008 saja sektor telekomunikasi mampu memberi kontribusi hingga 1,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika populeritas industri seluler menjanjikan kuantitias income sekaitan dengan kondisi plosok desa, maka menjadi bagian bisnis telekomunikasi seluler sesuai kapasitas seseorang, adalah cita-cita. Terlihatlah antrian panjang, saling berebut membuka berbagai fasilitas terhadap dampak keberadaan industri seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat gliat di bisnis telekomunikasi seluler mengisi proses pertumbuhan perekonomian Madura. Tiap bulanya dibangun mulai dari hanya perubahan peruntukan toko sampai membangun toko baru.dan telah terpampang merek-merek bisnis seluler dengan berbagai slogan yang berusaha menarik simpati baik bidang reperasi pesawat HP, penjualan voucher dan sparepart, assecories dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertumbuhan industri telekomunikasi berbasis seluler yang begitu pesat membuat Indonesia jadi pangsa pasar yang sangat prospektif untuk dikembangkan dan diperluas lagi ke pelosok daerah-daerah yang lebih tertinggal karena pengguna telepon seluler sekarang ini di Indonesia baru mencapai 30% dari total penduduk Indonesia. Jadi, Indonesia merupakan pasar yang prospek untuk pengembangan ke arah pasar komunikasi seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dominasi XL di Pulau Madura; Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Madura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap daerah mempunyai corak pertumbuhan ekonomi yang berbeda dengan daerah lain. Hal itu disebabkan oleh karakter ekonomi, sosial dan fisik daerah itu sendiri, termasuk interaksinya dengan daerah lain. Dengan demikian tidak ada strategi pembangunan ekonomi daerah yang dapat berlaku untuk semua daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, di era globalisasi telah membuat jarak daerah dengan daerah lainnya seolah kabur bahkan tak berjarak lagi serta berimplikasi pada semakin meningkatnya arus informasi yang beredar antar sosial. Semua dengan mudah dilakukan. Hal ini tidak lepas dari peranan teknologi telekomunikasi yang merangsang penyebaran informasi ke berbagai lapisan masyarakat dan ponsel/handphone merupakan salah satu teknologi telekomunikasi yang sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat kendati dipedesaan dan bahkan mengubah peta industri telekomunikasi secara radikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri seluler memang begitu menjanjikan. Bukti dari kehadiran perangkatnya telah mencengangkan. Kalau tahun 2000, jumlah pemakai telepon seluler (ponsel) hanya 3,7 juta dan akhir 2004 membengkak lagi hingga sekitar 30 juta, dan pada tahun 2008 telah mencapai lebih dari 100 juta orang atau hampir setengah dari jumlah populasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pun baru pelanggan seluler yang diperoleh dari tiga operator terbesar, di Indonesia. Belum termasuk pelanggan operator yang beroperasi dengan basis teknologi. Belum lagi operator-operator pendatang baru yang kini mulai bermunculan karena telah menyadari besarnya profit yang dihasilkan dalam dunia bisnis industri seluler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab peluang besar industri seluler ini tetap terbuka dikarenakan Deployment (penyebaran) ponsel sangat sederhana dan lebih murah dibandingkan PSTN yang membutuhkan modal besar untuk menggelar jaringan fixed line dan cenderung memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu, kebijakan liberalisasi dan kompetisi bagi telekomunikasi dari pemerintah yang menyesuaikan hasil kajian OECD (Organization for Economic Cooperation Development) menunjukkan bahwa kebijakan tersebut telah memicu terjadinya penurunan tarif dan peningkatan kualitas layanan secara berkala di beberapa negara-negara maju, seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Hal ini juga berdampak pada perluasan jaringan seluler di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mari Berinvestasi di sektor Telekomunikasi Selular&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran bisnis industri seluler pada daerah berdampak terhadap rencana peningkatan perekonomian daerah itu sendiri. Dimana kondisi daerah saat ini lagi giat-giatnya untuk melakukan upaya esktensifikasi atau perluasan-perluasan jenis pendapatannya baik sektor pajak, retribusi, bagi hasil dan sebagainya. Tentu pemerintah daerah khususnya Madura akan memanfaatkan kehadiran investasi di sektor telekomunikasi seluler ini, sesuai dengan berbagai pola perkembangan industri seluler yang ada di Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas merupakan bukti sederhana diantara begitu banyak bukti bukti lain sebagai dampak positif dari investasi di sektor telekomunikasi seluler yang turut mendorong pertumbuhan Ekonomi daerah. Ada ungkapan umum di tengah masyarakat bahwa Jika Daerahmu belum punya Jaringan Selluler maka bisa dikatakan “Belum Merdeka” hal ini menandakan bahwa pertumbuhan Ekonomi di suatu daerah akan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat jika ditunjang dengan adanya Jaringan Telekomunikasi Seluler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dengan adanya jaringan telekomunikasi seluler bisa dilihat dampak positifnya terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat lebih besar dari dampak negatifnya. Dan satu lagi menurut penulis, masyarakat akan lebih pintar dan lebih dekat dengan teknologi digital, sesuatu yang dulunya dianggap aneh oleh masyarakat di daerah pedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di daerah Madura para petani tembakau pun kini sudah akrab dan Hanphone memilikinya. Hal ini juga ditunjang dengan harga handphone yang terjangkau dan adanya perang tarif diantara operator seluler yang berdampak positif pada masyarakat sebagai konsumen sehingga bisa turut menikmati kecanggihan technologi telekomunikasi dengan murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan akhir dari penulis bahwa Investasi di sektor Telekomunikasi Seluler sangat mutlak diperlukan oleh suatu daerah jika daerah itu ingin maju, sebab efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi akan berefek ganda (Multyplayer Effect), sebagai himbauan kepada pemerintah Daerah mohon regulasinya janganlah mempersulit Investasi jaringan Telekomunikasi Seluler didaerah anda. Terutama dalam hal perijinan baik pada saat awal proses akuisisi lahan pengurusan IMB, pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station) sampai On Air. Sebab kemajuan suatu daerah sangat di tentukan oleh seberapa cepat informasi itu di dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-8163279118986225588?