Banyak yang Ingin Saya Tulis

Hal tersulit adalah melaksanakan apa yang ada di dalam kepala. Seperti menulis pada blog ini, padahal kalau dipikir secara sederhana hal ini sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan. Menulis pada blog mudah karena kita punya kebebasan yang sebebas-bebasnya, kita boleh nulis apa saja yang kita mau, mulai dari tulisan yang paling "putih" hingga tulisa yang "hitam". Menulis di blog itu tanpa hambatan dan tanpa perantara, tapi tetap saja saya malas untuk menulisnya. Sekalipun saya sudah punya target dan draf tulisa yang cukup lengkap untuk memulai tulisan, tatap saja sulit sekali untuk terlaksana.

Benar juga semboyan dari iklan sebuah produk teknologi bahwa inovasi itu tak sekedar itu. Artinya butuh pelaksanaan dan tidak nyata ide tersebut, agar benar-benar dirasakan oleh orang lain dan diri sendiri pada khususnya. Tapi itu sulit sekali dan benar-benar membutuhkan pejuangan ekstra hingga "berdarah-darah". Ini masih tahap pelaksanaan untuk memerangi kemalasana yang ada pada diri kita sendiri, belum lagi hambatan-hambatan lain yang bakala menghadang, karena (sepertinya) sudah ditakdirkan bahwa sesuatu yang bermanfaat itu harus lulus uji coba hambatan ditengah jalan.

Itu cakupannya lebih luas, ini menulis yang katanya sederhana tatap saja sulit dilakukan. Saya jadi teringat ketika dulu semasa duduk di bangku sekolah ketika membaca curhatan-curhatan para penulisa besar yang sudah menghasilkan banyak buku dan buku-buku best seller. Yang sering saya temui dari banyak penulis itu (dari hasil yang baca) bahwa kesulitan mereka adalah menemukan ide untuk ditulis. Lah... kalau saya malah kebalikan dari itu, saya kebanyakan ide yang ingin ditulisa tapi tak pernah terlaksana karena berbagai faktor dan faktor yang paling menonjol itu adalah rasa malas.

Saya selalu ingin menuliskan apa yang saya temui dan biasanya mencatat di HP agar ide yang ingin ditulis (secara lengkap) itu tidak cepet hilang. Catatan dalam bentuk draf hingga judul kadang sudah jadi, bahkan saya memotret objek agar bisa dijadikan pendukung tulisan saya tersebut, seperti tulisan saya sebelumnya. Tapi apalah daya, catatan tinggal catatan dan gambar tinggal gambar yang cuma menambah beban RAM Memory HP saya. Ada satu yang terlaksana, tapi banyak sekali yang tak terlaksana. Ketika saya pikir lagi ternyata saya hanya hidup dalam mimpi dan angan-angan, angan-angan ingin menulis yang tak pernah tersampaikan.

Sampai sekarang pun saya masih belum menemukan obat paling mujarab atau trik untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini. Meskipun ada (dari beberapa yang saya baca di internet dan buku) itu hanya berlaku beberapa beberapa hari saja pada diri saya, selebihnya akan kembali pada kemalasan-kemasalan menjanlani hari-hari tanpa identitas sebagai pekeja keras. Dan kemalasan-kemalasan itulahh yang membuat hidup enak sekali -> *pikiran pemalas tak punya masa depan.

1 komentar:

  1. Semakin Banyak Menulis, Semakin Banyak Yg Kita Dapat

    BalasHapus