Rejeki Itu...


Rejeki. Kadang kita begitu sulit menalar satu kata tersebut. Kesana kemari kadang cuma satu alasan tersebut, yaitu mencari rejeki. Kadang pula kita sendiri begitu naif dalam menangkap sesuatu yang besar dibalik kata REJEKI itu. Yaitu Usaha kemudian tawakal.

Adakalanya orang begitu pasrah dengan rejeki yang sudah ditakdirkan, dengan berpegang pada adagium klasik bahwa rejeki sudah diatur sama Tuhan. Tuhan memang bukanlah yang Maha Bodoh, dengan pasrah belum cukup mewakili dirinya menerima rejeki Allah. Tapi lebih dari itu adalah perjuangan untuk mempertahankan takdir Allah bernama rejeki itu.

Tentu kita akan bertanya, kalo sudah menjadi takdir kenapa harus ada yang lainnya? seperti usaha misalnya. Nah... disinilah letak keagungan Allah, bahwa hidup ini tak berjalana satu arah, yaitu cukup tawakal saja. Hidup harus dijalani dua arah, tawakal dengan keimanannya yang taat dan kerja keras dengan segala kemampuan yang kita punya.

Bukankah Nabi Kita Muhammad pernah bersabda, dalam urusan seperti ini. Maka beribadahlah kalian seakan engkau mati besok. Dan bekerjalah kalaian seakan engkau akan hidup seribu tahun lagi.

0 komentar:

Posting Komentar