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/8163279118986225588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2009/12/dominasi-xl-di-pulau-madura-memicu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8163279118986225588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/8163279118986225588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2009/12/dominasi-xl-di-pulau-madura-memicu.html' title='Dominasi XL di Pulau Madura Memicu Pertumbuhan Ekonomi Madura'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591756883806821521.post-5650669628209651447</id><published>2009-09-07T14:47:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T01:28:17.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Ramadhan Bulan Pembebasan</title><content type='html'>Bulan Ramadhan tak sekedar bulan yang hari-harinya dihabiskan dengan menahan rasa haus dan lapar saja, selebihnya Ramadhan adalah bulan pembebasan. Ramadhan pulalah yang membekali perjalanan hidup kita selam satu tahun dengan gemblengan jiwa, berupa kemampuan menahan hasrat dan nafsu kita yang senantiasa bisa membawa pada jalan kehinaan.&lt;br /&gt;	Pembebasan yang ditawarkan bulan ramadhan adalah pembebasan diri dari nafsu dan penawar bagi mazmumah (sifat tercelah). Pembebasan pada bulan ramadhan juga mencakup pada pembebasan manusia dari hawa nafsu yang selama ini diagung-agungkan hingga menjadi Tuhan bagi mereka.&lt;br /&gt;	Dengan bulan ramadhan orang bisa bebas dan suci dari pengarug lingkungan. Secara terperinci, suci dalam Islam artinya bersih. Nah, kesucian itu kemudian menjadi kotor karena pengaruh-pengaruh dari lingkungan. Pengaruh ayah, ibu atau lingkungannya. Supaya seseorang kembali pada kesucian, bebas dari pengaruh lingkungan, ia harus mensucikan kembali dengan menjalankan ibadah seperti shaum (puasa) dengan sebenar-benarnya, yaitu berhenti dari hal yang membatalkan puasa, berhenti dari perbuatan yang mengurangi nilai puasa. Setiap orang yang melaksanakan puasa dengan baik, ia akan kembali pada kesucian, jiwa yang fitri.&lt;br /&gt;	Mengendalikan nafsu memang sangatlah berat. Oleh karena itu, diperlukan ajaran khusus untuk menopang daya tahan manusia untuk melawan gempuran nafsu yang terus-menerus. Di samping Allah memerintahkan kita untuk berdzikir, mengingat kepada Allah di manapun berada, kita juga diperintahkan untuk berpuasa. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa merupakan latihan (exercise/al-riyadlah) untuk mengendalikan hawa nafsu. Latihan ini (berpuasa) penting karena hawa nafsu menyertai kita sepanjang hidup.&lt;br /&gt;	Maka di bulan ramadhan dengan solusi berpuasa yang ditawarkan akan membebaskan manusia dari nafsu yang tak terkendali. Nafsu yang tidak terkendali. Nafsu yang tidak diletakkan dalam rel ajaran agama. Oleh karena itu, puasa disyariatkan Allah sebagai mekanisme ruhaniah untuk melatih manusia membebaskan dirinya dari ketertindasan oleh nafsu dan membebaskan manusia pada umumnya dari berbagai ketertindasan yang disebabkan oleh keanggkara murkaan nafsu manusia.&lt;br /&gt;	Ramadhan jika dikaitkan dengan keadaan negeri kita sekarang yang semakin meningkatnya kemiskinan merupakan pembebasan dari kemiskinan itu sendiri, karena pada bulan ramdhan ini manusia dianjurkan untuk saling memberi dan mengasihani antar sesama. Misalnya, secara sosial, puasa, mengajarkan manusia untuk disiplin dan berempati terhadap orang miskin. Lebih jauh dari itu, tujuan puasa adalah bagaimana membebaskan manusia dari kemiskinan, dengan ditunaikannya zakat fitrah. Dengan ditunaikannya zakat, secara intrinsik terkandung larangan untuk korupsi, karena korupsi bertentangan dengan nilai-nilai yang melekat dalam zakat.&lt;br /&gt;	Secara sosial, ramadhan membebaskan dari dosa kepada sesama manusia yang “dikemas” saling maaf memaafkan di bulan Syawal. Filosofinya, dikatakan bahwa salah satu ciri orang yang takwa siap saling-memaafkan orang lain. Nah, itu diwujudkan dalam silaturahmi jadi lahirlah mudik. Dari kota pulang ke kampung dengan segala konsekuensinya. Jadi mereka bersilaturahmi dengan orang kampung. Mereka biasanya bawa oleh-oleh untuk orang kampung. Ya biarlah mereka, orang-orang kampung itu bisa menikmati hasil kerja kerabatnya di kota.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591756883806821521-5650669628209651447?l=semacam-catatan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/feeds/5650669628209651447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2009/09/ramadhan-bulan-pembebasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5650669628209651447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591756883806821521/posts/default/5650669628209651447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semacam-catatan.blogspot.com/2009/09/ramadhan-bulan-pembebasan.html' title='Ramadhan Bulan Pembebasan'/><author><name>Moh. Kholil Aziz SN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01353783274489265588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_lsK5HCkizEE/SzXB2n4bQdI/AAAAAAAAAAM/MGASmyQNbQ4/S220/7520_1093360869000_1675913042_197183_7575142_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
